Potret Bangunan Kolonial Stasiun KA Gundih di Grobogan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Potret Bangunan Kolonial Stasiun KA Gundih di Grobogan

Femi Diah - detikTravel
Senin, 27 Apr 2026 09:53 WIB

Jakarta - Stasiun Gundih di Grobogan, Jawa Tengah tak biasa diabaikan. Bangunan lawas bergaya kolonial begitu unik.

Stasiun Gundih di Grobogan, Jateng
Stasiun Gundih beroperasi sebagai stasiun regional di jalur penghubung Semarang, Solo, dan Surabaya, sekaligus menjadi simpul percabangan lintas yang penting sejak masa lalu. (dok. KAI)
Stasiun Gundih di Grobogan, Jateng
Hingga kini, Stasiun Gundih berjalan dengan adanya layanan kereta seperti KA Banyubiru yang melayani naik turun penumpang di stasiun ini. KA Banyubiru melayani relasi Semarang Tawang - Solo Balapan dengan tarif Rp 40.000. Waktu tempuhnya sekitar dua jam.Β (dok. KAI)
Stasiun Gundih di Grobogan, Jateng
Dengan stasiun ini, warga Grobogan dapat bepergian ke Semarang atau Solo dengan kereta api untuk bekerja, belajar, berobat, atau pelesiran dengan lebih mudah. Sebaliknya, masyarakat dari kota juga bisa datang ke wilayah Gundih untuk menikmati Waduk Kedung Ombo, hutan jati Geyer, hingga kuliner khas daerah sekitar.(dok. KAI)
Stasiun Gundih di Grobogan, Jateng
Buat traveler, Stasiun Gundih selain menjadi titik perjumpaan, juga spot foto yang instagramable. Stasiun ini memiliki bangunan khas stasiun besar era kolonial dengan bahan dari kayu jati yang masih terawat. (dok. KAI)
Stasiun Gundih di Grobogan, Jateng
Bangunan utamanya memanjang dengan tata letak simetris, dilengkapi atap tinggi dan lebar yang membantu sirkulasi udara di iklim tropis. Dindingnya tebal dengan pintu dan jendela berukuran besar. Suasana di sekitar stasiun yang dikelilingi hutan memberi pengalaman perjalanan yang tenang dan menyenangkan.(dok. KAI)
Stasiun Gundih di Grobogan, Jateng
Stasiun iniΒ memiliki gaya arsitektur Indische Empire. Ruangan inti stasiun masih asli, bahkan jam besar yang dipasang bersamaan dengan pembangunan stasiun berfungsi sempurna, demikian pula perangkat persinyalan mekanik jenis Alkmaar peninggalan kolonial juga masih tersimpan dan terawat hingga saat ini. (dok. KAI)
Potret Bangunan Kolonial Stasiun KA Gundih di Grobogan
Potret Bangunan Kolonial Stasiun KA Gundih di Grobogan
Potret Bangunan Kolonial Stasiun KA Gundih di Grobogan
Potret Bangunan Kolonial Stasiun KA Gundih di Grobogan
Potret Bangunan Kolonial Stasiun KA Gundih di Grobogan
Potret Bangunan Kolonial Stasiun KA Gundih di Grobogan
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads