Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 12 Jun 2022 05:35 WIB

PHOTOS

Keren Banget! Ke Sarinah Belum Lengkap Kalau Tidak ke Distrik Seni X

Yasmin Nurfadila
detikTravel

Jakarta - Distrik Seni X Sarinah dibuka pada 2 Juni sampai 22 Agustus 2022. Distrik Seni berlokasi di lantai enam Gedung Sarinah, Thamrin, Jakarta.

Distrik Seni mengusung tema ‘Berdikari’ terinspirasi dari konsep Ekonomi Berdikari milik Ir. Soekarno. Karya pertama yang tampil di bagian depan Distrik Seni adalah karya berjudul Keep Multiplying dari Farhan Siki. Karya ini terinspirasi dari berbagai tagline merakyat dari pedagang kaki lima hingga UMKM. (Yasmin Nurfadila/detikTravel)

Distrik Seni mengusung tema ‘Berdikari’ terinspirasi dari konsep Ekonomi Berdikari milik Ir. Soekarno. Karya pertama yang tampil di bagian depan Distrik Seni adalah karya berjudul Keep Multiplying dari Farhan Siki. Karya ini terinspirasi dari berbagai tagline merakyat dari pedagang kaki lima hingga UMKM. (Yasmin Nurfadila/detikTravel)

Berikutnya ada karya dari MangMoel yang berjudul kosong. Karya ini menggambarkan kehidupan bawah laut dengan tokoh utama MOGUS alias Monster Gurita Sigarantang. (Yasmin Nurfadila/detikTravel)

Berikutnya ada karya dari MangMoel yang berjudul kosong. Karya ini menggambarkan kehidupan bawah laut dengan tokoh utama MOGUS alias Monster Gurita Sigarantang. (Yasmin Nurfadila/detikTravel)

Pada bagian ini, ditampilkan karya kolektif dari Rakarsa Foundation. Karya ini berjudul Alas Sangkan Paran yang berarti rimba asal dan tujuan. Karya seni ini merupakan hasil dari para perupa perempuan asal Bandung. (Yasmin Nurfadila/detikTravel)

Pada bagian ini, ditampilkan karya kolektif dari Rakarsa Foundation. Karya ini berjudul Alas Sangkan Paran yang berarti rimba asal dan tujuan. Karya seni ini merupakan hasil dari para perupa perempuan asal Bandung. (Yasmin Nurfadila/detikTravel)

Salah satu karya seni rupa dari Rakarsa Foundation adalah karya dari Fefia Suh. Karya ini berjudul ‘To Know You Before I’m The One With The Soil is The Best Part Of Me’. Fefia Suh membuat karya ini pada tahun 2021. (Yasmin Nurfadila/detikTravel)

Salah satu karya seni rupa dari Rakarsa Foundation adalah karya dari Fefia Suh. Karya ini berjudul ‘To Know You Before I’m The One With The Soil is The Best Part Of Me’. Fefia Suh membuat karya ini pada tahun 2021. (Yasmin Nurfadila/detikTravel)

Di ruangan ini dihadirkan hasil karya seni dari para peserta terbaik Klinik Rupa Dokter Rudolfo. Klinik ini merupakan sebuah sanggar maya yang diasuh dan diajari oleh R.E Hartanto. (Yasmin Nurfadila/detikTravel)

Di ruangan ini dihadirkan hasil karya seni dari para peserta terbaik Klinik Rupa Dokter Rudolfo. Klinik ini merupakan sebuah sanggar maya yang diasuh dan diajari oleh R.E Hartanto. (Yasmin Nurfadila/detikTravel)

Karya dari Eko Nugroho ini mencoba bereksperimen untuk mengolah sampah dan limbah plastik menjadi materi karya. Karya ini membahas mengenai keberlanjutan dan pemberdayaan materi karya seni yang ramah lingkungan. (Yasmin Nurfadila/detikTravel)

Karya dari Eko Nugroho ini mencoba bereksperimen untuk mengolah sampah dan limbah plastik menjadi materi karya. Karya ini membahas mengenai keberlanjutan dan pemberdayaan materi karya seni yang ramah lingkungan. (Yasmin Nurfadila/detikTravel)

Karya seni bidang datar ini merupakan karya dari seniman kenamaan, Sunaryo. Berjudul Bloodmoon, karya ini merupakan hasil renungan Sunaryo mengenai ruang dan waktu.(Yasmin Nurfadila/detikTravel)

Karya seni bidang datar ini merupakan karya dari seniman kenamaan, Sunaryo. Berjudul Bloodmoon, karya ini merupakan hasil renungan Sunaryo mengenai ruang dan waktu.(Yasmin Nurfadila/detikTravel)

Dua karya ini merupakan hasil karya dari Sri Astari. Keduanya menceritakan mengenai sosok Sarinah melalui dua media berbeda. Melalui penggambaran wayang golek dan instalasi seni berisi tulisan dan siluet Soekarno. (Yasmin Nurfadila/detikTravel)

Dua karya ini merupakan hasil karya dari Sri Astari. Keduanya menceritakan mengenai sosok Sarinah melalui dua media berbeda. Melalui penggambaran wayang golek dan instalasi seni berisi tulisan dan siluet Soekarno. (Yasmin Nurfadila/detikTravel)

Merupakan karya berjudul ‘Strange Form of Love’ dari Jompet Kuswidananto. Karya ini menggambarkan kekacauan yang kerap dihasilkan dari tradisi ataupun ritual. Terutama ritual-ritual yang berkaitan dengan metafisika. (Yasmin Nurfadila/detikTravel)

Merupakan karya berjudul ‘Strange Form of Love’ dari Jompet Kuswidananto. Karya ini menggambarkan kekacauan yang kerap dihasilkan dari tradisi ataupun ritual. Terutama ritual-ritual yang berkaitan dengan metafisika. (Yasmin Nurfadila/detikTravel)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA