Bangunan cantik tersebut berada di sudut Jalan Bourke dan Elizabeth. Tak sulit untuk menemukan bangunan ini di Central Business District (CBD) Kota Melbourne, Negara Bagian Victoria, Australia. Gaya neo-Rennaisance masih mendominasi gedung ini.
Tahun 1859, gedung ini dibangun sebagai kantor pos alias General Post Office (GPO). Dari situs resmi GPO yang dikutip detikTravel, Kamis (29/8/2013), awalnya gedung ini hanya terdiri dari 2 lantai. Salah satu arsiteknya adalah AE Johnson, yang juga mendesain Pengadilan Tinggi di Kota Melbourne.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah sekian lama menjadi kantor pos, bangunan ini disulap menjadi pusat perbelanjaan pada 1993. Gerai dan pertokoan mulai dibuka, kafe mulai berderet di luar dan dalamnya. Langit-langitnya direnovasi, meski interior dan bagian dalam bangunan tak banyak yang berubah.
Sekarang, GPO adalah salah satu mal yang paling diminati turis di Melbourne. Letaknya benar-benar di jantung kota, jarak per kilometer ke seluruh arah Kota Melbourne dimulai dari sini. Warga dan turis mulai menjadikan GPO sebagai lokasi belanja tepatnya sejak Oktober 2004.
Di bagian dalamnya, turis masih bisa merasakan 'aura kantor pos'. Pertokoan yang berderet di sepanjang lorong dulunya adalah tempat menyortir surat dan paket-paket. Nuansa Victoria masih terasa kental di sini, membuat agenda wisata belanja semakin menyenangkan.
Mal dengan 3 lantai ini punya sederet toko dan butik ternama. Ada toko khusus pakaian wanita, laki-laki, perhiasan & aksesori, juga restoran dan kafe. Tak sedikit warga Melbourne yang menikmati sore hari sambil menyeruput kopi di Federal Coffee Palace, atau menikmati aneka cokelat di Cacao Fine Chocolates.
Selain belanja, GPO juga punya banyak restoran untuk turis berwisata kuliner. Bahkan, ada restoran Ramen Ya bagi traveler yang ingin mencicipi ramen dan masakan Jepang.
(sst/sst)











































Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Gara-gara Protes Penerbangan Delay, Warga 62 Ditahan Polisi KLIA