Dilansir dari Huffington Post, Selasa (30/7/2013), bangunan rumah dari kaleng bir ini dibuat oleh John Milkovisch dan bernama Beer Can House. Selama hidupnya, Milkovisch tidak pernah membuang satu pun kaleng bir yang ia minum bersama istrinya.
Pada awal tahun 1979, ketika dinding alumunium sedang menjadi tren, Milkovisch mengeluarkan semua kaleng yang disimpannya di loteng bertahun-tahun. Dia memotong, membuka dan meratakan kaleng-kaleng bir tersebut lalu menjadikannya sebagai wallpaper rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Milkovisch mengatakan dirinya bahwa jika ada sebuah rumah yang mirip dengan rumahnya sejarak satu blok saja, ia tidak akan membuang waktu untuk pergi melihatnya. Dia tidak tahu apa yang menjadi daya tarik tentang apa yang dia lakukan," ujar Ruben Guevara.
Milkovisch meninggal pada pertengahan tahun 1980. Namun istrinya, Mary, masih tinggal di di rumah berlapis dinding kaleng-kaleng bir. Anak-anak mereka akan bekerja dari waktu ke waktu, menggantikan kaleng yang berkarat dengan yang baru dan mengembalikan dinding kaleng bir yang dihancurkan badai.
Sejak kematian Mary Milkovisch di pertengahan 1990, lingkungan telah dengan cepat berubah, dari daerah kelas menengah menjadi area kondominium dan apartemen untuk kelas atas. Tapi keberadaan rumah berlapis dinding kaleng bir ini tetap terkenal.
Sekitar 10 tahun lalu, organisasi lokal nonprofit Orange Show Center for Visionary Art membeli rumah ini. Mereka merestorasi dengan hati-hati dan membukanya untuk dikunjungi wisatawan. Tujuan mereka adalah melestarikan bagian dari hasil karya seni rakyat.
Pusat kesenian Milkovisch memperkirakan ada 50.000 kaleng bir yang menumpuk, mungkin bir ini diminum enam kaleng sehari selama rentang 20 tahun. Selama 17 bulan, Milkovisch mendekorasi rumahnya dari bawah ke atas dengan kaleng bir Budweiser, Texas Pride, dan Shiner.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Parah Banget! Turis Thailand Jadi Korban Maling di Bromo, 7 Koper Hilang
11 Bandara Papua Ditutup