Inggris - Ribuan orang berkumpul di Stonehenge saat matahari terbit pada winter solstice. Ritual ini menandai hari terpendek dan awal kembalinya cahaya.
Foto Travel
Tradisi Menyambut Cahaya di Hari Terpendek Tahun Ini
Seorang peserta mengenakan busana druid dan hiasan kepala tradisional saat mengikuti perayaan winter solstice di Stonehenge, Wiltshire, Inggris. REUTERS/Isabel Infantes
Sekelompok penari menari dan peserta lainnya melingkari penari, menutup perayaan winter solstice yang setiap tahunnya menarik perhatian global, termasuk melalui siaran langsung daring. REUTERS/Isabel Infantes
Para penari Morris tampil saat orang-orang menghadiri perayaan ketika matahari muncul, menandai titik balik musim dingin yang secara simbolis dimaknai sebagai kembalinya cahaya setelah periode kegelapan.Β REUTERS/Isabel Infantes
Peserta mengenakan kostum sedang minum dari tanduk di tengah udara dingin pagi, mencerminkan tradisi modern yang memadukan spiritualitas, komunitas, dan pengalaman budaya.Β REUTERS/Isabel Infantes
Ribuan orang berkumpul di dalam dan sekitar lingkaran batu Stonehenge sebelum fajar untuk menyambut matahari terbit pada winter solstice, hari terpendek dalam setahun di belahan bumi utara.Β REUTERS/Isabel Infantes
Seorang pengunjung menyentuh batu Stonehenge, bagian dari ritual refleksi dan penghormatan terhadap monumen prasejarah berusia sekitar 5.000 tahun.Β REUTERS/Isabel Infantes
Kerumunan merayakan momen matahari terbit yang sejajar dengan sumbu utama Stonehenge, memperkuat keyakinan bahwa situs ini dirancang dengan penyelarasan astronomi, khususnya pada winter solstice.Β REUTERS/Isabel Infantes
Peserta yang menggunakan kostum dan membawa tongkat ritual saat mengikuti upacara spiritual, tradisi yang telah menjadi bagian dari perayaan solstice modern di Stonehenge selama beberapa dekade.Β REUTERS/Isabel Infantes












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh