|
Suasana De Locomotief pasa sebuah siang, dipenuhi wisatawan yang datang dari segala penjuru. Hanya dengan membayar biaya parkir Rp. 2000 saja untuk kendaraan roda dua dan Rp. 5.000 untuk roda empat, keunikan De Locomotief ditambah
|
|
Sekalipun terletak di tepi pantai, udara di De Locomotief sangatlah sejuk, sebab di setiap sudut kawasan ditumbuhi pohon-pohon yang rindang lagi hijau.
|
|
Lokomotif, inilah cikal bakal nama kawasan ini, menjadi salah satu benda di De Locomotief yang paling banyak diburu wisatawan untuk dijadikan latar belakang saat mengambil foto.
|
|
De Locomotief merupakan kawasan wisata tepi pantai yang memadukan antara museum, galeri, dan perpustakaan. Semua bisa disaksikan di tempat ini.
|
|
Salah satu sudut galeri di De Locomotief, menyajikan potret keindahan alam Indonesia serta budayanya.
|
|
Museum Garuda, nama museum di De Locomotief, berisi beberapa patung burung lambang negara Indonesia dan benda-benda peninggalan masa lampau yang pernah digunakan oleh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Pulau Bangka.
|
|
De Locomotief yang apik, perpaduan antara indahnya Pantai Tongaci, payung-payung dan peninggalan benda masa silam.
|
|
Ini dia Museum Garuda, tempat disimpannya aneka rupa perkakas kuno peninggalan masa lalu di Pulau bangka.
|
|
Nah, ini adalah perpustakaan di De Locomotief, disebut-sebut sebagai perpustakaan tepi pantai pertama yang pernah ada.
|
Halaman 2 dari 10










































