Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 08 Mei 2022 05:41 WIB

PHOTOS

Masjid Asy-Syuhada, Masjid Tertua di Bali

Sui Suadnyana
detikTravel

Denpasar - Bali dikenal memegang teguh nilai toleransi umat beragamanya. Di Bali ada masjid yang sudah berdiri sejak abad ke-17 dan menjadi masjid tertua di sana.

Masjid Asy-Syuhada adalah rumah ibadah milik warga Banjar/Lingkungan Kampung Bugis, Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Rumah ibadah ini diperkirakan sebagai salah satu masjid tertua di Bali yang dibangun pada abad ke-17.
Masjid Asy-Syuhada adalah rumah ibadah milik warga Banjar/Lingkungan Kampung Bugis, Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Rumah ibadah ini diperkirakan sebagai salah satu masjid tertua di Bali yang dibangun pada abad ke-17.
Kalau masjid itu memang dari segi struktur dan bahan-bahannya itu memang diperkirakan pada abad ke-17 masjid itu berdiri, kata Tokoh Masyarakat Kampung Bugis yang juga Takmir Masjid Asy-Syuhada Muhammad Syukur saat ditemui di rumahnya.
"Kalau masjid itu memang dari segi struktur dan bahan-bahannya itu memang diperkirakan pada abad ke-17 masjid itu berdiri," kata Tokoh Masyarakat Kampung Bugis yang juga Takmir Masjid Asy-Syuhada Muhammad Syukur saat ditemui di rumahnya.
Syukur mengatakan Masjid Asy-Syuhada dibangun pada abad ke-17 setelah mendapatkan izin dari Raja Badung ketika itu. Diizinkannya warga Suku Bugis mendirikan masjid karena mereka telah menjalin kerja sama yang erat dengan pihak kerajaan.
Syukur mengatakan Masjid Asy-Syuhada dibangun pada abad ke-17 setelah mendapatkan izin dari Raja Badung ketika itu. Diizinkannya warga Suku Bugis mendirikan masjid karena mereka telah menjalin kerja sama yang erat dengan pihak kerajaan.
Menurutnya, tidak ada penolakan dalam pendirian masjid kala itu. Bahkan hingga kini tak pernah ada gesekan dengan umat beragama yang lain atas kehadiran masjid tersebut.
Menurutnya, tidak ada penolakan dalam pendirian masjid kala itu. Bahkan hingga kini tak pernah ada gesekan dengan umat beragama yang lain atas kehadiran masjid tersebut.
Nggak (ada penolakan) malah ada dukungan. Sampai sekarang pun kita nggak pernah ada istilahnya ada gesekan-gesekan tentang ibadah ini, nggak ada, dia menjelaskan. 
"Nggak (ada penolakan) malah ada dukungan. Sampai sekarang pun kita nggak pernah ada istilahnya ada gesekan-gesekan tentang ibadah ini, nggak ada," dia menjelaskan. 


Berdasarkan pantauan detikBali, bahwa keberadaan masjid tersebut memang berada di tengah-tengah perkampungan warga Suku Bugis di Pulau Serangan. Guna mencapai ke masjid, perlu masuk ke dalam sebuah gang dari jalan utama di Pulau Serangan.
Berdasarkan pantauan detikBali, bahwa keberadaan masjid tersebut memang berada di tengah-tengah perkampungan warga Suku Bugis di Pulau Serangan. Guna mencapai ke masjid, perlu masuk ke dalam sebuah gang dari jalan utama di Pulau Serangan.
Sebenarnya tidak sulit mencari keberadaan masjid Asy-Syuhada, sebab di gang masuk menuju masjid telah dipasang plang oleh masyarakat setempat. Jika sudah menemukan gangnya, masyarakat yang ingin mengunjungi masjid tersebut tinggal lurus mengikuti jalan paving.
Sebenarnya tidak sulit mencari keberadaan masjid Asy-Syuhada, sebab di gang masuk menuju masjid telah dipasang plang oleh masyarakat setempat. Jika sudah menemukan gangnya, masyarakat yang ingin mengunjungi masjid tersebut tinggal lurus mengikuti jalan paving.



Sekitar 100 meter menuju masjid, pengunjung akan melewati perkampungan warga Suku Bugis di Pulau Serangan. Tidak sedikit warga yang berjualan dengan memanfaatkan keberadaan rumahnya di dekat masjid.
Sekitar 100 meter menuju masjid, pengunjung akan melewati perkampungan warga Suku Bugis di Pulau Serangan. Tidak sedikit warga yang berjualan dengan memanfaatkan keberadaan rumahnya di dekat masjid.
BERITA TERKAIT