Jakarta - Lonjakan konflik antara manusia dan beruang di Jepang memunculkan fenomena tak biasa pada kuliner negeri sakura. Kini daging beruang diburu.
Potret Berburu Kuliner Beruang di Pegunungan Jepang
Pemburu sekaligus koki Koji Suzuki berpose di sebuah restoran yang menyajikan daging beruang di Chichibu, Prefektur Saitama. Seiring meningkatnya jumlah serangan beruang yang mematikan di Jepang, Koji Suzuki kewalahan memenuhi lonjakan permintaan daging beruang panggang di restorannya. (Yuichi Yamazaki / AFP)
Daging tersebut dimasak di atas lempengan batu panas atau disajikan dalam hot pot bersama sayuran. Daging itu berasal dari beruang yang dibasmi untuk menekan serangan yang tahun ini menewaskan rekor 13 orang, (Yuichi Yamazaki / AFP)
Meski restoran Suzuki juga menyajikan daging rusa dan babi hutan, menu yang lazim di kawasan pegunungan Jepang, kini daging beruang menjadi menu paling dicari.(Yuichi Yamazaki / AFP)
Istri Suzuki, Chieko (64), yang mengelola restoran tersebut, mengatakan lonjakan permintaan membuat mereka kerap menolak pelanggan. Menurutnya, ketertarikan itu datang bukan hanya dari warga lokal, tetapi juga dari pengunjung yang penasaran dengan kuliner khas daerah pegunungan. (Yuichi Yamazaki / AFP)
Meski terdengar ekstrem bagi sebagian orang, konsumsi daging beruang sebenarnya bukan hal baru di Jepang. Di desa-desa pegunungan, daging ini telah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner setempat, meski tidak dikonsumsi sehari-hari. (Yuichi Yamazaki / AFP)












































Komentar Terbanyak
Kubu PB XIV Purbaya Protes Keras ke Menbud Fadli Zon sampai Naik ke Panggung
Penunjukan Tedjowulan Diprotes Kubu PB XIV Purbaya, Apa Kata Fadli Zon?
Fadli Zon Serahkan SK buat Tedjowulan, Keraton Solo Bergejolak