Ditengok dari The Sydney Morning Herald, Kamis (5/9/2013), taman romantis bernama Ninfa ini akan membawa Anda kembali ke abad ke-19. Dahulu, keluarga aristokrat Caetani mengambil alih kota tua Ninfa, yang ditinggalkan di abad pertengahan. Sekarang tempat ini telah berubah menjadi taman yang sangat indah.
Caetani adalah seorang musisi sekaligus anak didik komposer Hungaria, Frantz Liszt. Ibunya, seorang wanita Inggris bernama Ada Wilbraham, pendiri taman Ninfa. Adapun kastil Ninfa dan area taman diperbaharui pada abad ke 20 dengan gaya kebun Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kota ini pernah memiliki 150 rumah dan tujuh gereja. Selain itu Ninfa juga pernah menjadi tempat perhentian bagi peziarah dan pedagang Romawi di jalur Appian Ways. Sebelum menjadi taman yang sangat artistik, Ninfa pernah hancur oleh perang, sampai ditinggalkan karena wabah malaria.
"Ninfa ini bukan hanya taman, namun juga sejarah budaya yang panjang," kata Lauro Marchetti, kepala Roffredo Caetani Foundation. Dia mengelola taman yang berada sekitar 70 kilometer dari Roma ini.
Di taman ini, ada area yang disebut 'kicauan burung bulbul'. Pada malam hari di sini ada konser alami perpaduan suara kicau burung dan air. Tanaman yang ada di dalam Ninfa terdiri dari 1.300 macam dan berasal dari seluruh dunia.
Beberapa di antaranya merupakan tanaman langka seperti rhubarbs raksasa dari Brazil, tanaman hazel Pegunungan Alborz di Iran dan pohon cedar dari Afrika Utara. Selain itu Anda juga bisa melihat tulip Amerika, maple Jepang bersama serta mawar merambat setinggi 21 meter di atas pohon cemara.
Untuk mengunjungi Taman Ninfa, Anda harus reservasi berkelompok. Taman ini hanya dibuka pada akhir pekan minggu pertama dan minggu ketiga mulai bulan April hingga Oktober. Harga tiket masuk taman ini sebesar 10 Euro (Rp 128 ribu) dan bisa dipesan langsung di Palazzo Caetani. Jangan lupa, Anda hanya bisa berkunjung bersama kelompok tur.
Untuk mencapai ke sana, Anda bisa menggunakan kereta ke Latina, sekitar setengah jam dari Roma. Layanan bus lokal jarang di sini. Namun, Anda juga bisa menggunakan taksi dengan tarif 12-14 Euro (Rp 150-180 ribu). Tentunya taman paling romantis ini wajib untuk Anda kunjungi!
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica