Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 28 Jun 2021 13:06 WIB

PHOTOS

Menjelajah Pantai Sejarah yang Penuh Cerita di Sumatera Utara

Pradita Utama
detikTravel

Sumatera Utara - Pantai Perupuk di Sumatera Utara juga dikenal dengan nama Pantai Sejarah. Seperti namanya, pantai ini menyimpan banyak cerita dan kenangan bagi warga di sana.

Sejumlah pengunjung menikmati suasana pantai di kawasan Pantai Perupuk, Desa Perupuk, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. 
Sejumlah pengunjung menikmati suasana pantai di kawasan Pantai Perupuk, Desa Perupuk, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.
 
Pantai Perupuk jadi salah satu destinasi wisata andalan di Kabupaten Batu Bara, Sumut. Guna mencegah penyebaran virus Corona, para pengunjung yang hendak memasuki kawasan pantai pun diimbau untuk melewati bilik disinfektan serta menerapkan protokol kesehatan.
Pantai Perupuk jadi salah satu destinasi wisata andalan di Kabupaten Batu Bara, Sumut. Guna mencegah penyebaran virus Corona, para pengunjung yang hendak memasuki kawasan pantai pun diimbau untuk melewati bilik disinfektan serta menerapkan protokol kesehatan.
Tak hanya dikenal sebagai salah satu destinasi wisata andalan, Pantai Perupuk atau dikenal juga dengan nama Pantai Sejarah menyimpan beragam cerita dan kenangan bagi masyarakat setempat.
Tak hanya dikenal sebagai salah satu destinasi wisata andalan, Pantai Perupuk atau dikenal juga dengan nama Pantai Sejarah menyimpan beragam cerita dan kenangan bagi masyarakat setempat.
Menurut Ketua Kelompok Tani Cinta Mangrove Kabupaten Batubara, Azizi, sejarah pantai dengan panjang kurang dari 5 kilometer ini dimulai pada tahun 1942 ketika Perang Dunia II tengah terjadi. Kala itu Jepang melihat potensi pantai ini sebagai tempat pertahanan yang strategis dan memutuskan untuk mendarat di Pantai tersebut.
Menurut Ketua Kelompok Tani Cinta Mangrove Kabupaten Batubara, Azizi, sejarah pantai dengan panjang kurang dari 5 kilometer ini dimulai pada tahun 1942 ketika Perang Dunia II tengah terjadi. Kala itu Jepang melihat potensi pantai ini sebagai tempat pertahanan yang strategis dan memutuskan untuk mendarat di Pantai tersebut.
Sempat menjadi tempat pertahanan Jepang, pantai ini ditinggalkan begitu saja dengan segala peninggalannya pascakemerdekaan Indonesia. Hingga saat ini sejumlah peninggalan Jepang masih terlihat di beberapa titik yang ada di sepanjang pantai.
Sempat menjadi tempat pertahanan Jepang, pantai ini ditinggalkan begitu saja dengan segala peninggalannya pascakemerdekaan Indonesia. Hingga saat ini sejumlah peninggalan Jepang masih terlihat di beberapa titik yang ada di sepanjang pantai.
Di tahun 1978-1979, pantai ini pun beralih fungsi menjadi tempat tempat pemijahan berbentuk tambak sistem permanen dengan atap kaca. Sayangnya, program yang kala itu diusung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak berhasil, sehingga hanya meninggalkan struktur bangunan.
Di tahun 1978-1979, pantai ini pun beralih fungsi menjadi tempat tempat pemijahan berbentuk tambak sistem permanen dengan atap kaca. Sayangnya, program yang kala itu diusung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak berhasil, sehingga hanya meninggalkan struktur bangunan.
Pantai ini pun kemudian juga sempat mengalami abrasi besar-besaran yang disebabkan oleh penjualan pasir kuarsa. Ditambah lagi dengan proses sedimentasi tanah yang timbul. Pantai ini juga sempat dibangun sebuah jembatan berbentuk U, tapi sayangnya ditinggalkan begitu saja dan rusak. Menurut Azizi area pantai ini dipakai sebagai tempat latihan ABRI/TNI. Setelah sudah tidak dipakai, pantai ini akhirnya rusak begitu saja. Lalu, dibangun gubuk kecil di area pinggiran pantai, sempat jadi area penjualan miras, narkoba, prostitusi.
Pantai ini pun kemudian juga sempat mengalami abrasi besar-besaran yang disebabkan oleh penjualan pasir kuarsa. Ditambah lagi dengan proses sedimentasi tanah yang timbul. Pantai ini juga sempat dibangun sebuah jembatan berbentuk U, tapi sayangnya ditinggalkan begitu saja dan rusak. Menurut Azizi area pantai ini dipakai sebagai tempat latihan ABRI/TNI. Setelah sudah tidak dipakai, pantai ini akhirnya rusak begitu saja. Lalu, dibangun gubuk kecil di area pinggiran pantai, sempat jadi area penjualan miras, narkoba, prostitusi.
Seiring berjalannya waktu, Kabupaten Batubara mengalami pemekaran di tahun 2006 dan mengambil alih Pantai bersejarah ini. Dari sinilah, Azizi bersama kelompoknya bergerak untuk menanam mangrove agar ekosistem yang ada di Pantai Perupuk bisa kembali seperti semula.  
Seiring berjalannya waktu, Kabupaten Batubara mengalami pemekaran di tahun 2006 dan mengambil alih Pantai bersejarah ini. Dari sinilah, Azizi bersama kelompoknya bergerak untuk menanam mangrove agar ekosistem yang ada di Pantai Perupuk bisa kembali seperti semula. 
 
Azizi pun berkoordinasi dengan Bupati Batubara untuk menata pantai bersejarah tersebut agar tidak ada lagi prostitusi. Dan kini telah menjadi tempat rekreasi andalan bagi warga Kabupaten Batubara walaupunn masih harus dilakukan pengembangan di berbagi sektor. 
Azizi pun berkoordinasi dengan Bupati Batubara untuk menata pantai bersejarah tersebut agar tidak ada lagi prostitusi. Dan kini telah menjadi tempat rekreasi andalan bagi warga Kabupaten Batubara walaupunn masih harus dilakukan pengembangan di berbagi sektor. 
Perlu diketahui PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yang melakukan kegiatan untuk menanami lahan yang sudah gundul atau kritis di kawasan Pantai Sejarah. Selain itu Inalum memberikan bantuan bibit untuk mangrove. Tak hanya itu, sampai hari ini peran Inalum di Pantai Sejarah juga banyak memberi bantuan seperti kayu fillet, membuatkan tempat duduk/selfie dan dikelola oleh pemerintah desa.
Perlu diketahui PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yang melakukan kegiatan untuk menanami lahan yang sudah gundul atau kritis di kawasan Pantai Sejarah. Selain itu Inalum memberikan bantuan bibit untuk mangrove. Tak hanya itu, sampai hari ini peran Inalum di Pantai Sejarah juga banyak memberi bantuan seperti kayu fillet, membuatkan tempat duduk/selfie dan dikelola oleh pemerintah desa.
Sebagai informasi, detikcom bersama MIND ID mengadakan program Jelajah Tambang berisi ekspedisi ke daerah pertambangan Indonesia. detikcom menyambangi kota-kota industri tambang di Indonesia untuk memotret secara lengkap bagaimana kehidupan masyarakat dan daerah penghasil mineral serta bagaimana pengolahannya.
Sebagai informasi, detikcom bersama MIND ID mengadakan program Jelajah Tambang berisi ekspedisi ke daerah pertambangan Indonesia. detikcom menyambangi kota-kota industri tambang di Indonesia untuk memotret secara lengkap bagaimana kehidupan masyarakat dan daerah penghasil mineral serta bagaimana pengolahannya.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA