Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 20 Sep 2022 22:10 WIB

PHOTOS

Hii Ngeri... Belanda Punya 'Semut Raksasa' dari Tengkorak Manusia

Belanda - Ratusan patung semut 'raksasa' menghiasi dinding dan jendela museum nasional Belanda, Rijksmuseum. Unik tapi ngeri, semut itu terbuat dari tengkorak manusia.

Karya dari seniman Rafael Gomezbarros dalam Pameran Casa Tomada saat ditampilkan di Rijksmuseum di Amsterdam, Belanda, Jumat, (16/9/2022).

Karya dari seniman Rafael Gomezbarros dalam Pameran Casa Tomada saat ditampilkan di Rijksmuseum di Amsterdam, Belanda, Jumat, (16/9/2022).

Sebanyak 700 patung semut raksasa menghiasi dinding dan jendela museum nasional Belanda, Rijksmuseum. Karya seniman Kolombia Rafael Gomezbarros yang mengangkat tema House Taken, ini diadakan untuk menarik perhatian masalah migrasi dan pemindahan paksa.

Sebanyak 700 patung semut 'raksasa' menghiasi dinding dan jendela museum nasional Belanda, Rijksmuseum. Karya seniman Kolombia Rafael Gomezbarros yang mengangkat tema "House Taken," ini diadakan untuk menarik perhatian masalah migrasi dan pemindahan paksa.

Pameran ini terinspirasi dari konflik Kolombia antara pemerintah dan kelompok gerilya pada tahun 1964 yang memaksa jutaan warga Kolombia meninggalkan rumahnya.  

Pameran ini terinspirasi dari konflik Kolombia antara pemerintah dan kelompok gerilya pada tahun 1964 yang memaksa jutaan warga Kolombia meninggalkan rumahnya.  

Uniknya tubuh semut karya Gomezbarros ini terbuat dari dua cetakan tengkorak manusia, yang mewakili korban dan pelakunya.

Uniknya tubuh semut karya Gomezbarros ini terbuat dari dua cetakan tengkorak manusia, yang mewakili korban dan pelakunya.

Sementara kakinya terbuat dari batang dan ranting pohon Melati yang digunakan selama konflik untuk menutupi tubuh korban.

Sementara kakinya terbuat dari batang dan ranting pohon Melati yang digunakan selama konflik untuk menutupi tubuh korban.

Pameran ini berfokus pada persepsi yang selalu berubah tentang makhluk merangkak dalam seni dan sains, seperti semut, kodok, ular dan laba-laba.  

Pameran ini berfokus pada persepsi yang selalu berubah tentang makhluk merangkak dalam seni dan sains, seperti semut, kodok, ular dan laba-laba.  

BERITA TERKAIT
BACA JUGA