Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 12 Sep 2021 16:40 WIB

PHOTOS

Potret Sedih Kusir Andong di Kudus: Pernah Seharian Tak Dapat Penumpang

Dian Utoro Aji
detikTravel

Kudus - Pandemi Corona juga menghantam profesi kusir andong di Kudus. Pendapatan mereka berkurang drastis, bahkan pernah seharian tak dapat penumpang. Ini potretnya:

Moda transportasi Andong hingga kini masih ditemui di kawasan GOR Bung Karno, Kudus. Mereka melayani wisatawan yang hendak berjalan-jalan keliling kota Kudus. Profesi kusir andong tak luput dari hantaman pandemi Corona. (Dian Utoro Aji/detikTravel)
Moda transportasi Andong hingga kini masih ditemui di kawasan GOR Bung Karno, Kudus. Mereka melayani wisatawan yang hendak berjalan-jalan keliling kota Kudus. Profesi kusir andong tak luput dari hantaman pandemi Corona. (Dian Utoro Aji/detikTravel)
Kusir andong pun bercerita, mereka pernah seharian tidak mendapatkan penumpang sama sekali. Meski begitu, salah satu kusir andong bernama Dedi Susanto (58) memilih untuk tetap bertahan menjadi kusir andong. Dia sudah menjalani profesi ini sejak duduk di bangku SD. (Dian Utoro Aji/detikTravel)
Kusir andong pun bercerita, mereka pernah seharian tidak mendapatkan penumpang sama sekali. Meski begitu, salah satu kusir andong bernama Dedi Susanto (58) memilih untuk tetap bertahan menjadi kusir andong. Dia sudah menjalani profesi ini sejak duduk di bangku SD. (Dian Utoro Aji/detikTravel)
Penumpang yang biasanya merupakan keluarga dan mau berkeliling kota Kudus, sekarang menurun drastis. Apalagi kondisi tengah pandemi COVID-19. (Dian Utoro Aji/detikTravel)
Penumpang yang biasanya merupakan keluarga dan mau berkeliling kota Kudus, sekarang menurun drastis. Apalagi kondisi tengah pandemi COVID-19. (Dian Utoro Aji/detikTravel)
Pendapatan mereka pun berkurang drastis. Pendapatan yang didapatkan sehari pun tidak pasti. Meski penumpang berkurang karena pandemi, kusir andong memilih tetap bertahan untuk mencari nafkah bagi keluarga di rumah. (Dian Utoro Aji/detikTravel)
Pendapatan mereka pun berkurang drastis. Pendapatan yang didapatkan sehari pun tidak pasti. Meski penumpang berkurang karena pandemi, kusir andong memilih tetap bertahan untuk mencari nafkah bagi keluarga di rumah. (Dian Utoro Aji/detikTravel)
Andong di kawasan GOR Bung Karno Kudus ada tujuh unit. Biasanya andong tersebut mencari penumpang anak-anak dan keluarga. Andong tersebut kemudian berkeliling kota Kudus. Sekali naik cukup bayar Rp 10.000 saja. Kalau charter Rp 50.000. (Dian Utoro Aji/detikTravel)
Andong di kawasan GOR Bung Karno Kudus ada tujuh unit. Biasanya andong tersebut mencari penumpang anak-anak dan keluarga. Andong tersebut kemudian berkeliling kota Kudus. Sekali naik cukup bayar Rp 10.000 saja. Kalau charter Rp 50.000. (Dian Utoro Aji/detikTravel)
Pendapatan kusir andong sekarang tak tentu. Paling bagus Rp 100-150 ribu sehari jika sedang beruntung. Pernah juga sehari tak ada penumpang sama sekali. Mereka pun berharap virus Corona segera hilang sehingga kondisi kembali normal lagi. (Dian Utoro Aji/detikTravel)
Pendapatan kusir andong sekarang tak tentu. Paling bagus Rp 100-150 ribu sehari jika sedang beruntung. Pernah juga sehari tak ada penumpang sama sekali. Mereka pun berharap virus Corona segera hilang sehingga kondisi kembali normal lagi. (Dian Utoro Aji/detikTravel)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA