Tokyo - Wabah virus corona dan cuaca yang kurang baik menyebabkan festival salju Sapporo berbeda dengan tahun lalu. Pengunjung yang datang menurun drastis.
Potret Patung-Patung Salju Raksasa di Festival Sapporo

Festival Salju Sapporo di Hokkaido, Jepang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Namun, tahun ini pengunjung berkurang drastis akibat virus corona dan cuaca yang tak menentu. (Koichi Kamoshida/Getty Images)
Sebanyak 200 patung salju dipajang dalam festival sepanjang 11 hari. Karena terkendala cuaca yang menyebabkan sedikitnya salju, akhirnya salju diimpor dari beberapa kota. (Charly Triballeau/Getty Images)
Seluncur salju yang biasanya memiliki panjang hingga 100 meter, kini hanya berukuran 70 meter. Pada tahun sebelumnya, pengunjung yang datang mencapai angka 2,7 juta, namun tahun ini hanya sekitar 2,2 juta. (Charly Triballeau/Getty Images)
Ada pula mini lokomotif uap mini yang masuk ke terowongan salju "Cup Noddles". Para pengunjung yang bukan anak-anak ini terlihat antusias menaiki lokomotif.
Patung salju ini dibuat dengan motif Olimpiade Tokyo 2020. (Charly Triballeau/Getty Images)
Setelah matahari tenggalam, replika istana salju raksasa terlihat cantik dengan lampu yang menyala. (Charly Triballeau/Getty Images)
Patung salju raksasa ini mewakili Prix de l'Arc de Triomphe, yaitu pacuan kuda yang diadakan di Paris Longchamp Racecourse di Prancis. Patung ini dinyalakan pada malam hari selama festival Salju Sapporo.
Salju raksasa ini menggambarkan Ainu Rakkur, legenda mitos di Jepang. (Charly Triballeau/Getty Images)
Komentar Terbanyak
Didemo Pelaku Wisata, Gubernur Dedi: Jelas Sudah Study Tour Itu Piknik
Pendemo: Dedi Mulyadi Tidak Punya Nyali Ketemu Peserta Demo Study Tour
Forum Orang Tua Siswa: Study Tour Ngabisin Duit!