Yangshuo - Parade Naga Emas dari rakit bambu bercahaya menyusuri Sungai Yulong di Yangshuo, Guilin, menarik ribuan wisatawan dan warga.
Foto Travel
Parade "Naga Emas" Terangi Sungai Yulong
Parade "Golden Dragon" atau Naga Emas kembali memukau ribuan pengunjung di Yangshuo, Kota Guilin, Daerah Otonom Guangxi Zhuang, China, kemarin. Atraksi malam tersebut menampilkan rangkaian rakit bambu bercahaya yang disusun membentuk naga raksasa dan berlayar di sepanjang Sungai Yulong. VCG via Getty Images/VCG
Parade "Golden Dragon" atau Naga Emas kembali memukau ribuan pengunjung di Yangshuo, Kota Guilin, Daerah Otonom Guangxi Zhuang, China, kemarin. Atraksi malam tersebut menampilkan rangkaian rakit bambu bercahaya yang disusun membentuk naga raksasa dan berlayar di sepanjang Sungai Yulong. VCG via Getty Images/VCG
Parade Naga Emas merupakan tradisi yang berasal dari Yangshuo dan telah menjadi salah satu atraksi budaya yang identik dengan kawasan wisata tersebut. Cahaya lampu yang menghiasi rakit bambu menciptakan siluet naga berwarna keemasan yang tampak meliuk mengikuti arus sungai, menghadirkan pemandangan spektakuler di tengah lanskap karst khas Guilin.
Β VCG via Getty Images/VCG
Parade Naga Emas merupakan tradisi yang berasal dari Yangshuo dan telah menjadi salah satu atraksi budaya yang identik dengan kawasan wisata tersebut. Cahaya lampu yang menghiasi rakit bambu menciptakan siluet naga berwarna keemasan yang tampak meliuk mengikuti arus sungai, menghadirkan pemandangan spektakuler di tengah lanskap karst khas Guilin.
Β VCG via Getty Images/VCG
Ribuan wisatawan dan warga memadati tepian Sungai Yulong untuk menyaksikan prosesi tersebut. Banyak pengunjung mengabadikan momen ketika naga bercahaya melintas di atas permukaan air dengan latar pegunungan batu kapur yang menjadi ikon alam Yangshuo.Β VCG via Getty Images/VCG
Ribuan wisatawan dan warga memadati tepian Sungai Yulong untuk menyaksikan prosesi tersebut. Banyak pengunjung mengabadikan momen ketika naga bercahaya melintas di atas permukaan air dengan latar pegunungan batu kapur yang menjadi ikon alam Yangshuo.Β VCG via Getty Images/VCG
Parade ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mencerminkan kekayaan tradisi masyarakat setempat yang memadukan budaya, kerajinan bambu, dan keindahan alam. Β VCG via Getty Images/VCG
Parade ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mencerminkan kekayaan tradisi masyarakat setempat yang memadukan budaya, kerajinan bambu, dan keindahan alam. Β VCG via Getty Images/VCG
Penggunaan rakit bambu sebagai media utama sekaligus menunjukkan kedekatan masyarakat Yangshuo dengan sungai yang telah lama menjadi bagian penting dari kehidupan dan pariwisata daerah.
Β VCG via Getty Images/VCG
Penggunaan rakit bambu sebagai media utama sekaligus menunjukkan kedekatan masyarakat Yangshuo dengan sungai yang telah lama menjadi bagian penting dari kehidupan dan pariwisata daerah.
Β VCG via Getty Images/VCG
Seiring berkembangnya sektor pariwisata di Guilin, Parade Naga Emas menjadi salah satu agenda budaya yang mampu menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Pertunjukan tersebut turut mendukung promosi Yangshuo sebagai destinasi wisata yang menawarkan perpaduan antara tradisi lokal, panorama alam, dan atraksi budaya yang unik.Β VCG via Getty Images/VCG
Seiring berkembangnya sektor pariwisata di Guilin, Parade Naga Emas menjadi salah satu agenda budaya yang mampu menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Pertunjukan tersebut turut mendukung promosi Yangshuo sebagai destinasi wisata yang menawarkan perpaduan antara tradisi lokal, panorama alam, dan atraksi budaya yang unik.Β VCG via Getty Images/VCG











































Komentar Terbanyak
Terpopuler: Pemuda Madiun yang Kabur dari Tur di Korea Sempat Terdeteksi di Masjid
Setelah Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Acara Lari, Entourage Bali Minta Maaf
Media Asing Ikut Soroti Polemik Entourage Bali yang Diduga Diskriminasi WNI