Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 27 Apr 2021 03:31 WIB

PHOTOS

Asyik... Bali-Gili Iyang Bakal Ada Seaplane

Madura - Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) melakukan uji operasional seaplane atau pesawat apung dengan rute Bali menuju Gili Iyang, Madura.

Seaplane atau pesawat apung merupakan pesawat udara yang dapat mendarat di bandar udara daratan (land aerodrome) serta bandar udara perairan (waterbase).
Seaplane atau pesawat apung merupakan pesawat udara yang dapat mendarat di bandar udara daratan (land aerodrome) serta bandar udara perairan (waterbase).
Seaplane yang diujikan dalam uji operasional ini adalah jenis Cessna Caravan Amfibi 208A yang saat ini beroperasi di Indonesia. Gili Iyang menjadi lokasi pertama yang dipilih dalam uji operasi ini. Pulau ini terletak di sebelah timur Pulau Madura dan secara administratif termasuk wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Gili Iyang menjadi salah satu lokasi yang potensial karena dikenal sebagai pulau dengan kadar oksigen tinggi yang menjadi daya tarik utama bagi wisawatan. 
Seaplane yang diujikan dalam uji operasional ini adalah jenis Cessna Caravan Amfibi 208A yang saat ini beroperasi di Indonesia. Gili Iyang menjadi lokasi pertama yang dipilih dalam uji operasi ini. Pulau ini terletak di sebelah timur Pulau Madura dan secara administratif termasuk wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Gili Iyang menjadi salah satu lokasi yang potensial karena dikenal sebagai pulau dengan kadar oksigen tinggi yang menjadi daya tarik utama bagi wisawatan. 
Pesawat ini merupakan pilihan yang sesuai untuk digunakan pada perairan di Indonesia. Hal ini berdasarkan pengamatan dan analisis yang dilakukan oleh Balitbanghub terkait kedalaman perairan, ketinggian gelombang, serta kekuatan arus. 
Pesawat ini merupakan pilihan yang sesuai untuk digunakan pada perairan di Indonesia. Hal ini berdasarkan pengamatan dan analisis yang dilakukan oleh Balitbanghub terkait kedalaman perairan, ketinggian gelombang, serta kekuatan arus. 
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara, Capt. Novyanto Widadi (kanan) dan pilot pesawat, Captain Yopi Priherda (kiri) usai melakukan ujicoba perjalanan dari Bali menuju Gili Iyang yang bakal jadi lokasi pertama yang dipilih dalam uji operasi ini. 
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara, Capt. Novyanto Widadi (kanan) dan pilot pesawat, Captain Yopi Priherda (kiri) usai melakukan ujicoba perjalanan dari Bali menuju Gili Iyang yang bakal jadi lokasi pertama yang dipilih dalam uji operasi ini. 
Pesawat apung umumnya digunakan sebagai sarana transportasi ke daerah terpencil yang tidak memiliki bandara didaratan tapi memiliki wilayah perairan yang cocok sebagai landasan. Selain Gili Iyang, Kemenhub melalui Balitbanghub juga merencanakan pembuatan bandara perairan dan pengoperasian seaplane di daerah lainnya di Indonesia. Lokasi yang direncanakan meliputi Danau Toba-Sumatera Utara, Pulau Senua-Kepulauan Riau, Derawan Berau-Kalimantan Timur, Gili Trawangan di Lombok Utara (NTB), Labuan Bajo Manggarai Barat-Nusa Tenggara Timur (NTT), Bunaken Manado-Sulawesi Utara, Wakatobi-Sulawesi Tenggara, Pulau Widi Halmahera Selatan-Maluku Utara dan Raja Ampat-Papua Barat. 
Pesawat apung umumnya digunakan sebagai sarana transportasi ke daerah terpencil yang tidak memiliki bandara didaratan tapi memiliki wilayah perairan yang cocok sebagai landasan. Selain Gili Iyang, Kemenhub melalui Balitbanghub juga merencanakan pembuatan bandara perairan dan pengoperasian seaplane di daerah lainnya di Indonesia. Lokasi yang direncanakan meliputi Danau Toba-Sumatera Utara, Pulau Senua-Kepulauan Riau, Derawan Berau-Kalimantan Timur, Gili Trawangan di Lombok Utara (NTB), Labuan Bajo Manggarai Barat-Nusa Tenggara Timur (NTT), Bunaken Manado-Sulawesi Utara, Wakatobi-Sulawesi Tenggara, Pulau Widi Halmahera Selatan-Maluku Utara dan Raja Ampat-Papua Barat.
 
Pesawat apung ini juga dapat digunakan untuk kepentingan search and rescue (SAR) dan patroli laut. Tapi, kini semakin banyak juga pesawat apung yang digunakan untuk transportasi wisata di wilayah perairan luas.  
Pesawat apung ini juga dapat digunakan untuk kepentingan search and rescue (SAR) dan patroli laut. Tapi, kini semakin banyak juga pesawat apung yang digunakan untuk transportasi wisata di wilayah perairan luas. 
 
Selain uji operasional pesawat apung, Balitbanghub juga merencanakan pembangunan bandar udara perairan sebagai tempat lepas landas (take off) dan pendaratan (landing) dari pesawat apung tersebut. 
Selain uji operasional pesawat apung, Balitbanghub juga merencanakan pembangunan bandar udara perairan sebagai tempat lepas landas (take off) dan pendaratan (landing) dari pesawat apung tersebut. 
Pembangunan infrastruktur dan sarana transportasi ini merupakan hasil kerja sama penelitian antara Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan (Balitbanghub) dengan Pusat Studi Asia Pasifik (PSAP) Universitas Gajah Mada yang telah berlangsung sejak tahun 2019.
Pembangunan infrastruktur dan sarana transportasi ini merupakan hasil kerja sama penelitian antara Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan (Balitbanghub) dengan Pusat Studi Asia Pasifik (PSAP) Universitas Gajah Mada yang telah berlangsung sejak tahun 2019.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA