Jakarta -
Dulu Bocah Dieng terkenal dengan rambut gimbalnya,namun sekarang agak susah ditemui bahkan beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Candi Arjuna kami menjumpai beberapa bocah seusia SD sepulang dari sekolah yang berpotongan cepak lagi mungkin karena tidak diperbolehkan oleh tempat mereka bersekolah
ugc
|
Dulu Bocah Dieng terkenal dengan rambut gimbalnya,namun sekarang agak susah ditemui bahkan beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Candi Arjuna kami menjumpai beberapa bocah seusia SD sepulang dari sekolah yang berpotongan cepak lagi mungkin karena tidak diperbolehkan oleh tempat mereka bersekolah
ugc
|
Dulu Bocah Dieng terkenal dengan rambut gimbalnya,namun sekarang agak susah ditemui bahkan beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Candi Arjuna kami menjumpai beberapa bocah seusia SD sepulang dari sekolah yang berpotongan cepak lagi mungkin karena tidak diperbolehkan oleh tempat mereka bersekolah
ugc
|
Dulu Bocah Dieng terkenal dengan rambut gimbalnya,namun sekarang agak susah ditemui bahkan beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Candi Arjuna kami menjumpai beberapa bocah seusia SD sepulang dari sekolah yang berpotongan cepak lagi mungkin karena tidak diperbolehkan oleh tempat mereka bersekolah
ugc
|
Dulu Bocah Dieng terkenal dengan rambut gimbalnya,namun sekarang agak susah ditemui bahkan beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Candi Arjuna kami menjumpai beberapa bocah seusia SD sepulang dari sekolah yang berpotongan cepak lagi mungkin karena tidak diperbolehkan oleh tempat mereka bersekolah
ugc
|
Dulu Bocah Dieng terkenal dengan rambut gimbalnya,namun sekarang agak susah ditemui bahkan beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Candi Arjuna kami menjumpai beberapa bocah seusia SD sepulang dari sekolah yang berpotongan cepak lagi mungkin karena tidak diperbolehkan oleh tempat mereka bersekolah
ugc
|
Dulu Bocah Dieng terkenal dengan rambut gimbalnya,namun sekarang agak susah ditemui bahkan beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Candi Arjuna kami menjumpai beberapa bocah seusia SD sepulang dari sekolah yang berpotongan cepak lagi mungkin karena tidak diperbolehkan oleh tempat mereka bersekolah
Dulu Bocah Dieng terkenal dengan rambut gimbalnya,namun sekarang agak susah ditemui bahkan beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Candi Arjuna kami menjumpai beberapa bocah seusia SD sepulang dari sekolah yang berpotongan cepak lagi mungkin karena tidak diperbolehkan oleh tempat mereka bersekolahDulu Bocah Dieng terkenal dengan rambut gimbalnya,namun sekarang agak susah ditemui bahkan beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Candi Arjuna kami menjumpai beberapa bocah seusia SD sepulang dari sekolah yang berpotongan cepak lagi mungkin karena tidak diperbolehkan oleh tempat mereka bersekolahDulu Bocah Dieng terkenal dengan rambut gimbalnya,namun sekarang agak susah ditemui bahkan beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Candi Arjuna kami menjumpai beberapa bocah seusia SD sepulang dari sekolah yang berpotongan cepak lagi mungkin karena tidak diperbolehkan oleh tempat mereka bersekolahDulu Bocah Dieng terkenal dengan rambut gimbalnya,namun sekarang agak susah ditemui bahkan beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Candi Arjuna kami menjumpai beberapa bocah seusia SD sepulang dari sekolah yang berpotongan cepak lagi mungkin karena tidak diperbolehkan oleh tempat mereka bersekolahDulu Bocah Dieng terkenal dengan rambut gimbalnya,namun sekarang agak susah ditemui bahkan beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Candi Arjuna kami menjumpai beberapa bocah seusia SD sepulang dari sekolah yang berpotongan cepak lagi mungkin karena tidak diperbolehkan oleh tempat mereka bersekolahDulu Bocah Dieng terkenal dengan rambut gimbalnya,namun sekarang agak susah ditemui bahkan beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Candi Arjuna kami menjumpai beberapa bocah seusia SD sepulang dari sekolah yang berpotongan cepak lagi mungkin karena tidak diperbolehkan oleh tempat mereka bersekolah
(travel/travel)
Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Bule Swiss Ejek Nyepi di Bali, PHDI Buka Suara