Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 14 Apr 2022 08:45 WIB

PHOTOS

Pabrik Kopi Semarang Ini Berusia Lebih dari Seabad

bonauli
detikTravel

Semarang - Margo Redjo tercatat sebagai pabrik kopi tua yang beroperasi sejak tahun 1915. Di kedai kopi ini, kamu bisa melihat langsung keadaan pabrik kopi jadul.

Pabrik penggilingan kopi Margo Redjo berada di belakang kedai kopi Dharma Boutique Roastery, Semarang. (Bonauli/detikcom)

Pabrik penggilingan kopi Margo Redjo berada di belakang kedai kopi Dharma Boutique Roastery, Semarang. (Bonauli/detikcom)

Margo Redjo dibangun pada tahun 1915oleh Tan Tiong Ie di Cimahi dan dipindahkan ke Semarang pada tahun 1924. Inilah mesin sangrai kopinya yang beroperasi saat itu. (Bonauli/detikcom)

Margo Redjo dibangun pada tahun 1915oleh Tan Tiong Ie di Cimahi dan dipindahkan ke Semarang pada tahun 1924. Inilah mesin sangrai kopinya yang beroperasi saat itu. (Bonauli/detikcom)

Pabrik penggilingan kopi ini kini diteruskan oleh Widayat Basuki Dharmowiyono, cucu dari Tan Tiong Ie. (Bonauli/detikcom)

Pabrik penggilingan kopi ini kini diteruskan oleh Widayat Basuki Dharmowiyono, cucu dari Tan Tiong Ie. (Bonauli/detikcom)

Semua mesin yang beroperasi di sini menggunakan satu merk yang sama, Lindeteves-Stokvis-yang adalah pabrik baja masa VOC. (Bonauli/detikcom)

Semua mesin yang beroperasi di sini menggunakan satu merk yang sama, Lindeteves-Stokvis-yang adalah pabrik baja masa VOC. (Bonauli/detikcom)

Ini mesin sangrai terbari yang digunakan Margo Redjo. Namun, pengaplikasiannya lebih primitif karena menggunakan bahan bakar kayu dan minyak tanah. (Bonauli/detikcom)

Ini mesin sangrai terbari yang digunakan Margo Redjo. Namun, pengaplikasiannya lebih primitif karena menggunakan bahan bakar kayu dan minyak tanah. (Bonauli/detikcom)

Mesin ini memiliki kapasitas yang lebih sedikit yaitu 60 kg. Mesin ini dikirimkan Belanda karena saat itu Jepang memutuskan pemakaian listrik dan gas batu bara. (Bonauli/detikcom)

Mesin ini memiliki kapasitas yang lebih sedikit yaitu 60 kg. Mesin ini dikirimkan Belanda karena saat itu Jepang memutuskan pemakaian listrik dan gas batu bara. (Bonauli/detikcom)

Mesin-mesin ini dirangkai menjadi satu, sehingga bisa digunakan dalam waktu yang bersamaan. Terlihat juga pintu kebakaran otomatis di dalam pabrik. (Bonauli/detikcom)

Mesin-mesin ini dirangkai menjadi satu, sehingga bisa digunakan dalam waktu yang bersamaan. Terlihat juga pintu kebakaran otomatis di dalam pabrik. (Bonauli/detikcom)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA