Pada Sabtu (14/2/2026), terjadi lonjakan signifikan volume kendaraan yang menuju kawasan wisata Puncak di Kabupaten Bogor. Satlantas Bogor telah mengumumkan penerapan sistem lalu lintas satu arah dari Jakarta menuju Puncak, berlaku mulai pukul 08.00 WIB.
Iptu Ardian Novianto, KBO Satlantas Polres Bogor, menjelaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada data jumlah kendaraan yang dikumpulkan di Gerbang Tol Ciawi. Peningkatan signifikan dalam volume lalu lintas tercatat antara pukul 07.00 hingga 08.00 WIB.
"Pukul 07.00 sampai dengan pukul 08.00 tadi sudah mencapai 2.684 kendaraan, itu naik cukup signifikan sehingga kami berlakukan rekayasa satu arah dari Jakarta menuju Puncak," ujar Ardian kepada wartawan di Pos Gadog Hoegeng Polres Bogor, Sabtu (14/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum diberlakukannya sistem satu arah, sistem ganjil-genap telah beroperasi mulai pukul 06.00 pagi. Antrean kendaraan yang menunggu masuk mencapai jarak 1,5 hingga 2 kilometer. Penerapan sistem satu arah telah menyebabkan penangguhan sementara sistem ganjil-genap, dengan tujuan untuk mengurangi kemacetan.
Ardian menyebutkan bahwa volume kendaraan yang menuju Puncak belum mencapai tingkat maksimumnya. Analisis tren dari akhir pekan sebelumnya menunjukkan bahwa lonjakan lalu lintas biasanya terjadi dalam dua gelombang yang berbeda.
"Gelombang pertama tadi di pukul 07.00 sampai pukul 08.00, nanti akan terjadi lonjakan kembali di gelombang kedua sekitar di pukul 09.30 sampai dengan pukul 10.30," kata dia.
Pihak kepolisian akan mempertahankan sistem one way hingga arus kendaraan stabil kembali ke tingkat normal. Traveler dapat mengharapkan kemacetan parah di persimpangan Megamendung dan Pasar Cisarua, yang keduanya berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi utama dan gerbang menuju vila-vila di sekitarnya.
Sebagai langkah proaktif untuk keamanan selama liburan Tahun Baru Imlek. Total 155 personel dari Kepolisian, Badan Transportasi, Dishub, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan.
Selain masalah kemacetan lalu lintas, penting bagi traveler untuk tetap update mengenai kondisi jalan dan prakiraan cuaca. Meskipun kondisi jalan secara umum terlihat baik, tetaplah berhati-hati di area yang rentan longsor, terutama di sekitar Gunung Mas dan di sekitar Masjid At-Ta'awun.
"Mohon untuk diantisipasi karena di situ sudah kita berikan tanda dengan barrier maupun dengan cone. Pengendara pada saat melintas tetap harus berhati-hati," ujar Ardian.
Adrian juga mengingatkan traveler untuk selalu mengecek kondisi kendaraan mengingat kontur jalur Puncak yang menanjak, serta memantau prakiraan cuaca dari BMKG karena curah hujan dan kabut tebal masih sering terjadi. Wisatawan diminta tidak memarkir kendaraan sembarangan di lereng tebing untuk menghindari risiko pohon tumbang atau longsor.
(fem/fem)












































Komentar Terbanyak
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
DPR Pertanyakan Harga Tiket Pesawat Mahal Jelang Lebaran, Aneh Bin Ajaib