Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 11 Nov 2022 13:35 WIB

PHOTOS

Menyusuri Gemerlap Festival Cahaya di Riyadh Arab Saudi

Riyadh - Festival cahaya Noor Riyadh kembali digelar. Ada sejumlah instalasi yang bisa dinikmati pengunjung yang datang ke taman di pusat kota Arab Saudi itu. Yuk lihat.

Warga Saudi menghadiri festival cahaya Noor Riyadh yang diadakan di Taman Al-Salam di ibu kota Saudi, Riyadh, Kamis, (3/11/2022).

Warga Saudi menghadiri festival cahaya Noor Riyadh yang diadakan di Taman Al-Salam di ibu kota Saudi, Riyadh, Kamis, (3/11/2022).

Noor Riyadh, menghadirkan instalasi ringan ke lebih dari 40 lokasi di kota yang berkembang pesat berpenduduk lebih dari tujuh juta orang, banyak di antaranya mungkin tidak pernah mempertimbangkan untuk mampir ke galeri.

Noor Riyadh, menghadirkan instalasi ringan ke lebih dari 40 lokasi di kota yang berkembang pesat berpenduduk lebih dari tujuh juta orang, banyak di antaranya mungkin tidak pernah mempertimbangkan untuk mampir ke galeri.

Sebuah bola merah besar bersinar di luar perpustakaan nasional, cahaya berwarna-warni menghiasi tepi sungai di tempat piknik yang populer. Pengunjung bermain-main menyusuri festival cahaya Noor Riyadh.

Sebuah bola merah besar bersinar di luar perpustakaan nasional, cahaya berwarna-warni menghiasi tepi sungai di tempat piknik yang populer. Pengunjung bermain-main menyusuri festival cahaya Noor Riyadh.

Pengunjung terlihat begitu menikmati festival cahaya tersebut.

Pengunjung terlihat begitu menikmati festival cahaya tersebut.

Kurator Saudi Jumana Ghouth mengatakan dia merasa festival ini “menakjubkan” melihat orang Saudi dari latar belakang sosial dan ekonomi yang berbeda “berinteraksi dengan karya tersebut”, mengingat bahwa “kami bukan benar-benar bangsa yang tumbuh dengan seni”.

Kurator Saudi Jumana Ghouth mengatakan dia merasa festival ini “menakjubkan” melihat orang Saudi dari latar belakang sosial dan ekonomi yang berbeda “berinteraksi dengan karya tersebut”, mengingat bahwa “kami bukan benar-benar bangsa yang tumbuh dengan seni”.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA