Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 09 Sep 2021 19:00 WIB

PHOTOS

Nyata! Ancaman Abrasi di Pantai Jawa dan Sumatera

Dok. Detikcom
detikTravel

Jakarta - Terdapat 112 Kabupaten/Kota yang mempunyai risiko untuk tenggelam seperti di Bekasi, Jakarta, Semarang,Bengkalis dll.

Ketua Lembaga Riset Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Heri Andreas menjelaskan di Indonesia saat ini terdapat 112 Kabupaten/Kota yang mempunyai risiko untuk tenggelam. Potensinya sudah jelas dari data-data pengukuran. ANTARA FOTO/Aji Styawan  

Ketua Lembaga Riset Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Heri Andreas menjelaskan di Indonesia saat ini terdapat 112 Kabupaten/Kota yang mempunyai risiko untuk tenggelam. Potensinya sudah jelas dari data-data pengukuran. ANTARA FOTO/Aji Styawan  

Ancaman abrasi sangat terlihat di Kampung Muara Jaya, Desa Pantai Mekar, Muara gembong, Bekasi. Pemukiman tempat tinggal warga telah terendam oleh abrasi dari air laut di utara Bekasi. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi  

Ancaman abrasi sangat terlihat di Kampung Muara Jaya, Desa Pantai Mekar, Muara gembong, Bekasi. Pemukiman tempat tinggal warga telah terendam oleh abrasi dari air laut di utara Bekasi. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi  

Kawasan pemukiman di utara Bekasi itu sebelumnya dihuni ratusan kepala keluarga (KK). Namun, sejak 12 tahun silam rumah-rumah tersebut tenggelam akibat abrasi. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi  

Kawasan pemukiman di utara Bekasi itu sebelumnya dihuni ratusan kepala keluarga (KK). Namun, sejak 12 tahun silam rumah-rumah tersebut tenggelam akibat abrasi. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi  

Salah seorang warga mengungkapkan, tidak ada penanganan berarti dari pemerintah daerah setempat. Bahkan, upaya evakuasi juga tak pernah dilakukan. Akibatnya, selain ratusan rumah, ada juga dua masjid dan sebuah sekolah yang nyaris rusak lantaran setiap hari terendam air laut. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi  

Salah seorang warga mengungkapkan, tidak ada penanganan berarti dari pemerintah daerah setempat. Bahkan, upaya evakuasi juga tak pernah dilakukan. Akibatnya, selain ratusan rumah, ada juga dua masjid dan sebuah sekolah yang nyaris rusak lantaran setiap hari terendam air laut. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi  

Dampak abrasi juga terlihat di  sekitar pantai desa Eretan Kulon, Indramayu. Selama empat tahun terakhir banjir rob terus menerjang sehingga membuat rumah warga rusak terkikis ombak. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara  

Dampak abrasi juga terlihat di  sekitar pantai desa Eretan Kulon, Indramayu. Selama empat tahun terakhir banjir rob terus menerjang sehingga membuat rumah warga rusak terkikis ombak. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara  

Tak hanya rumah disekitaran pantai, banjir rob itu kian meluas hingga ke desa Eretan Wetan dan desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur. Sekolah, masjid dan puluhan rumah warga lain juga sudah terendam banjir rob setinggi kurang lebih 40 cm hingga 70 cm. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara  

Tak hanya rumah disekitaran pantai, banjir rob itu kian meluas hingga ke desa Eretan Wetan dan desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur. Sekolah, masjid dan puluhan rumah warga lain juga sudah terendam banjir rob setinggi kurang lebih 40 cm hingga 70 cm. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara  

Meski di kawasan pesisir Eretan Kulon sudah dipasang batu pemecah ombak, tapi seiring berjalannya waktu, batu itu tergerus pasang surut air laut, hingga air bisa meluap dan masuk ke permukiman warga. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara  

Meski di kawasan pesisir Eretan Kulon sudah dipasang batu pemecah ombak, tapi seiring berjalannya waktu, batu itu tergerus pasang surut air laut, hingga air bisa meluap dan masuk ke permukiman warga. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara  

Banjir rob yang kerap terjadi dan berlangsung dari tahun ke tahun itu membuat warga yang tinggal disekitar pantai desa itu selalu merasa was-was terlebih banyak rumah warga yang hanya menyisakan pondasi akibat hancur terhantam ombak. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara  

Banjir rob yang kerap terjadi dan berlangsung dari tahun ke tahun itu membuat warga yang tinggal disekitar pantai desa itu selalu merasa was-was terlebih banyak rumah warga yang hanya menyisakan pondasi akibat hancur terhantam ombak. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara  

Lalu pantai di Desa Teluk Rhu, Rupat Utara, Bengkalis, semakin dimakan abrasi. Kuatnya hempasan ombak Selat Melaka membuat bibir pantai di Desa Teluk Rhu mengalami abrasi yang cukup parah. Pradita Utama/detikcom  

Lalu pantai di Desa Teluk Rhu, Rupat Utara, Bengkalis, semakin dimakan abrasi. Kuatnya hempasan ombak Selat Melaka membuat bibir pantai di Desa Teluk Rhu mengalami abrasi yang cukup parah. Pradita Utama/detikcom  

Meskipun upaya telah dilakukan Pemerintah Kecamatan Rupat Utara bersama warga stempat untuk mengatasinya, namun hasilnya belum maksimal. Pradita Utama/detikcom  

Meskipun upaya telah dilakukan Pemerintah Kecamatan Rupat Utara bersama warga stempat untuk mengatasinya, namun hasilnya belum maksimal. Pradita Utama/detikcom  

Abrasi di pantai Teluk Rhu ini memang mulai mengkhawatirkan warga setempat. Pradita Utama/detikcom  

Abrasi di pantai Teluk Rhu ini memang mulai mengkhawatirkan warga setempat. Pradita Utama/detikcom  

Di kawasan pesisir Semarang, TPU Tambaklorok sudah tidak terlihat lagi karena dikikis abrasi dan air pasang yang semakin tinggi. Angling Adhitya Purbaya/detikcom  

Di kawasan pesisir Semarang, TPU Tambaklorok sudah tidak terlihat lagi karena dikikis abrasi dan air pasang yang semakin tinggi. Angling Adhitya Purbaya/detikcom  

Area pemakaman tersebut sudah mulai tenggelam sejak sekitar tahun 2012. Kondisi makam yang tenggelam itu terkadang memberikan pengalaman tersendiri bagi nelayan. Tidak sedikit dari nelayan yang kadang menjaring nisan hingga tengkorak manusia. Angling Adhitya Purbaya/detikcom  

Area pemakaman tersebut sudah mulai tenggelam sejak sekitar tahun 2012. Kondisi makam yang tenggelam itu terkadang memberikan pengalaman tersendiri bagi nelayan. Tidak sedikit dari nelayan yang kadang menjaring nisan hingga tengkorak manusia. Angling Adhitya Purbaya/detikcom  

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, tingginya gelombang abrasi pantai yang dipicu semakin berkurangnya kawasan mangrove telah menerjang pesisir Semarang dan mengikis daratan hingga 1,4 kilometer selama kurun waktu 20 tahun terakhir. Angling Adhitya Purbaya/detikcom      

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, tingginya gelombang abrasi pantai yang dipicu semakin berkurangnya kawasan mangrove telah menerjang pesisir Semarang dan mengikis daratan hingga 1,4 kilometer selama kurun waktu 20 tahun terakhir. Angling Adhitya Purbaya/detikcom      

Di ibu kota Jakarta, abrasi sudah tampak nyata di pesisir utara. Data menunjukkan saat ini sekitar 40 persen luas tanah Jakarta berada di bawah permukaan laut. Pradita Utama/detikcom    

Di ibu kota Jakarta, abrasi sudah tampak nyata di pesisir utara. Data menunjukkan saat ini sekitar 40 persen luas tanah Jakarta berada di bawah permukaan laut. Pradita Utama/detikcom    

Seperti yang tampak di Kampung Marunda, Jakarta Utara. Menurut keterangan warga, Kampung RW 02 Marunda ini merupakan salah satu kampung yang terancam tenggelam banjir air rob karena tanah yang selalu turun setiap tahunnya akibat pengikisan air tanah. Pradita Utama/detikcom    

Seperti yang tampak di Kampung Marunda, Jakarta Utara. Menurut keterangan warga, Kampung RW 02 Marunda ini merupakan salah satu kampung yang terancam tenggelam banjir air rob karena tanah yang selalu turun setiap tahunnya akibat pengikisan air tanah. Pradita Utama/detikcom    

BERITA TERKAIT
BACA JUGA