Tapi di Seongsan Sunrise Peak, Anda bisa melihat aksi mereka mulai dari persiapan, menyelam, hingga kembali membawa hasil tangkapannya. Setiap hari, ada dua kegiatan yang bisa dilihat.
Biasanya, Haenyeo yang tampil sebanyak enam orang. Usia mereka rata-rata sudah lebih dari paruh baya. Bahkan beberapa sudah terbilang manula.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka berpakaian lengkap yaitu baju karet berwarna hitam. Mereka juga membawa pelampung yang diikatkan ke badan. Sedang tangan mereka menjinjing keranjang dan senjata untuk berburu abalone.
Seperti Haenyeon lainnya, mereka tidak menggunakan perlengkapan seperti para penyelam yang menggunakan tabung oksigen. Tapi mereka bisa tahan cukup lama di dalam air yakni kurang lebih dua menit.
Sebelum terjun menyelam di dalam air, para Haenyeo ini biasanya melakukan ritual-ritual khusus. Mereka bernyanyi bersama dengan dipimpin oleh satu orang. Ritual itu dilakukan di atas kapal.
Namun dalam pertunjukkan ini, ritual itu dilakukan di daratan sebelum mereka menuju lautan. Ratusan penonton berkerumun mengambil foto mereka.
Setelah selesai bernyanyi, mereka semua lantas menyelam di laut. Dalam beberapa menit kemudian, mereka muncul lagi ke atas permukaan laut dan naik ke daratan.
Mereka lantas menyerahkan hasil tangkapan kepada pedagang yang sudah menunggu. Dan hasil tangkapan itu boleh dibeli oleh pengunjung atau turis yang datang.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Desa dengan Hujan Abadi, Hampir Tak Pernah Melihat Matahari
Bayangkan Hidup Tanpa Matahari: Kisah Desa dengan Hujan 'Abadi'
Dilema Penetapan Tarif Tiket Pesawat