Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 04 Mei 2021 11:40 WIB

PHOTOS

Foto: Melihat Lagi Tradisi Nyadran Gede Warga Banjarnegara

Uje Hartono
detikTravel

Banjarnegara - Di bulan Ramadan, warga Banjarnegara mengenal tradisi Nyadran Gede. Mereka akan membersihkan makam dan juga menikmati hasil bumi bersama-sama. Ini potretnya:

Setiap tahun, warga Desa Gumelem Kulon dan Desa Gumelem Wetan di Kecamatan Susukan, Banjarnegara melakukan tradisi Nyadran Gede. Tradisi unik ini biasanya dilakukan menjelang datangnya bulan Ramadan. (Uje Hartono/detikTravel)
Setiap tahun, warga Desa Gumelem Kulon dan Desa Gumelem Wetan di Kecamatan Susukan, Banjarnegara melakukan tradisi Nyadran Gede. Tradisi unik ini biasanya dilakukan menjelang datangnya bulan Ramadan. (Uje Hartono/detikTravel)
Warga desa akan membersihkan makam dan berdoa bersama. Kemudian mereka akan bersholawat di pendapa yang berada di area makam. Tradisi ini sudah dilakukan secara turun temurun. (Uje Hartono/detikTravel)
Warga desa akan membersihkan makam dan berdoa bersama. Kemudian mereka akan bersholawat di pendapa yang berada di area makam. Tradisi ini sudah dilakukan secara turun temurun. (Uje Hartono/detikTravel)
Selain membersihkan makam, warga juga menikmati hasil bumi yang dibawa ke petilasan Girilangan secara bersama-sama. Tradisi Nyadran saat ini adalah bentuk pelestarian kegiatan dari jaman kademangan. (Uje Hartono/detikTravel)
Selain membersihkan makam, warga juga menikmati hasil bumi yang dibawa ke petilasan Girilangan secara bersama-sama. Tradisi Nyadran saat ini adalah bentuk pelestarian kegiatan dari jaman kademangan. (Uje Hartono/detikTravel)
Tradisi Nyadran ini dilakukan juga sebagai bentuk untuk mendoakan arwah para pendahulu. Mengingat pendahulu Desa Gumelem Kulon maupun Gumelem Wetan dimakamkan di sekitar petilasan Girilangan. (Uje Hartono/detikTravel)
Tradisi Nyadran ini dilakukan juga sebagai bentuk untuk mendoakan arwah para pendahulu. Mengingat pendahulu Desa Gumelem Kulon maupun Gumelem Wetan dimakamkan di sekitar petilasan Girilangan. (Uje Hartono/detikTravel)
Acara ditutup dengan makan bersama warga desa. Mereka menikmati hasil bumi yang sudah dimasak dan dibawa ke petilasan Girilangan bersama-sama. (Uje Hartono/detikTravel)
Acara ditutup dengan makan bersama warga desa. Mereka menikmati hasil bumi yang sudah dimasak dan dibawa ke petilasan Girilangan bersama-sama. (Uje Hartono/detikTravel)
Tradisi Nyadran tahun ini dilakukan sedikit berbeda dari biasanya. Ada beberapa kegiatan yang akhirnya tidak dilakukan lantaran masih pandemi COVID-19, seperti acara arak-arakan dari balai desa sampai ke area makam. (Uje Hartono/detikTravel)
Tradisi Nyadran tahun ini dilakukan sedikit berbeda dari biasanya. Ada beberapa kegiatan yang akhirnya tidak dilakukan lantaran masih pandemi COVID-19, seperti acara arak-arakan dari balai desa sampai ke area makam. (Uje Hartono/detikTravel)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA