Setelah puas menyusuri Sungai Tao Hua, keesokan harinya pada Rabu (23/10/2013) detikTravel bersama rombongan China Radio International menikmati keindahan Sungai Li atau Lijiang. Sungai ini membujur sepanjang 437 kilometer dari pegunungan Mao'er di Xing'an ke arah selatan melalui Guilin, Yangshuo dan Pingle.
Wisatawan dapat menyusuri sekitar 80 kilometer dari sungai ini untuk menikmati keindahan alamnya. Untuk menyusuri sungai Li bisa melalui pelabuhan Zhujian, yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 60 menit dengan naik bus dari kota Guilin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal ini bertarif 300 Yuan China, atau sekitar Rp 600 ribu untuk sekali perjalanan yang ditempuh dalam waktu 4 sampai 5 jam. Tarif tersebut sudah termasuk satu kali makan secara prasmanan di dalam kapal.
Selain menggunakan kapal, wisatawan juga bisa menyusuri Sungai Li menggunakan perahu kecil yang disewakan para nelayan. Kapasitasnya hanya 5 sampai 6 orang penumpang. Namun jarak tempuh perahu ini hanya pendek, yakni sekitar 10 sampai 20 kilometer dengan tarif 5 sampai 10 Yuan China (Rp 10-20 ribu).
Perahu-perahu tersebut bisa berlabuh di pelabuhan kecil yang banyak tersebar di sepanjang sungai Li. Pelabuhan ini biasanya digunakan sebagai moda transportasi oleh penduduk lokal, sekaligus sebagai tempat wisatawan yang ingin singgah sejenak.
Sepanjang perjalanan wisatawan akan disuguhi deretan perbukitan kapur. Di beberapa tempat deretan karst tersebut membentuk sebuah siluet saat sinar matahari beradu dengan kabut.
Deretan perbukitan dan persawahan yang menghijau berpadu dengan butiran pasir serta air sungai yang tenang. Semburat cahaya matahari yang muncul dari balik perbukitan kian menambah suasana romantis saat menyusuri sungai Li. Perjalanan menyusuri sunga Li akan berakhir di Yangshuo, salah satu kota tua di Guilin.
Tak berlebihan jika seorang penyair dari Negeri Tirau Bambu itu, Han Yu menjadikan Sungai Li sebagai salah satu sumber inspirasinya.
"Hembusan angin sungai seperti pita sutra hijau, sementara bukit-bukit seperti jepit rambut giok," tulis penyair yang hidup pada zaman dinasti Tang (768-824 Masehi) ini dalam salah satu syairnya.
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
Cerita Pilot Wanita Garuda Terbangkan Bryan Adams dan Diundang ke Konsernya