Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 02 Apr 2019 08:50 WIB

PHOTOS

Foto: Ada Tanah Belanda di Tepi Kota Cimahi

Yudha Maulana
detikTravel

Cimahi - Ada satu kawasan Belanda di Cimahi. Bukan tiruan Belanda, ini Ereveld Leuwigajah. Sebuah kawasan yang diberikan kepada Belanda sebagai makam prajurit perang.

Gerbang hitam dengan lambang Groot Rijkswapen atau Lambang Agung Kerajaan Belanda yang berwarna emas berdiri kokoh di depan makam. Di atasnya tertulis Ereveld Leuwigajah dengan warna yang sama. (Yudha Maulana/detikcom)
Gerbang hitam dengan lambang Groot Rijkswapen atau Lambang Agung Kerajaan Belanda yang berwarna emas berdiri kokoh di depan makam. Di atasnya tertulis Ereveld Leuwigajah dengan warna yang sama. (Yudha Maulana/detikcom)
Setelah melewati gerbang, mata Anda akan tertuju pada ribuan makam yang berderet rapi dengan warna nisan yang serupa, putih dengan rumput hijau yang membentang seperti karpet. (Yudha Maulana/detikcom)
Setelah melewati gerbang, mata Anda akan tertuju pada ribuan makam yang berderet rapi dengan warna nisan yang serupa, putih dengan rumput hijau yang membentang seperti karpet. (Yudha Maulana/detikcom)
Di dalam nisan tertera nama-nama orang Belanda maupun Indonesia beserta tahun mereka dikuburkan. Namun, di antara papan tersebut ada yang ditulis Onbekend atau jenazah yang tak dikenal. (Yudha Maulana/detikcom)
Di dalam nisan tertera nama-nama orang Belanda maupun Indonesia beserta tahun mereka dikuburkan. Namun, di antara papan tersebut ada yang ditulis Onbekend atau jenazah yang tak dikenal. (Yudha Maulana/detikcom)
i Ereveld bersemayam 5.000 jasad korban perang yang gugur selama Perang Dunia Kedua dalam pertempuran melawan tentara Jepang (1941-1945) dan selama masa revolusi Pascaperang Kedua (1945-1949). (Yudha Maulana/detikcom)
i Ereveld bersemayam 5.000 jasad korban perang yang gugur selama Perang Dunia Kedua dalam pertempuran melawan tentara Jepang (1941-1945) dan selama masa revolusi Pascaperang Kedua (1945-1949). (Yudha Maulana/detikcom)
Kendati begitu, di antara deretan makam tersebut bersemayam sosok arsitek Hindia Belanda, HT Karsten yang menjadi perancang 11 kota di Indonesia. Perancang yang mahsyur itu menghembuskan nafas terakhirnya di Cimahi. (Yudha Maulana/detikcom)
Kendati begitu, di antara deretan makam tersebut bersemayam sosok arsitek Hindia Belanda, HT Karsten yang menjadi perancang 11 kota di Indonesia. Perancang yang mahsyur itu menghembuskan nafas terakhirnya di Cimahi. (Yudha Maulana/detikcom)
Awalnya ada 22 Ereveld yang tersebar di seluruh Indonesia, namun antara tahun 1960 dan 1970 banyak korban perang di Ereveld di luar Jawa seperti dari Muntok, Padang, Tarakan, Medan, Palembang dan Balikpapan dimakamkan di Jawa. (Yudha Maulana/detikcom)
Awalnya ada 22 Ereveld yang tersebar di seluruh Indonesia, namun antara tahun 1960 dan 1970 banyak korban perang di Ereveld di luar Jawa seperti dari Muntok, Padang, Tarakan, Medan, Palembang dan Balikpapan dimakamkan di Jawa. (Yudha Maulana/detikcom)
Tiap tahun pada 15 Agustus bendera Indonesia dan Belanda berkibar di atas tiang sebagai bentuk peringatan Perang Dunia Kedua. (Yudha Maulana/detikcom)
Tiap tahun pada 15 Agustus bendera Indonesia dan Belanda berkibar di atas tiang sebagai bentuk peringatan Perang Dunia Kedua. (Yudha Maulana/detikcom)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA