Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 14 Apr 2021 03:01 WIB

PHOTOS

Foto: Masjid Besar Cipaganti, Masjid Tua yang Dirancang Arsitek Belanda

Pool
detikTravel

Bandung - Masjid Besar Cipaganti terkenal sebagai salah satu masjid tertua dan bersejarah di Bandung. Masjid yang didirikan tahun 1933 ini dirancang oleh arsitek Belanda.

Masjid Besar Cipaganti yang berada di Jalan R.A.A. Wiranatakusumah No.85 merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Kota Kembang Bandung. Dok. www.simas.kemenag.go.id.

Masjid Besar Cipaganti yang berada di Jalan R.A.A. Wiranatakusumah No.85 merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Kota Kembang Bandung. Dok. www.simas.kemenag.go.id.

Didirikan pada tahun 1933, masjid ini berada di kawasan Nylandweg pada zaman Belanda dan kemudian berganti nama menjadi Jalan Cipaganti, kemudian Jalan R.A.A. Wiranatakusumah. Dok. www.simas.kemenag.go.id.

Didirikan pada tahun 1933, masjid ini berada di kawasan Nylandweg pada zaman Belanda dan kemudian berganti nama menjadi Jalan Cipaganti, kemudian Jalan R.A.A. Wiranatakusumah. Dok. www.simas.kemenag.go.id.

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Cipaganti diketahui dilakukan pada 7 Februari 1933. Masjid yang dirancang oleh arsitek Belanda bernama Charles Prosper Wolff Schoemaker ini kemudian diresmikan pada 27 Januari 1934. Dok. www.simas.kemenag.go.id.

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Cipaganti diketahui dilakukan pada 7 Februari 1933. Masjid yang dirancang oleh arsitek Belanda bernama Charles Prosper Wolff Schoemaker ini kemudian diresmikan pada 27 Januari 1934. Dok. www.simas.kemenag.go.id.

Dirancang oleh arsitek Belanda, Masjid Besar Cipaganti yang saat awal berdiri bernama Masjid kaum Cipaganti ini memiliki gaya arsitektur yang memadukan unsur Eropa dan kebudayaan tradisional Jawa. Dok. Syahda Musthafa/Humas.Bandung.go.id.

Dirancang oleh arsitek Belanda, Masjid Besar Cipaganti yang saat awal berdiri bernama Masjid kaum Cipaganti ini memiliki gaya arsitektur yang memadukan unsur Eropa dan kebudayaan tradisional Jawa. Dok. Syahda Musthafa/Humas.Bandung.go.id.

Perpaduan unsur Eropa dan kebudayaan tradisional Jawa terlihat dari atap yang berbentuk tajug tumpang dua, tembok ukir, gerbang utama, serta kaligrafi yang terdapat di mihrab dan mimbar utama. Dok. Syahda Musthafa/Humas.Bandung.go.id.

Perpaduan unsur Eropa dan kebudayaan tradisional Jawa terlihat dari atap yang berbentuk tajug tumpang dua, tembok ukir, gerbang utama, serta kaligrafi yang terdapat di mihrab dan mimbar utama. Dok. Syahda Musthafa/Humas.Bandung.go.id.

Masjid yang mampu menampung hingga 1.500 jemaah ini pun diketahui menjadi salah satu bangunan cagar budaya yang ada di Kota Kembang. Masjid ini diketahui pernah mengalami perluasan bentuk pada tahun 1979, meski begitu bangunan asli masjid ini tetap dipertahankan. Dok. Syahda Musthafa/Humas.Bandung.go.id.

Masjid yang mampu menampung hingga 1.500 jemaah ini pun diketahui menjadi salah satu bangunan cagar budaya yang ada di Kota Kembang. Masjid ini diketahui pernah mengalami perluasan bentuk pada tahun 1979, meski begitu bangunan asli masjid ini tetap dipertahankan. Dok. Syahda Musthafa/Humas.Bandung.go.id.

Presiden Pertama Indonesia, Soekarno pun diketahui pernah melaksanakan salat jumat di salah satu masjid tertua di Bandung ini. Dok. www.simas.kemenag.go.id.

Presiden Pertama Indonesia, Soekarno pun diketahui pernah melaksanakan salat jumat di salah satu masjid tertua di Bandung ini. Dok. www.simas.kemenag.go.id.

Tak hanya menjadi bangunan cagar budaya, Masjid Besar Cipaganti hingga kini masih menjadi salah satu pusat syiar agama Islam di kawasan Bandung. Dok. Syahda Musthafa/Humas.Bandung.go.id.

Tak hanya menjadi bangunan cagar budaya, Masjid Besar Cipaganti hingga kini masih menjadi salah satu pusat syiar agama Islam di kawasan Bandung. Dok. Syahda Musthafa/Humas.Bandung.go.id.

FOKUS BERITA

Muslim Traveler
BERITA TERKAIT
BACA JUGA