Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 10 Apr 2021 12:04 WIB

PHOTOS

Melihat Lebih Dekat 'Gedung Setan' Berusia 200 Tahun di Surabaya

Esti Widiyana
detikTravel

Surabaya - Siapa yang tidak tahu dengan 'Gedung Setan' di Surabaya. Jika dilihat dari kasat mata, bangunan tua itu terlihat angker.

Gedung Setan sendiri dulunya adalah bekas Kantor Gubernur Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Jawa Timur dan berdiri sejak tahun 1809. Setelah VOC bangkrut dan tidak lagi tinggal di Indonesia, bangunan lawas dua lantai ini menjadi milik Dokter Teng Sioe Hie.
Gedung Setan sendiri dulunya adalah bekas Kantor Gubernur Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Jawa Timur dan berdiri sejak tahun 1809. Setelah VOC bangkrut dan tidak lagi tinggal di Indonesia, bangunan lawas dua lantai ini menjadi milik Dokter Teng Sioe Hie.
Akan tetapi, bangunan ini tidak dijadikam tempat tinggal oleh Dokter Teng Sioe Hie. Sebab, seiring kepergian VOC, lahan kosong di kanan-kiri gedung dijadikan tempat pemakaman Tionghoa.
Akan tetapi, bangunan ini tidak dijadikam tempat tinggal oleh Dokter Teng Sioe Hie. Sebab, seiring kepergian VOC, lahan kosong di kanan-kiri gedung dijadikan tempat pemakaman Tionghoa.
Oleh karena itu, warga menyebut bangunan ini sebagai Gedung Setan. Pasalnya, lokasi gedung yang usianya sudah sekitar 200 tahun berada di tengah area pemakaman Tionghoa.
Oleh karena itu, warga menyebut bangunan ini sebagai 'Gedung Setan'. Pasalnya, lokasi gedung yang usianya sudah sekitar 200 tahun berada di tengah area pemakaman Tionghoa.
Meski terlihat angker dan saat malam hari gelap, Gedung Setan ini memiliki penghuni sekitar 40 KK. Mayoritas penghuni merupakan generasi keempat pengungsi Tionghoa sejak tahun 1948.
Meski terlihat angker dan saat malam hari gelap, 'Gedung Setan' ini memiliki penghuni sekitar 40 KK. Mayoritas penghuni merupakan generasi keempat pengungsi Tionghoa sejak tahun 1948.
Selain warga yang memiliki garis keturunan dari penghuni asli tahun 1948 tidak bisa tinggal. Meskipun keluarga dari pemilik bangunan sendiri tidak tinggal disana.
Selain warga yang memiliki garis keturunan dari penghuni asli tahun 1948 tidak bisa tinggal. Meskipun keluarga dari pemilik bangunan sendiri tidak tinggal disana.
Kondisi Gedung Setan sendiri masih kokoh berdiri karena ketebalan dindingnya saja hampir 50 cm. Walaupun terdapat bagian tembok yang rontok, penghuni merasa nyaman tinggal disana. Gedung tua ini terdiri dari 40 ruang yang dijadikan kamar.
Kondisi 'Gedung Setan' sendiri masih kokoh berdiri karena ketebalan dindingnya saja hampir 50 cm. Walaupun terdapat bagian tembok yang rontok, penghuni merasa nyaman tinggal disana. Gedung tua ini terdiri dari 40 ruang yang dijadikan kamar.
Menariknya, di dalam Gedung Setan ini terdapat gereja dengan luas sekitar 15x15 meter berada di lantai dua. Terdapat poster gambar Yesus menempel di dinding.  Di ruangan ini tampak lebih terang. Dari kaca jendela terlihat  fly over Banyu Urip yang dilintasi pengendara.
Menariknya, di dalam 'Gedung Setan' ini terdapat gereja dengan luas sekitar 15x15 meter berada di lantai dua. Terdapat poster gambar Yesus menempel di dinding.  Di ruangan ini tampak lebih terang. Dari kaca jendela terlihat  fly over Banyu Urip yang dilintasi pengendara.
Bangunan cagar budaya ini tidak pernah mendapat perbaikan dari Pemerintah Kota Surabaya. Padahal, banyak yang harus diperbaiki, seperti atap yang sering bocor. Saking tidak ada bantuan, akhirnya donatur yang memberi bantuan mengganti atap.
Bangunan cagar budaya ini tidak pernah mendapat perbaikan dari Pemerintah Kota Surabaya. Padahal, banyak yang harus diperbaiki, seperti atap yang sering bocor. Saking tidak ada bantuan, akhirnya donatur yang memberi bantuan mengganti atap.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA