Aneka Tradisi Makan yang Unik di Berbagai Negara

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Tradisi Unik

Aneka Tradisi Makan yang Unik di Berbagai Negara

Fetry Wuryasti - detikTravel
Kamis, 24 Okt 2013 18:20 WIB
Aneka Tradisi Makan yang Unik di Berbagai Negara
Tokyo - Saat traveling baik itu di Indonesia ataupun luar negeri, pasti kita menikmati kuliner baik di tempat makan atau diundang makan oleh warga setempat. Nah, di beberapa negara ada tradisi makan yang unik. Yuk kita pelajari!

Berbagai tradisi makan yang unik sampai saat ini masih dilakukan di negara-negara ini, antara lain meminum darah sapi, ikan mematikan, hingga menyisakan makanan saat bertamu. Ditengok dari website Wild Junket, Kamis (24/10/2013), berikut aneka tradisi makan di berbagai negara:

1. Minum darah, Kenya

(wildjunket.com)
Di Barat, sapi digunakan terutama untuk produksi daging atau susu. Lain halnya di Afrika, sapi bisa dimanfaatkan untuk berbagai jenis santapan. Meminum darah sapi dalam kisah sejarah setempat, membantu pelancong mampu melintasi wilayah gurun yang luas ketika air dan makanan terbatas.

Di Kenya, Prajurit Masai masih mengikuti ritual minum darah, sebagai kelezatan dicampur dengan susu atau langsung dari pembuluh darah dari binatang.

2. Vegetarian Festival, Thailand

(wildjunket.com)
Festival Vegetarian di Phuket, Thailand berlangsung setiap tahun. Pada festival ini, penduduk setempat berpantang untuk memakan daging, serta melakukan ritual suci membawa keberuntungan untuk sisa tahun.

Beberapa atraksi ritualnya antara lain berjalan di atas bara panas dan memasukkan segala macam benda tajam ke pipi. Tindakan ini dilakukan sebagai bagian dari pembersihan spiritual. Ingat, atraksi ini tidak untuk orang-orang yang lemah hati.

3. Memakan ikan mematikan, Jepang

(wildjunket.com)
Fugu, atau ikan buntal Jepang, terkenal sebagai salah satu makanan paling beracun di dunia. Koki handal di Jepang selama bertahun-tahun mencoba mengolah ikan ini untuk bisa dinikmati dengan berusaha menghapus racun tetrodotoxinnya yang mematikan dan tidak ada penawarnya.

Namun, koki tetap menyisakan sedikit racunnya pada ikan agar masih ada sensasi kesemutan di dalam mulut tamu saat memakan fugu, tanpa mengakibatkan kematian.

4. Bersendawa, Mesir

(wildjunket.com)
Ketika kebiasaan bersendawa di sebagian besar dunia dianggap tidak sopan, bersendawa di Mesir malah merupakan pujian tertinggi tamu, untuk berkomentar pada kualitas dan rasa makanan yang mereka santap.

Ketika berkunjung ke Mesir, pastikan traveler menenggak banyak cola atau minuman bersoda lainnya, untuk menunjukkan apresiasi penuh untuk makan. Sehingga akan terlihat Anda begitu menikmati makanannya.

5. Meditasi dengan Magic Mushrooms, Rusia

(mcleveland.org)
Penduduk etnis Kroyak di Siberia, Rusia memiliki kebiasaan yang tidak biasa, yaitu menggabungkan jamur halusinogen dengan urin, sebagai bagian dari ritual keagamaan ketika mereka bermeditasi, untuk berkomunikasi dengan roh.

Dalam ritualnya, jamur-jamur ini akan mereka makan. Lalu, para anggota suku akan meminum urin mereka sendiri untuk untuk mempertahankan efek memabukkan dari jamur beracun.

6. Menyisakan makanan, China

(pri.org)
Dalam budaya China, dianggap tidak sopan ketika seorang tamu melicintandaskan makanan yang ada di piring hingga bersih. Tindakan ini menimbulkan makna kalau tuan rumah tidak memberikan cukup makanan pada tamunya.

Oleh karena itu, ketika bertamu dan dipersilakan makan, usahakan selalu tinggalkan sedikit butir nasi pada akhir makan traveler. Hal ini tidak hanya untuk menunjukkan bahwa Anda telah menikmati makanan, namun juga tanda Anda memang kenyang.
Halaman 2 dari 7
Di Barat, sapi digunakan terutama untuk produksi daging atau susu. Lain halnya di Afrika, sapi bisa dimanfaatkan untuk berbagai jenis santapan. Meminum darah sapi dalam kisah sejarah setempat, membantu pelancong mampu melintasi wilayah gurun yang luas ketika air dan makanan terbatas.

Di Kenya, Prajurit Masai masih mengikuti ritual minum darah, sebagai kelezatan dicampur dengan susu atau langsung dari pembuluh darah dari binatang.

Festival Vegetarian di Phuket, Thailand berlangsung setiap tahun. Pada festival ini, penduduk setempat berpantang untuk memakan daging, serta melakukan ritual suci membawa keberuntungan untuk sisa tahun.

Beberapa atraksi ritualnya antara lain berjalan di atas bara panas dan memasukkan segala macam benda tajam ke pipi. Tindakan ini dilakukan sebagai bagian dari pembersihan spiritual. Ingat, atraksi ini tidak untuk orang-orang yang lemah hati.

Fugu, atau ikan buntal Jepang, terkenal sebagai salah satu makanan paling beracun di dunia. Koki handal di Jepang selama bertahun-tahun mencoba mengolah ikan ini untuk bisa dinikmati dengan berusaha menghapus racun tetrodotoxinnya yang mematikan dan tidak ada penawarnya.

Namun, koki tetap menyisakan sedikit racunnya pada ikan agar masih ada sensasi kesemutan di dalam mulut tamu saat memakan fugu, tanpa mengakibatkan kematian.

Ketika kebiasaan bersendawa di sebagian besar dunia dianggap tidak sopan, bersendawa di Mesir malah merupakan pujian tertinggi tamu, untuk berkomentar pada kualitas dan rasa makanan yang mereka santap.

Ketika berkunjung ke Mesir, pastikan traveler menenggak banyak cola atau minuman bersoda lainnya, untuk menunjukkan apresiasi penuh untuk makan. Sehingga akan terlihat Anda begitu menikmati makanannya.

Penduduk etnis Kroyak di Siberia, Rusia memiliki kebiasaan yang tidak biasa, yaitu menggabungkan jamur halusinogen dengan urin, sebagai bagian dari ritual keagamaan ketika mereka bermeditasi, untuk berkomunikasi dengan roh.

Dalam ritualnya, jamur-jamur ini akan mereka makan. Lalu, para anggota suku akan meminum urin mereka sendiri untuk untuk mempertahankan efek memabukkan dari jamur beracun.

Dalam budaya China, dianggap tidak sopan ketika seorang tamu melicintandaskan makanan yang ada di piring hingga bersih. Tindakan ini menimbulkan makna kalau tuan rumah tidak memberikan cukup makanan pada tamunya.

Oleh karena itu, ketika bertamu dan dipersilakan makan, usahakan selalu tinggalkan sedikit butir nasi pada akhir makan traveler. Hal ini tidak hanya untuk menunjukkan bahwa Anda telah menikmati makanan, namun juga tanda Anda memang kenyang.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads