Ini adalah mata pencaharian yang tidak biasa untuk perempuan di Korea Selatan. Menyelam di hamparan lautan Pulau Jeju, Korea Selatan untuk mencari abalone dan kerang laut. Para perempuan penyelam ini disebut Haenyeo.
Cara menyelam haenyeo juga tak biasa. Mereka tidak memakai tabung untuk membantu bernafas di dalam air, melainkan hanya memakai kacamata renang besar untuk melindungi mata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
detikTravel saat berkunjung ke Pulau Jeju minggu lalu, sempat melihat dua Haenyeo berenang ke arah pinggir laut. Kami pun turun dari mobil dan mengejar kedua perempuan perkasa itu.
Umur nenek ini 75 tahun. Namun sayang, mereka tidak menyukai privasi mereka terganggu. Meski sudah dibujuk oleh pemandu wisata kami, mereka tetap tidak mau diwawancara.
"Kadang mereka memang tidak nyaman dengan orang asing," ujar Sunny, salah satu pemandu wisata yang mengantar detikTravel jalan-jalan di Jeju.
Haenyeo sudah ada sejak abad ke-19. Para wanita ini turun mencari nafkah saat ada aturan pungut pajak dari pemerintah setempat yang diterapkan untuk pria saat mendapatkan penghasilan. Aturan itu tentu sangat memberatkan banyak keluarga. Akhirnya para wanita pun menggantikan peran para suami untuk mencari nafkah demi keluarganya.
Sejak itu para wanita Jeju menjadi tulang punggung keluarga. Setiap hari mereka turun ke laut beramai-ramai untuk mendapatkan abalone dan sea shell yang dihargai mahal.
Dua hewan laut itu memang unik karena hanya bisa ditemukan di beberapa tempat termasuk di Jeju. Kebiasaan menyelam itu akhirnya diturunkan ke anak cucu. Jadilah para perempuan Jeju penyelam yang handal.
Namun kini, seiring perkembangan zaman, jumlah Haenyeo sudah sangat menyusut. Hanya sangat sedikit perempuan yang masih menjalani profesi ini. Itu pun sudah berusia lanjut, di atas 60 tahun.
(shf/shf)











































Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Terpopuler: Pendaki Bawa Sapi ke Gunung Rinjani untuk Disembelih,Berujung Dikecam