Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 15 Agu 2021 16:40 WIB

PHOTOS

Foto: Mata Air Bersejarah Peninggalan Belanda di Majalengka

Bima Bagaskara
detikTravel

Majalengka - Di Majalengka ada satu destinasi wisata sejarah yang unik yaitu Pantan Cigowong. Wujudnya berupa mata air peninggalan Belanda. Seperti apa wujudnya?

Inilah destinasi Pantan Cigowong di Majalengka. Destinasi itu adalah sebuah mata air yang berada di Dusun Cigowong, Desa Ganeas, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka. (Bima Bagaskara/detikTravel)
Inilah destinasi Pantan Cigowong di Majalengka. Destinasi itu adalah sebuah mata air yang berada di Dusun Cigowong, Desa Ganeas, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka. (Bima Bagaskara/detikTravel)
Mata air ini terlihat sangat jernih memenuhi bangunan menyerupai kolam. Air yang dikeluarkan dari mata air Pantan Cigowong ini juga cukup deras. Mata air Pantan Cigowong ini diketahui merupakan peninggalan Belanda. (Bima Bagaskara/detikTravel)
Mata air ini terlihat sangat jernih memenuhi bangunan menyerupai kolam. Air yang dikeluarkan dari mata air Pantan Cigowong ini juga cukup deras. Mata air Pantan Cigowong ini diketahui merupakan peninggalan Belanda. (Bima Bagaskara/detikTravel)
Mata air Pantan Cigowong pertama kali diresmikan oleh Bupati Majalengka saat itu yakni Raden Mas Arya Adipati Soeriatanudibrata pada 2 November 1936. Saat itu disebutkan bupati akan meresmikan saluran air bersih atau Watter Leiding Bedrift. (Bima Bagaskara/detikTravel)
Mata air Pantan Cigowong pertama kali diresmikan oleh Bupati Majalengka saat itu yakni Raden Mas Arya Adipati Soeriatanudibrata pada 2 November 1936. Saat itu disebutkan bupati akan meresmikan saluran air bersih atau Watter Leiding Bedrift. (Bima Bagaskara/detikTravel)
Konon katanya, pembangunan Watter Leideng Bedrift ini sebagai peringatan pernikahan Ratu Belanda Wilhelminna dan Pangeran Heindrik. (Bima Bagaskara/detikTravel)
Konon katanya, pembangunan Watter Leideng Bedrift ini sebagai peringatan pernikahan Ratu Belanda Wilhelminna dan Pangeran Heindrik. (Bima Bagaskara/detikTravel)
Pernikahan mereka dilaksanakan di Belanda pada 7 Februari 1902. Nah, peletakan batu pertana pembangunan Pantan Cigowong ini dilakukan pada tanggal yang sama, 7 Februari 1936. Kemudian diresmikan tanggal 2 November 1936. (Bima Bagaskara/detikTravel)
Pernikahan mereka dilaksanakan di Belanda pada 7 Februari 1902. Nah, peletakan batu pertana pembangunan Pantan Cigowong ini dilakukan pada tanggal yang sama, 7 Februari 1936. Kemudian diresmikan tanggal 2 November 1936. (Bima Bagaskara/detikTravel)
Pada masa penjajahan Jepang, watter leideng bedrift tersebut sempat akan dihancurkan oleh tentara-tentara Jepang. Namun upaya itu tidak berhasil. Sekarang, mata air Pantan Cigowong masih terus dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan baik itu keperluan MCK maupun untuk mengairi sawah. (Bima Bagaskara/detikTravel)
Pada masa penjajahan Jepang, watter leideng bedrift tersebut sempat akan dihancurkan oleh tentara-tentara Jepang. Namun upaya itu tidak berhasil. Sekarang, mata air Pantan Cigowong masih terus dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan baik itu keperluan MCK maupun untuk mengairi sawah. (Bima Bagaskara/detikTravel)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA