Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 23 Jun 2022 17:04 WIB

PHOTOS

Menjaga Warisan Tenun Nusantara di Desa Troso Jepara

Jepara - Salah satu daerah penghasil kain tenun ikat adalah desa Troso. Disini tak hanya menghasilkan tenun motif asli Jepara, namun motif tenun di seantero nusantara.

Seorang perajin membuat kain tenun di sanggar tenun tradisional di desa Troso, Jepara, Jawa Tengah, Selasa (21/6/2022).  

Seorang perajin membuat kain tenun di sanggar tenun tradisional di desa Troso, Jepara, Jawa Tengah, Selasa (21/6/2022).  

Troso adalah nama salah satu desa yang terdapat di kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara. Di desa inilah tempat komunitas pengrajin tenun ikat troso berada.   

Troso adalah nama salah satu desa yang terdapat di kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara. Di desa inilah tempat komunitas pengrajin tenun ikat troso berada.   

Sebenarnya Tenun Troso adalah teknik tenun gedok dan kemudian dalam kurun waktu yang cukup panjang, berkembang menjadi tenun ikat. Masyarakat Kabupaten Jepara dan sekitarnya lebih mengenal dengan sebutan Tenun Troso.   

Sebenarnya Tenun Troso adalah teknik tenun gedok dan kemudian dalam kurun waktu yang cukup panjang, berkembang menjadi tenun ikat. Masyarakat Kabupaten Jepara dan sekitarnya lebih mengenal dengan sebutan 'Tenun Troso'.   

Kerajinan tenun ini tumbuh dan berkembang sejak jaman Belanda dan terus dilestarikankan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Saat ini sudah pada generasi yang kelima.  

Kerajinan tenun ini tumbuh dan berkembang sejak jaman Belanda dan terus dilestarikankan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Saat ini sudah pada generasi yang kelima.  

Uniknya para perajin di Desa Troso ini tidak hanya membuat kain tenun motif asli Jepara. Penenun juga membuat hampir seluruh corak dan motif tenun di seantero nusantara. Ada banyak juga tenun motif Toraja, Sumba, Flores, Bali, ada juga dari Sumatra dan beberapa daerah lainnya dibuat disini.  

Uniknya para perajin di Desa Troso ini tidak hanya membuat kain tenun motif asli Jepara. Penenun juga membuat hampir seluruh corak dan motif tenun di seantero nusantara. Ada banyak juga tenun motif Toraja, Sumba, Flores, Bali, ada juga dari Sumatra dan beberapa daerah lainnya dibuat disini.  

Pada awalnya dulu, pengrajin membuat kain tenun dengan alat sederhana dari kayu. Istilahnya tenun duduk, karena saat menenun pengrajin berposisi duduk. Kemudian pada era tahun 1970 ke atas, ada produk alat tenun baru yang lebih besar yang juga terbuat dari kayu. Mereka menyebutnya Alat Tenun Bukan Mesin, disingkat ATBM.  

Pada awalnya dulu, pengrajin membuat kain tenun dengan alat sederhana dari kayu. Istilahnya tenun duduk, karena saat menenun pengrajin berposisi duduk. Kemudian pada era tahun 1970 ke atas, ada produk alat tenun baru yang lebih besar yang juga terbuat dari kayu. Mereka menyebutnya Alat Tenun Bukan Mesin, disingkat ATBM.  

Menggunakan ATBM, pengerjaan kain tenun jadi lebih cepat. Alat inilah yang sampai sekarang masih digunakan oleh pengrajin tenun Desa Troso.   

Menggunakan ATBM, pengerjaan kain tenun jadi lebih cepat. Alat inilah yang sampai sekarang masih digunakan oleh pengrajin tenun Desa Troso.   

Setiap pengrajin bisa membuat enam potong kain per hari. Setiap potong panjangnya 2,5 meter.  

Setiap pengrajin bisa membuat enam potong kain per hari. Setiap potong panjangnya 2,5 meter.  

Satu hal yang sangat membanggakan dari Desa Troso adalah semangat menenun yang tetap terpelihara hingga sekarang.   

Satu hal yang sangat membanggakan dari Desa Troso adalah semangat menenun yang tetap terpelihara hingga sekarang.   

 Di Desa Troso, kaum pria juga ikut menenun. Berbeda dengan di Flores, Sumba, Lombok, dan Bima yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan.

 Di Desa Troso, kaum pria juga ikut menenun. Berbeda dengan di Flores, Sumba, Lombok, dan Bima yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA