Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 22 Jun 2022 15:49 WIB

PHOTOS

Potret Nostalgia Batavia Tempo Dulu

Pool
detikTravel

Jakarta - Hari ini 22 Juni diperingati sebagai HUT DKI Jakarta. Memasuki usia ke 495 tahun, yuk kita nostalgia dengan melihat potret Batavia atau Jakarta tempo dulu.

Kanal Molenvliet Batavia, 1935-1941. Trem melintas di depan Hotel des Galeries, di simpang yang kini dikenal dengan Harmoni. Tanggal 22 Juni 1527 ditetapkan sebagai tanggal berdirinya Kota Jakarta berdasarkan waktu terjadinya penaklukan Sunda Kelapa oleh Fatahillah dan pasukannya. Nama Sunda Kelapa lalu diganti menjadi Jayakarta. Peristiwa inilah yang diperingati sebagai hari ulang tahun Jakarta. Dok. djawatempodoeloe

Kanal Molenvliet Batavia, 1935-1941. Trem melintas di depan Hotel des Galeries, di simpang yang kini dikenal dengan Harmoni. Tanggal 22 Juni 1527 ditetapkan sebagai tanggal berdirinya Kota Jakarta berdasarkan waktu terjadinya penaklukan Sunda Kelapa oleh Fatahillah dan pasukannya. Nama Sunda Kelapa lalu diganti menjadi Jayakarta. Peristiwa inilah yang diperingati sebagai hari ulang tahun Jakarta. Dok. djawatempodoeloe

Gedung Harmoni, setelah dihancurkan tahun 1985 menjadi bagian dari gedung Sekretariat Negara (Sekneg) yang pembangunannya dimulai pada masa Gubernur Jenderal Daendels (1808-1811), kemudian dilanjutkan penggantinya letnan gubernur Raffles pada masa Inggris (1811-1815). Raffles sendiri yang meresmikan gedung yang diarsiteki seorang putra Melayu pada 18 Januari 1815 untuk menghormati hari kelahiran Ratu Charlotte, istri Raja Inggris George III. Dok. djawatempodoeloe

Gedung Harmoni, setelah dihancurkan tahun 1985 menjadi bagian dari gedung Sekretariat Negara (Sekneg) yang pembangunannya dimulai pada masa Gubernur Jenderal Daendels (1808-1811), kemudian dilanjutkan penggantinya letnan gubernur Raffles pada masa Inggris (1811-1815). Raffles sendiri yang meresmikan gedung yang diarsiteki seorang putra Melayu pada 18 Januari 1815 untuk menghormati hari kelahiran Ratu Charlotte, istri Raja Inggris George III. Dok. djawatempodoeloe

Suasana Bundaran Hotel Indonesia pada tahun 1966. Dok. djawatempodoeloe

Suasana Bundaran Hotel Indonesia pada tahun 1966. Dok. djawatempodoeloe

Suasana di sekitar Weltevreden, Jakarta 1925. Kata Weltevreden berasal dari bahasa Belanda yang berarti dalam suasana tenang dan puas. Wilayah ini adalah daerah tempat tinggal utama orang-orang Eropa di pinggiran Batavia. Letaknya kini di sekitar Sawah Besar, Jakarta Pusat. Dok. Collectie Tropenmuseum

Suasana di sekitar Weltevreden, Jakarta 1925. Kata Weltevreden berasal dari bahasa Belanda yang berarti dalam suasana tenang dan puas. Wilayah ini adalah daerah tempat tinggal utama orang-orang Eropa di pinggiran Batavia. Letaknya kini di sekitar Sawah Besar, Jakarta Pusat. Dok. Collectie Tropenmuseum

Suasana Stasiun Tanjung Priok, Jakarta, pada tahun 1930-1940. Dok. Collectie Tropenmuseum

Suasana Stasiun Tanjung Priok, Jakarta, pada tahun 1930-1940. Dok. Collectie Tropenmuseum

Pelabuhan Tanjung Priok tempo dulu, menjadi pelabuhan paling penting di Jakarta. Dok. Collectie Tropenmuseum

Pelabuhan Tanjung Priok tempo dulu, menjadi pelabuhan paling penting di Jakarta. Dok. Collectie Tropenmuseum

Pasar gambir lapangan Monas sekarang cikal-bakal PRJ. Pekan Raya Jakarta kini sudah dipindah ke kawasan Kemayoran Jakarta Pusat. Dok. Collectie Tropenmuseum

Pasar gambir lapangan Monas sekarang cikal-bakal PRJ. Pekan Raya Jakarta kini sudah dipindah ke kawasan Kemayoran Jakarta Pusat. Dok. Collectie Tropenmuseum

Istana Merdeka, awalnya istana ini digunakan sebagai tempat kediaman resmi Gubernur Jenderal Hindia Belanda hingga pada masa pendudukan Jepang di Indonesia. Dok. djawatempodoeloe

Istana Merdeka, awalnya istana ini digunakan sebagai tempat kediaman resmi Gubernur Jenderal Hindia Belanda hingga pada masa pendudukan Jepang di Indonesia. Dok. djawatempodoeloe

Gedung Kesenian Jakarta merupakan bangunan tua peninggalan bersejarah pemerintah Belanda yang hingga sekarang masih berdiri kokoh di Jakarta. Dok. djawatempodoeloe

Gedung Kesenian Jakarta merupakan bangunan tua peninggalan bersejarah pemerintah Belanda yang hingga sekarang masih berdiri kokoh di Jakarta. Dok. djawatempodoeloe

Lapangan Banteng semasa masih bernama Waterlooplein, awal abad ke-20. Dok. djawatempodoeloe

Lapangan Banteng semasa masih bernama Waterlooplein, awal abad ke-20. Dok. djawatempodoeloe

Seorang penjual sasak keliling kampung saat Jakarta masih bernama Batavia. Dok. djawatempodoeloe

Seorang penjual sasak keliling kampung saat Jakarta masih bernama Batavia. Dok. djawatempodoeloe

Jalan Merdeka Barat tahun 1920-an masih berdiri rumah-rumah pejabat Belanda sederet dengan Museum Gajah sekarang. Dok. djawatempodoeloe

Jalan Merdeka Barat tahun 1920-an masih berdiri rumah-rumah pejabat Belanda sederet dengan Museum Gajah sekarang. Dok. djawatempodoeloe

Gerbang Amsterdam adalah gerbang sisa peninggalan benteng VOC semasa J.P. Coen. Gubernur Jenderal Gustaaf Willem baron van Imhoff (1743-1750) pernah merenovasi benteng bagian selatan termasuk gerbang Amsterdam. Lokasi gerbang tersebut berada di persimpangan Jalan Cengkeh, Jalan Tongkol menghadap Gedung Fathillah. Dok. djawatempodoeloe

Gerbang Amsterdam adalah gerbang sisa peninggalan benteng VOC semasa J.P. Coen. Gubernur Jenderal Gustaaf Willem baron van Imhoff (1743-1750) pernah merenovasi benteng bagian selatan termasuk gerbang Amsterdam. Lokasi gerbang tersebut berada di persimpangan Jalan Cengkeh, Jalan Tongkol menghadap Gedung Fathillah. Dok. djawatempodoeloe

Suasana kali di Tanah Abang sekitar tahun 1930-an. Dok. djawatempodoeloe

Suasana kali di Tanah Abang sekitar tahun 1930-an. Dok. djawatempodoeloe

Stasiun Gambir sekitar tahun 1940-an. Dok. djawatempodoeloe

Stasiun Gambir sekitar tahun 1940-an. Dok. djawatempodoeloe

Lapangan Banteng dulu dihiasi menara peringatan kebebasan belanda atas pendudukan perancis, menara itu kini dipindahkan ke museum prasasti. Dok. djawatempodoeloe

Lapangan Banteng dulu dihiasi menara peringatan kebebasan belanda atas pendudukan perancis, menara itu kini dipindahkan ke museum prasasti. Dok. djawatempodoeloe

Tukang sol sepatu saat Jakarta masih bernama Batavia. Dok. djawatempodoeloe

Tukang sol sepatu saat Jakarta masih bernama Batavia. Dok. djawatempodoeloe

Pasar Meester Cornelis, letaknya ada di Jalan Jatinegara Barat. Pasar itu kini lebih dikenal sebagai Pasar Jatinegara. Dok. djawatempodoeloe

Pasar Meester Cornelis, letaknya ada di Jalan Jatinegara Barat. Pasar itu kini lebih dikenal sebagai Pasar Jatinegara. Dok. djawatempodoeloe

Jakarta tempo dulu juga sudah dilengkapi angkutan massal Trem yang melintas di kawasan pasar Senen, Cikini, Hingga Jakarta Kota. Dok. djawatempodoeloe

Jakarta tempo dulu juga sudah dilengkapi angkutan massal Trem yang melintas di kawasan pasar Senen, Cikini, Hingga Jakarta Kota. Dok. djawatempodoeloe

Suasana Jalan Menteng Raya arah Cikini sekitar tahun 1955. Dok. djawatempodoeloe

Suasana Jalan Menteng Raya arah Cikini sekitar tahun 1955. Dok. djawatempodoeloe

Bataviaasch Genootschap pada tahun 1870 adalah cikal bakal Museum Nasional yang juga dikenal dengan Museum Gajah. Dok. Collectie Tropenmuseum

Bataviaasch Genootschap pada tahun 1870 adalah cikal bakal Museum Nasional yang juga dikenal dengan Museum Gajah. Dok. Collectie Tropenmuseum

BERITA TERKAIT
BACA JUGA