Boyolali - Suparno sudah 20 tahun menggeluti kerajinan kostum tari tradisional dan reog. Dari tangan terampilnya, kostum reog akan tetap lestari di lereng Merapi.
Foto Travel
Mereka yang Melestarikan Kostum Reog di Lereng Merapi
Kesenian tarian tradisional reog berkembang di wilayah lereng Gunung Merapi. Itulah yang membuat Suparno, warga Dukuh Gebyok, Desa Samiran, Boyolali menekuni bisnis kostum tari tradisional dan reog. (Ragil Ajiyanto/detikcom)
Ide itu muncul ketika Suparno menjadi ketua paguyuban seni reog di Selo. Dari situ, muncul ide membuat seragam sendiri, karena jika membeli harganya juga tidak murah. (Ragil Ajiyanto/detikcom)
Lama kelamaan, usahanya berkembang. Pesanan pun terus mengalir dari berbagai kelompok kesenian. Tak hanya dari Boyolali, tapi juga dari Kalimantan Timur dan Lampung. (Ragil Ajiyanto/detikcom)
Menurut Suparno, harga yang paling murah itu pakaian gedruk dewasa sebesar Rp 650.000 sampai yang paling mahal Rp 1,5 juta.Β (Ragil Ajiyanto/detikcom)
Usaha kostum tari yang diberi nama Merapi Art ini pun terus bertahan hingga kini. Tak hanya kostum, Suparno juga membuat dan mengajarkan tarian kepada siapapun yang mau belajar. (Ragil Ajiyanto/detikcom)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah