Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 24 Mei 2021 05:45 WIB

PHOTOS

Foto: Saat Jerami Sisa Panen Jadi Karya Seni

Uje Hartono
detikTravel

Banjarnegara - Di tangan orang kreatif, jerami sisa panen bisa disulap jadi karya seni. Orang-orang pun berdatangan untuk selfie ke sini. Wah, keren banget!

Jerami yang biasanya dibakar pasca panen, namun di tangan para petani di Banjarnegara ini disulap menjadi karya seni. Ada patung berbagai bentuk yang diciptakan oleh para petani ini. (Uje Hartono/detikTravel)

Jerami yang biasanya dibakar pasca panen, namun di tangan para petani di Banjarnegara ini disulap menjadi karya seni. Ada patung berbagai bentuk yang diciptakan oleh para petani ini. (Uje Hartono/detikTravel)

Di atas lahan sawah seluas 1.500 meter, patung pesawat, perahu, ketupat, bedug, hingga gerobak dawet dari jerami berdiri. Tidak heran, patung-patung ini pun mencuri perhatian warga yang melintas di area persawahan. (Uje Hartono/detikTravel)

Di atas lahan sawah seluas 1.500 meter, patung pesawat, perahu, ketupat, bedug, hingga gerobak dawet dari jerami berdiri. Tidak heran, patung-patung ini pun mencuri perhatian warga yang melintas di area persawahan. (Uje Hartono/detikTravel)

Warga yang penasaran pun masuk untuk bersantai hingga berswafoto bersama teman atau keluarganya. Lokasinya berada di Desa Blambangan, Kecamatan Bawang, Banjarnegara. (Uje Hartono/detikTravel)

Warga yang penasaran pun masuk untuk bersantai hingga berswafoto bersama teman atau keluarganya. Lokasinya berada di Desa Blambangan, Kecamatan Bawang, Banjarnegara. (Uje Hartono/detikTravel)

Untuk membuat patung-patung jerami ini dibutuhkan waktu sekitar 2 minggu dengan bahan 3 truk jerami. Semua bahan hanya memanfaatkan jerami dari area sawah di daerah sekitar desa saja. (Uje Hartono/detikTravel)

Untuk membuat patung-patung jerami ini dibutuhkan waktu sekitar 2 minggu dengan bahan 3 truk jerami. Semua bahan hanya memanfaatkan jerami dari area sawah di daerah sekitar desa saja. (Uje Hartono/detikTravel)

Tidak ada pungutan biaya untuk berkunjung ke sini. Hanya uang donasi seikhlasnya. Pihak desa menyediakan warung makan dengan menu tradisional seperti jajanan pasar, nasi jagung, pecel hingga nasi gaplek. (Uje Hartono/detikTravel)

Tidak ada pungutan biaya untuk berkunjung ke sini. Hanya uang donasi seikhlasnya. Pihak desa menyediakan warung makan dengan menu tradisional seperti jajanan pasar, nasi jagung, pecel hingga nasi gaplek. (Uje Hartono/detikTravel)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA