Pulau Jeju tak hanya terkenal oleh alam yang cantik. Di pulau ini, salah satu atraksi yang juga digemari wisatawan adalah Nanta Show. detikTravel menonton pertunjukan ini minggu lalu. Namun selama pertunjukan, dilarang memotret agar tidak mengganggu kenyamanan acara.
Nanta Show adalah kesenian tradisional Sanulmori (alat musik perkusi tradisional Korea yang dimainkan 4 orang) dipadu dengan seni modern. Masing-masing orang memegang satu alat musik yakni Janggu (gendang berbentuk jam pasir), Kwaenggwari (gong kecil), Buk (gong besar), dan Jing (gong besar).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam Nanta Show, Samulnori dikemas secara unik. Pemainnya ada 5 orang, dibuat seperti pertunjukan komedi. Berlatar dapur besar, kelima pemain ceritanya sibuk menyiapkan makanan untuk acara pernikahan. Ada beragam alat seperti panci, wajan, piring, dan pisau.
Semua alat itu menjadi bagian dari atraksi. Selain menampilkan keahlian bermain musik, para pemain Nanta Show juga mempraktekkan atraksi sulap. Mereka juga mengundang penonton untuk berpartisipasi langsung, naik ke atas panggung.
Tak perlu kuatir kalau tidak fasih berbahasa Korea. Mereka sangat sedikit menggunakan bahasa verbal, sehingga Nanta Show bisa dinikmati turis dari berbagai negara. Selama 2 jam pertunjukan, dijamin, Anda tak akan berhenti tertawa
"Saya sampai nggak bisa berhenti tertawa," ujar Hans, salah satu penonton kepada detikTravel saat menonton Nanta Show beberapa waktu lalu.
Nanta Show pertama digelar tahun 1997. Sejak itu, Nanta Show selalu menjadi favorit hingga sekarang. Tak hanya di Jeju, pertunjukan ini juga bisa disaksikan di beberapa kota lain di Korea Selatan.
Turis bisa membeli tiket dalam 3 kelas yakni VIP dan dua kelas di bawahnya. Tiket masuk kelas VIP harganya 60 ribu Won (Rp 630.000), sementara dua kelas di bawahnya seharga 50 ribu Won (Rp 525.000) dan 40 ribu Won (Rp 420.000)
(sst/sst)










































