Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 24 Jan 2023 06:41 WIB

PHOTOS

4 Tradisi Unik dan Ekstrem Buat Para Kaum Wanita di Berbagai Negara

Getty Images
detikTravel

Jakarta - Dari berbagai negara, ada tradisi unik namun tergolong ekstrem untuk kaum wanita. Mau tau? Yuk, lihat foto-fotonya.

Layaknya Indonesia, Myanmar terdiri dari berbagai macam suku dan etnik. Salah satu suku yang terkenal di kalangan wisatawan adalah Suku Kayan. Perempuan suku Kayan menonjolkan kecantikan mereka dengan mengenakan cincin leher. Mereka biasanya mulai mengenakan koil hiasan ini saat berusia sekitar 5 tahun, lalu lebih banyak cincin akan ditambahkan seiring waktu. Menurut teori, praktik ini berawal dari keinginan untuk tampil lebih menarik, tapi juga dikatakan bahwa cincin-cincin ini membuat para perempuan itu menyerupai naga, makhluk yang penting dalam cerita rakyat suku ini. Getty Images/iStockphoto/R.M. Nunes

Layaknya Indonesia, Myanmar terdiri dari berbagai macam suku dan etnik. Salah satu suku yang terkenal di kalangan wisatawan adalah Suku Kayan. Perempuan suku Kayan menonjolkan kecantikan mereka dengan mengenakan cincin leher. Mereka biasanya mulai mengenakan koil hiasan ini saat berusia sekitar 5 tahun, lalu lebih banyak cincin akan ditambahkan seiring waktu. Menurut teori, praktik ini berawal dari keinginan untuk tampil lebih menarik, tapi juga dikatakan bahwa cincin-cincin ini membuat para perempuan itu menyerupai naga, makhluk yang penting dalam cerita rakyat suku ini. Getty Images/iStockphoto/R.M. Nunes

Piring dan bibir bukanlah sesuatu yang lazim dipasangkan. Tapi tradisi turun-temurun Suku Mursi, yang tinggal di sekitar Danau Turkana dan Lembah Omo di Selatan Ethiopia, bisa memadukan keduanya. Bagi suku Mursi, pelat bibir yang besar dengan berbagai warna adalah simbol kecantikan yang luar biasa. Aksesori yang mengesankan ini lebih sering dikenakan oleh wanita yang baru menikah dan wanita yang belum menikah dibandingkan oleh wanita bersuami yang lebih tua dan sudah punya anak. Pelat bibir ini biasanya dikenakan pada acara tertentu dan ritual penting, seperti pernikahan. Getty Images/Henk Bogaard

Piring dan bibir bukanlah sesuatu yang lazim dipasangkan. Tapi tradisi turun-temurun Suku Mursi, yang tinggal di sekitar Danau Turkana dan Lembah Omo di Selatan Ethiopia, bisa memadukan keduanya. Bagi suku Mursi, pelat bibir yang besar dengan berbagai warna adalah simbol kecantikan yang luar biasa. Aksesori yang mengesankan ini lebih sering dikenakan oleh wanita yang baru menikah dan wanita yang belum menikah dibandingkan oleh wanita bersuami yang lebih tua dan sudah punya anak. Pelat bibir ini biasanya dikenakan pada acara tertentu dan ritual penting, seperti pernikahan. Getty Images/Henk Bogaard

Perempuan Suku Apatani terlihat tangguh dan unik dengan mengenakan sumbat hidung dari kayu yang besar di sisi lubang hidung mereka dan tato vertikal yang melintasi wajah dan dagu mereka. Konon, perempuan Apatani dianggap yang paling cantik di wilayah itu. Tujuan awal dari tato dan sumbat hidung yang unik itu adalah membuat perempuan Apatani terlihat kurang atraktif sehingga para laki-laki dari suku lain tidak mau menikahi mereka. Getty Images/rchphoto

Perempuan Suku Apatani terlihat tangguh dan unik dengan mengenakan sumbat hidung dari kayu yang besar di sisi lubang hidung mereka dan tato vertikal yang melintasi wajah dan dagu mereka. Konon, perempuan Apatani dianggap yang paling cantik di wilayah itu. Tujuan awal dari tato dan sumbat hidung yang unik itu adalah membuat perempuan Apatani terlihat kurang atraktif sehingga para laki-laki dari suku lain tidak mau menikahi mereka. Getty Images/rchphoto

Lalu yang terakhir ada tradisi Chhaupadi. Tradisi ini tergolong ekstrim, karena bersifat memaksa perempuan di Nepal untuk melakukan berbagai hal yang seringkali menyakitkan. Kata Chhaupadi sendiri berarti memiliki kenajisan, dan hal ini telah berlangsung ratusan tahun. Salah satunya ialah bagi perempuan yang sedang dalam periode menstruasi atau haid, diharuskan untuk hidup terisolasi dan disiksa di dalam gubuk dengan alasan keagamaan dan adat. Wanita yang sedang kedatangan tamu bulanan atau pun wanita dalam masa nifas tersebut dianggap ‘najis’. Mereka akan diasingkan dalam sebuah gubuk menstruasi. Getty Images/PRAKASH MATHEMA

Lalu yang terakhir ada tradisi Chhaupadi. Tradisi ini tergolong ekstrim, karena bersifat memaksa perempuan di Nepal untuk melakukan berbagai hal yang seringkali menyakitkan. Kata Chhaupadi sendiri berarti memiliki kenajisan, dan hal ini telah berlangsung ratusan tahun. Salah satunya ialah bagi perempuan yang sedang dalam periode menstruasi atau haid, diharuskan untuk hidup terisolasi dan disiksa di dalam gubuk dengan alasan keagamaan dan adat. Wanita yang sedang kedatangan tamu bulanan atau pun wanita dalam masa nifas tersebut dianggap ‘najis’. Mereka akan diasingkan dalam sebuah gubuk menstruasi. Getty Images/PRAKASH MATHEMA

BERITA TERKAIT
BACA JUGA