Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 10 Jun 2019 07:20 WIB

PHOTOS

Potret Tradisi Silaturahmi Saat Lebaran di Lombok

Harianto Nukman
detikTravel

Mataram - Masyarakat Lombok di Nusa Tenggara Barat punya tradisi Idul Fitri yang rutin dilakukan setiap tahun. Inilah Ngejot, silaturahmi dengan berbagi rezeki.

Ngejot adalah bentuk silaturahmi dengan cara saling berbagi rezeki. Tradisi ini ada di Desa Lenek, Kabupaten Lombok Timur, NTB (dok. Paer Lenek)

Ngejot adalah bentuk silaturahmi dengan cara saling berbagi rezeki. Tradisi ini ada di Desa Lenek, Kabupaten Lombok Timur, NTB (dok. Paer Lenek)

Ngejot biasa dilakukan satu hari jelang Lebaran atau di momen Hari Raya Idul Fitri (dok. Paer Lenek)
Ngejot biasa dilakukan satu hari jelang Lebaran atau di momen Hari Raya Idul Fitri (dok. Paer Lenek)
Ngejot berasal dari kata jot yang dalam bahasa Sasak Desa Lenek berarti datang atau dalam bahasa Arab berarti silaturahmi. Ngejot itu sendiri berarti mendatangi atau bersilaturahmi (dok. Paer Lenek)
Ngejot berasal dari kata 'jot' yang dalam bahasa Sasak Desa Lenek berarti datang atau dalam bahasa Arab berarti silaturahmi. Ngejot itu sendiri berarti mendatangi atau bersilaturahmi (dok. Paer Lenek)
Ngejot dilakukan dengan membawa berbagai macam makanan serta jajanan khas Paer Lenek dalam satu wadah dulang yang disebut Sampak (dok. Paer Lenek)
Ngejot dilakukan dengan membawa berbagai macam makanan serta jajanan khas Paer Lenek dalam satu wadah dulang yang disebut Sampak (dok. Paer Lenek)
Sesajian itu kemudian dipersembahkan kepada kedua orang tua, mertua, tetangga terdekat, pemimpin, tokoh agama dan tokoh masyarakat (dok. Paer Lenek)
Sesajian itu kemudian dipersembahkan kepada kedua orang tua, mertua, tetangga terdekat, pemimpin, tokoh agama dan tokoh masyarakat (dok. Paer Lenek)
Penyerahan sesaji dilakukan sekaligus dengan ucapan permintaan maaf kepada orang tua, mertua keluarga dan atau kepada orang yang diberikan dulang (dok. Paer Lenek)
Penyerahan sesaji dilakukan sekaligus dengan ucapan permintaan maaf kepada orang tua, mertua keluarga dan atau kepada orang yang diberikan dulang (dok. Paer Lenek)
Namun, tradisi Ngejot saat ini terbilang lebih fleksibel. Tapi Ngejot tetap menggunakan Sampak (dulang) karena etika penyajian makanan kepada orang tua harus sopan dan beradat (dok. Paer Lenek)
Namun, tradisi Ngejot saat ini terbilang lebih fleksibel. Tapi Ngejot tetap menggunakan Sampak (dulang) karena etika penyajian makanan kepada orang tua harus sopan dan beradat (dok. Paer Lenek)
Selain untuk memperkukuh silaturahmi dan saling maaf memaafkan, nilai luhur dalam tradisi Ngejot juga bertujuan agar keluarga, kerabat dan tetangga bisa ikut merasakan kebahagiaan di hari yang fitri (dok. Paer Lenek)
Selain untuk memperkukuh silaturahmi dan saling maaf memaafkan, nilai luhur dalam tradisi Ngejot juga bertujuan agar keluarga, kerabat dan tetangga bisa ikut merasakan kebahagiaan di hari yang fitri (dok. Paer Lenek)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA