Beberapa waktu lalu, detikTravel bersama Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Jakarta pelesir di gurun pasir Shapotou. Gurun pasir ini berada di Provinsi Ningxia, China.
Kebetulan ketika itu, kami datang dalam undangan acara Konferensi Wisata Muslim di Ningxia, China. Salah satu agendanya adalah berkunjung ke beberapa destinasi wisata, termasuk gurun pasir di Shapotou.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka membagikan topi dan masker untuk dikenakan turis. Kata mereka, udara di gurun pasir cukup pasir, karenanya kami disiapkan topi.
"Ini digunakan agar tidak ada pasir yang masuk ke hidung," ujar salah seorang pemandu wisata sambil menunjuk ke arah masker yang kami pegang.
Setelah mengenakan masker dan topi, seluruh peserta diminta menaiki mobil listrik. Perlahan mobil jalan mengikuti jalur yang disediakan.
Pepohonan tinggi dengan sedikit daun menemani perjalanan kami. Udara ketika itu cukup dingin namun angin yang berhembus terasa dingin.
Sambil terus menatap ke depan, bukit pasir muncul perlahan di hadapan. Semakin lama semakin jelas penampakkannya. Ini dia gurun pasir luas di Shapotou, Ningxia, China.
Satu persatu wisatawan turun dari mobil. Jejeran unta telah menunggu. Lantas kami semua diminta menaiki unta yang ada di hadapan, satu orang satu unta.
Berjalan pelan membelah gurun, unta membawa kami ke suatu tempat di tengah hamparan padang pasir. Terlihatlah beberapa buah mobil off road 4WD menanti. Rupanya, seluruh rombongan diminta untuk naik ke dalam mobil dan akan diajak ber-off road ria.
"Pakai sabuk pengaman yang kencang, ya!" ujar pengemudi.
Dengan antusias, kami semua langsung mengenakan sabuk pengaman. Mesin mobil dinyalakan. Bruuumm! Mobil langsung tancap gas dan berlari kencang di antara bukit padang pasir.
"Aaaaaaaaaaaakkk!" teriak seluruh penumpang.
Dengan jalur yang berbelok-belok, mobil terus melaju kencang dan tak terhenti. Pantas saja penumpang diminta mengencangkan ikat pinggang, saking kencang dan ekstremnya medan, tubuh kami terlompat-lompat dari kursi.
Walau seram, perjalanan ini terasa seru. Semua orang bisa melepas ketakutan dengan berteriak kencang. Sampai pada akhirnya mobil terhenti di puncak sebuah bukit.
Seluruh itu turis diminta turun dari mobil dan bebas berfoto-foto di tengah gurun pasir. Setelah puas, barulah petualangan dilanjutkan.
Mobil tidak berjalan mundur, melainkan jalan terus dan menuruni bukit. Parahnya, turunan ini memiliki kemiringan hingga 60 derajat, tapi seru!
Lagi-lagi wisatawan dibuat berteriak dan ditantang adrenalinnya. Sukses! Gurun Pasir Shapotou sukses mendebarkan jantung setiap orang lewat keseruannya. Anda pun harus mencoba saat traveling ke sini.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar