Menjelajah Perbukitan Selatan Blitar
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menjelajah Perbukitan Selatan Blitar

Deny Caem - detikTravel
Senin, 17 Okt 2011 17:22 WIB
Menjelajah Perbukitan Selatan Blitar
Sendiri
Jakarta - Perjalanan yang bisa dibilang seru karena jalanannya hanya bisa dilewati satu mobil saja. Tapi, itu semua terbayar sudah saat kaki ini menginjak tepian pantai yang benar-benar masih alami. Sangat terlihat tidak adanya coret-coretan dari tangan jahil perusak alam.

Jalanan menuju Pahpulo
Perjalanan yang bisa dibilang seru karena jalanannya hanya bisa dilewati satu mobil saja. Tapi, itu semua terbayar sudah saat kaki ini menginjak tepian pantai yang benar-benar masih alami. Sangat terlihat tidak adanya coret-coretan dari tangan jahil perusak alam.

Pasir putih di Pantai Pahpulo
Perjalanan yang bisa dibilang seru karena jalanannya hanya bisa dilewati satu mobil saja. Tapi, itu semua terbayar sudah saat kaki ini menginjak tepian pantai yang benar-benar masih alami. Sangat terlihat tidak adanya coret-coretan dari tangan jahil perusak alam.

Tebing di sisi timur pantai
Perjalanan yang bisa dibilang seru karena jalanannya hanya bisa dilewati satu mobil saja. Tapi, itu semua terbayar sudah saat kaki ini menginjak tepian pantai yang benar-benar masih alami. Sangat terlihat tidak adanya coret-coretan dari tangan jahil perusak alam.

tebing sisi kanan pantai berbatasan dengan pantai serang
Perjalanan yang bisa dibilang seru karena jalanannya hanya bisa dilewati satu mobil saja. Tapi, itu semua terbayar sudah saat kaki ini menginjak tepian pantai yang benar-benar masih alami. Sangat terlihat tidak adanya coret-coretan dari tangan jahil perusak alam.

Terumbu yang masih alami
Perjalanan yang bisa dibilang seru karena jalanannya hanya bisa dilewati satu mobil saja. Tapi, itu semua terbayar sudah saat kaki ini menginjak tepian pantai yang benar-benar masih alami. Sangat terlihat tidak adanya coret-coretan dari tangan jahil perusak alam.

Deburan ombak laut selatan
Perjalanan yang bisa dibilang seru karena jalanannya hanya bisa dilewati satu mobil saja. Tapi, itu semua terbayar sudah saat kaki ini menginjak tepian pantai yang benar-benar masih alami. Sangat terlihat tidak adanya coret-coretan dari tangan jahil perusak alam.
Halaman 2 dari 7
Perjalanan yang bisa dibilang seru karena jalanannya hanya bisa dilewati satu mobil saja. Tapi, itu semua terbayar sudah saat kaki ini menginjak tepian pantai yang benar-benar masih alami. Sangat terlihat tidak adanya coret-coretan dari tangan jahil perusak alam.Perjalanan yang bisa dibilang seru karena jalanannya hanya bisa dilewati satu mobil saja. Tapi, itu semua terbayar sudah saat kaki ini menginjak tepian pantai yang benar-benar masih alami. Sangat terlihat tidak adanya coret-coretan dari tangan jahil perusak alam.Perjalanan yang bisa dibilang seru karena jalanannya hanya bisa dilewati satu mobil saja. Tapi, itu semua terbayar sudah saat kaki ini menginjak tepian pantai yang benar-benar masih alami. Sangat terlihat tidak adanya coret-coretan dari tangan jahil perusak alam.Perjalanan yang bisa dibilang seru karena jalanannya hanya bisa dilewati satu mobil saja. Tapi, itu semua terbayar sudah saat kaki ini menginjak tepian pantai yang benar-benar masih alami. Sangat terlihat tidak adanya coret-coretan dari tangan jahil perusak alam.Perjalanan yang bisa dibilang seru karena jalanannya hanya bisa dilewati satu mobil saja. Tapi, itu semua terbayar sudah saat kaki ini menginjak tepian pantai yang benar-benar masih alami. Sangat terlihat tidak adanya coret-coretan dari tangan jahil perusak alam.Perjalanan yang bisa dibilang seru karena jalanannya hanya bisa dilewati satu mobil saja. Tapi, itu semua terbayar sudah saat kaki ini menginjak tepian pantai yang benar-benar masih alami. Sangat terlihat tidak adanya coret-coretan dari tangan jahil perusak alam.
(travel/travel)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads