Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 01 Mar 2022 22:42 WIB

PHOTOS

Potret Pria Sukabumi yang Koleksi Ribuan Barang Antik, Ogah Bikin Museum

Siti Fatimah
detikTravel

Sukabumi - Sejak 1996, Yudi Julianto mengumpulkan barang-barang antik. Sudah ribuan barang dikumpulkan pria Sukabumi ini. Namun dia enggan membuka museum. Kenapa ya?

Inilah Yudi Julianto (53), sosok pria asal Sukabumi yang mengoleksi ribuan barang antik. Sejak kecil, ia sangat senang jika melewati bangunan heritage. Tak disangka, kesukaannya itu lama kelamaan menjadi hobi dan passionnya hingga saat ini. (Siti Fatimah/detikTravel)

Inilah Yudi Julianto (53), sosok pria asal Sukabumi yang mengoleksi ribuan barang antik. Sejak kecil, ia sangat senang jika melewati bangunan heritage. Tak disangka, kesukaannya itu lama kelamaan menjadi hobi dan passionnya hingga saat ini. (Siti Fatimah/detikTravel)

Koleksi barang antik milik Yudi sudah ada sekitar ribuan jenis. Sekitar 14 tahun lalu, ia mulai fokus mengumpulkan barang antik yang memiliki hubungan dengan Kota Sukabumi. Barang-barang antik tersebut ia dapat dari kolektor lain. (Siti Fatimah/detikTravel)

Koleksi barang antik milik Yudi sudah ada sekitar ribuan jenis. Sekitar 14 tahun lalu, ia mulai fokus mengumpulkan barang antik yang memiliki hubungan dengan Kota Sukabumi. Barang-barang antik tersebut ia dapat dari kolektor lain. (Siti Fatimah/detikTravel)

Beberapa koleksinya dipajang di Gedung Wisma Wardani sebagai bentuk partisipasi dalam acara Pameran Soekaboemi tempo doeloe dan Beauty of Sukabumi Tourism Masata yang dibuka untuk umum akhir pekan lalu. (Siti Fatimah/detikTravel)

Beberapa koleksinya dipajang di Gedung Wisma Wardani sebagai bentuk partisipasi dalam acara Pameran Soekaboemi tempo doeloe dan Beauty of Sukabumi Tourism Masata yang dibuka untuk umum akhir pekan lalu. (Siti Fatimah/detikTravel)

Sisa koleksinya ada di rumah kediaman pribadi miliknya. Rumah itu bahkan sudah dapat disebut sebagai museum pribadi. Akan tetapi, ia enggan untuk menjadikan rumahnya sebagai museum karena tanggung jawab moralnya cukup tinggi. (Siti Fatimah/detikTravel)

Sisa koleksinya ada di rumah kediaman pribadi miliknya. Rumah itu bahkan sudah dapat disebut sebagai museum pribadi. Akan tetapi, ia enggan untuk menjadikan rumahnya sebagai museum karena tanggung jawab moralnya cukup tinggi. (Siti Fatimah/detikTravel)

Beberapa koleksi yang memiliki nilai sejarah Kota Sukabumi yaitu seperti kwitansi rumah sakit Gementee Zieken Huis (sekarang RSUD Syamsudin), saringan teh Goalpara, tempat susu dari hotel Victoria (saat ini menjadi Gedung Djuang 45), saham perkebunan tempo dulu dan beberapa potret bioskop, jalan serta aktivitas warga zaman dulu. (Siti Fatimah/detikTravel)

Beberapa koleksi yang memiliki nilai sejarah Kota Sukabumi yaitu seperti kwitansi rumah sakit Gementee Zieken Huis (sekarang RSUD Syamsudin), saringan teh Goalpara, tempat susu dari hotel Victoria (saat ini menjadi Gedung Djuang 45), saham perkebunan tempo dulu dan beberapa potret bioskop, jalan serta aktivitas warga zaman dulu. (Siti Fatimah/detikTravel)

Yudi mengatakan, pandangan masyarakat umum terhadap barang antik sering dikaitkan dengan hal-hal mistis. Barang antik dianggap memiliki penghuni (khadam) karena telah digunakan dan sering berpindah tangan. Padahal tidak. (Siti Fatimah/detikTravel)

Yudi mengatakan, pandangan masyarakat umum terhadap barang antik sering dikaitkan dengan hal-hal mistis. Barang antik dianggap memiliki penghuni (khadam) karena telah digunakan dan sering berpindah tangan. Padahal tidak. (Siti Fatimah/detikTravel)

Yudi mengaku terinspirasi dari temannya sesama kolektor barang antik. “Saya terinspirasi teman saya di Jakarta, dia mengoleksi barang ke-Sukabumi-an, private collection saringan teh Goalpara. saya berpikir loh kok Goalpara ada di Sukabumi, saya orang Sukabumi masa sih saya teu boga (tidak punya), dari situ saya terpacu nyelamatin barang-barang Sukabumi,” ujarnya. (Siti Fatimah/detikTravel)

Yudi mengaku terinspirasi dari temannya sesama kolektor barang antik. “Saya terinspirasi teman saya di Jakarta, dia mengoleksi barang ke-Sukabumi-an, private collection saringan teh Goalpara. saya berpikir loh kok Goalpara ada di Sukabumi, saya orang Sukabumi masa sih saya teu boga (tidak punya), dari situ saya terpacu nyelamatin barang-barang Sukabumi,” ujarnya. (Siti Fatimah/detikTravel)

Dia berharap kepedulian pemkot Sukabumi terhadap sejarah kotanya sendiri. Minimal pemkot memiliki satu museum berisi barang koleksi sejarah Kota Sukabumi. Saya berharap pemimpin Kota Sukabumi itu lebih peduli lagi kepada sejarah kotanya. Artinya memfasilitasi entah itu museum atau dalam bentuk apapun karena Sukabumi punya nilai sejarah yang luar biasa sementara di sini itu bangunan heritage aja berapa yang hilang,” pungkasnya. (Siti Fatimah/detikTravel)

Dia berharap kepedulian pemkot Sukabumi terhadap sejarah kotanya sendiri. Minimal pemkot memiliki satu museum berisi barang koleksi sejarah Kota Sukabumi. "Saya berharap pemimpin Kota Sukabumi itu lebih peduli lagi kepada sejarah kotanya. Artinya memfasilitasi entah itu museum atau dalam bentuk apapun karena Sukabumi punya nilai sejarah yang luar biasa sementara di sini itu bangunan heritage aja berapa yang hilang,” pungkasnya. (Siti Fatimah/detikTravel)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA