Jakarta -
Transit di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) menghadirkan banyak memori soal kampung halaman, terutama saat momen lebaran. Begini potretnya:
Nuansa dapur rumah di kampung.
|
Transit di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) menghadirkan banyak memori soal kampung halaman, terutama saat momen lebaran. Begini potretnya:
Suasana ruang makan di kampung rumah adat Melayu.
|
Transit di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) menghadirkan banyak memori soal kampung halaman, terutama saat momen lebaran. Begini potretnya:
Replika dapur di kampung.
|
Transit di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) menghadirkan banyak memori soal kampung halaman, terutama saat momen lebaran. Begini potretnya:
Replika bumbu dapur.
|
Transit di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) menghadirkan banyak memori soal kampung halaman, terutama saat momen lebaran. Begini potretnya:
Berfoto selfy dulu sebagai kenang-kenangan.
|
Transit di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) menghadirkan banyak memori soal kampung halaman, terutama saat momen lebaran. Begini potretnya:
Transit di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) menghadirkan banyak memori soal kampung halaman, terutama saat momen lebaran. Begini potretnya:Transit di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) menghadirkan banyak memori soal kampung halaman, terutama saat momen lebaran. Begini potretnya:Transit di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) menghadirkan banyak memori soal kampung halaman, terutama saat momen lebaran. Begini potretnya:Transit di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) menghadirkan banyak memori soal kampung halaman, terutama saat momen lebaran. Begini potretnya:Transit di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) menghadirkan banyak memori soal kampung halaman, terutama saat momen lebaran. Begini potretnya:
(travel/travel)
Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica