Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 07 Okt 2013 19:33 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Hii! Ada Museum Penyiksaan yang Seram di Bangkok

Afif Farhan
detikTravel
Narapidana dengan siksaan logam kait di bawah dagunya (bangkok.com)
Bangkok - Mungkin, tak banyak yang tahu tentang Correction Museum di Bangkok. Museum ini memberikan gambaran penyiksaan yang kejam terhadap narapidana di Negeri Gajah tersebut. Sadis, menyeramkan, dan bikin merinding. Buktikan sendiri!

Dilirik dari situs Bangkok Hotels and Travel Guide, Senin (7/10/2013) Correction Museum berada di 436 Mahachai Road, dekat Rommani Nart Park, Bangkok. Museum ini terdiri dari tiga gedung yang dulunya adalah penjara dan sudah ada sejak tahun 1890.

Sekitar tahun 1987, penjara tersebut dipindahkan ke Bang Kwang Central Prison, 7 km sebelah utara dari Bangkok. Kini, penjara itu sudah menjadi Correction Museum yang terkenal menyeramkan.

Turis yang datang bisa melihat kondisi penjara yang tidak nyaman, berbagai alat penyiksaan, dan display penyiksaan terhadap para tahanan. Tiap-tiap ruangan penjara di dalam museumnya pun menampilkan beragam patung narapidana yang disiksa dengan alat yang berbeda-beda. Dijamin merinding!

Ada patung seorang narapidana yang tangannya diikat dan di dagunya terdapat pengait besi yang runcing. Jadi, kepala tahanan tersebut mau tidak mau harus terus mengadah ke atas. Jika dia lelah, maka logam hook tersebut akan menembus dagunya dan perlahan-lahan narapidana tersebut akan mati kehabisan darah.

Masih ada yang lebih sadis. Ada display seorang narapidana yang duduk dengan jari yang dijepit dengan bambu. Dikisahkan, ini adalah metode untuk membuat para tahanan mengakui perbuatannya. Jadi, jari yang terjepit bambu tersebut akan dipukul keras-keras dengan palu. Atau, kukunya bakal ditancapkan oleh bambu runcing.

Tak sampai di situ, beberapa metode eksekusi kematian lainnya cukup membuat bulu kuduk merinding. Yang paling sering, adalah potong kepala dengan pedang yang sebelumnya narapidana dicambuk sebanyak 90 kali.

Uniknya, di Correction Museum juga dijelaskan tentang sejarah penyiksaan terhadap narapidana. Setelah muncul senjata api di Thailand, para tahanan pun dieksekusi dengan cara yang sadis menggunakan senjata tersebut. Mereka ditutup kepalanya lalu ditutupi tirai. Setelah itu, di badannya akan dipasang target menembak dan para algojo tinggal menembak target tersebut tanpa harus melihat orangnya.

Yang paling sadis dan jadi perhatian turis, adalah hukuman bola gajah. Para tahanan akan dimasukan ke dalam rotan yang berbentuk bundar seperti bola. Di dalam rotannya pun terdapat paku yang menancap ke dalam.

Ceritanya, tahanan yang dieksekusi dengan cara tersebut bakal mengalami penderitaan yang sangat menyakitkan. Setelahnya, gajah-gajah akan menendang bola rotan tersebut. Tahanan yang ada di dalamnya pun bakal terpental-pental dan merasakan sakitnya tertusuk paku-paku.

Di dinding-dinding ruangan pun terpampang gambar dan ilustrasi berbagai penyiksaan. Ada narapidanag yang dieksekusi dengan tempurung panas yang diletakan di kepalanya sehingga otaknya mendidih, narapidana yang dipasung tangan dan kakinya lalu dibiarkan mati, dan ada juga ruangan eksekusi dengan suntikan.

Correction Museum buka dari Senin sampai Jumat pukul 09.30-16.00 waktu setempat. Tiket masuknya hanya secara sukarela saja. Museum ini memberikan pengetahuan tentang sejarah penyiksaan pemerintah Thailand terhadap para narapidana, baik itu tersangka kriminalitas atau narkoba.

Lihatlah aneka metode penyiksaan dan foto-foto di dalamnya. Bagi Anda yang penakut, sebaiknya pikir-pikir dulu kalau mau masuk ke museum ini. Berani?

(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA