Kanada - Duel Portugal kontra Kroasia menyedot ribuan suporter di Toronto. Banyak fans datang demi menyaksikan kemungkinan laga terakhir Ronaldo dan Modri.
Foto Travel
Ribuan Fans Padati Toronto Demi 'Last Dance' Ronaldo dan Modric
Jumat, 03 Jul 2026 16:00 WIB
Duel Portugal melawan Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 menjadi magnet bagi ribuan suporter yang memadati Toronto, Kanada, Jumat (3/7/2026). IMAGN IMAGES via Reuters/JOHN E SOKOLOWSKI
Laga tersebut diyakini menjadi kesempatan terakhir menyaksikan Cristiano Ronaldo dan Luka Modrić berduel di panggung Piala Dunia. Momen itu membuat antusiasme suporter meningkat sejak sebelum pertandingan. IMAGN IMAGES via Reuters/JOHN E SOKOLOWSKI
Jalanan Toronto dipenuhi arak-arakan pendukung Portugal dan Kroasia. Mereka bernyanyi, menari, serta berbaris menuju stadion dalam suasana layaknya festival. IMAGN IMAGES via Reuters/KEVIN SOUSA
Toronto yang memiliki komunitas diaspora Portugal dan Kroasia dalam jumlah besar berubah menjadi lautan merah dan putih-kotak khas pendukung Vatreni. IMAGN IMAGES via Reuters/JOHN E SOKOLOWSKI
Di atas lapangan, Kroasia sempat unggul lebih dulu melalui Ivan Perišić. Portugal kemudian membalas lewat penalti Cristiano Ronaldo sebelum Gonçalo Ramos mencetak gol kemenangan pada masa injury time. REUTERS/Carlos Osorio
Kemenangan 2-1 membawa Portugal melaju ke babak 16 besar. Selecao selanjutnya akan menghadapi Spanyol dalam perebutan tiket perempat final. REUTERS/Carlos Osorio
Bagi banyak pendukung, pertandingan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar sepak bola. Mereka ingin menjadi saksi kemungkinan penampilan terakhir Modrić di Piala Dunia sekaligus akhir rivalitasnya dengan Ronaldo di turnamen tersebut. IMAGN IMAGES via Reuters/KEVIN SOUSA
Suporter Kroasia, Dennis Mavrin, mengaku rela menghabiskan anggaran liburan keluarganya demi kembali ke Toronto bersama putranya untuk menyaksikan duel dua legenda itu. IMAGN IMAGES via Reuters/JOHN E SOKOLOWSKI
Antusiasme suporter tetap tinggi meski Toronto dilanda cuaca panas ekstrem dengan suhu mencapai 37 derajat Celsius. Bahkan, operator transportasi Metrolinx memperlambat laju kereta dan sejumlah acara nonton bareng dibatalkan. IMAGN IMAGES via Reuters/KEVIN SOUSA
Warga Toronto keturunan Portugal, Justin Ribeiro, menyebut menyaksikan tim nasionalnya bermain di kota tempat tinggalnya menjadi pengalaman yang sangat istimewa. Baginya, momen tersebut terasa berbeda dibanding saat menonton Portugal bermain langsung di negaranya. REUTERS/Pedro Rocha











































Komentar Terbanyak
Femas, Pemuda Madiun yang Kabur dari Tur di Korea Terdeteksi di Masjid
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan
Naik Tiga Tingkat! Indonesia Kini di Posisi ke-2 Destinasi Ramah Muslim