4 Festival Unik Favorit Anda
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Festival Unik

4 Festival Unik Favorit Anda

Johanes Randy - detikTravel
Kamis, 05 Des 2013 11:50 WIB
4 Festival Unik Favorit Anda
(Sastri/ detikTravel)
Chiang Mai - Sebuah festival dirayakan untuk memperingati suatu hal yang penting. Di dalam dan luar negeri, masyarakat merayakan festival yang memiliki makna masing-masing. Inilah 4 festival yang paling disuka pembaca.

Mulai dari Festival Sekaten di Indonesia, sampai Festival Songkran di Thailand, masing-masing memiliki nilai dan cerita sakral dibaliknya. detikTravel menggelar survey di Twitter dari 3-4 Desember 2013 tentang festival unik. Dihimpun, Kamis (4/12/2013), inilah 4 festival unik paling favorit:

1. Festival Sekaten, Yogyakarta (25 persen)

(Ardi Qmailes/d'Traveler)
Bagi masyarakat dari Jawa, tentu sudah tidak asing dengan festival Sekaten yang populer di Kota Yogyakarta. Perayaan yang dilangsungkan selama seminggu ini, bervariasi dari upacara, festival, hingga pasar malam. Sekaten dibagi dalam beberapa tahapan.

Tahap pertama adalah Gamelan Sekaten, parade gamelan sakral yang dibawa oleh rombongan abdi dalem keraton. Tahap kedua adalah Tumplak Wajib, malam tembang Jawa. Event puncak adalah Grebeg Mulud, pada hari ke-12 Sekaten. Arak-arakan gunungan yang terbuat dari hasil panen, yang diberkati dan dibagikan.

Festival Sekaten dirayakan untuk memperingati Maulid Nabi, atau hari lahir Nabi Muhammad. Festival tersebut rutin diadakan setiap tahunnya dii Alun-alun Utara, dekat Keraton Yogyakarta. Sebanyak 25 persen pembaca memilih festival ini.

2. Festival Songkran, Chiang Mai (25 persen)

(bahighlife.com)
Apabila Anda berencana liburan ke Thailand, cobalah untuk datang pada bulan April. Karena, pada 13-15 April, masyarakat Thailand merayakan tahun baru Thailand, atau biasa disebut Songkran. Festival Songkran dirayakan dengan basah-basahan, atau main air.

Siapapun yang mau mengikuti Songkran, harus membawa air, dan disiramkan ke orang lain. Hal tersebut merupakan tradisi yang biasa dilakukan pada bulan terhangat di Thailand.

Kegiatan menyiram dan basah-basahan saat Songkran, tidak terlepas dari tradisi. Pada awalnya, menyiram air merupakan cara memberi hormat kepada orang lain. Air bertuah yang sudah dicurahkan untuk membersihkan patung Buddha, dicurahkan kepada orang tua sebagai berkat untuk satu keluarga. Intinya adalah upaya membalas budi pada orang tua. Festival ini dipilih oleh 25 persen pembaca, sama dengan festival sebelumnya.

3. Festival Lembah Baliem, Wamena (20 persen)

(Sastri/detikTravel)
Tanah Papua tidak hanya memiliki keindahan alam yang luar biasa, namun
juga kaya akan budaya. Lembah Baliem yang terletak di Wamena, merupakan rumah dari suku asli Dani, Yali dan Lani. Suku-suku tersebut masih sangat menjunjung tinggi budaya leluhur mereka. Terlihat dari koteka dan pakaian adat yang dikenakan.

Dalam festival ini ada tari peperangan dari setiap suku. Para prajurit dari tiap suku menunjukkan kebolehan aksi, sampai pakaian adat, lengkap dengan senjata. Mungkin akan ada luka, tapi tidak sampai terjadi pertumpahan darah.

Tari perang oleh Suku Dani di Lembah Baliem terbuka untuk umum, dan dapat disaksikan selama bulan Agustus. Festival Baliem juga diramaikan dengan berbagai kuliner setempat, tarian musik tradisional, sampai produk kerajinan tangan. Ayo berkunjung dan lihat langsung, dimana lagi kita dapat melihat suku asli unjuk gigi, lengkap dengan atributnya? 20 persen pembaca memilih festival ini.

4. Festival Dia de Muertos, Mexico City (10 persen)

(skullspiration.com)
Selain telenovela, Meksiko terkenal memiliki festival yang tergolong tidak biasa, Festival Dia de Muertos, atau Festival Orang Mati. Jangan ketakutan dulu, festival ini dimaksudkan untuk mengenang dan memperingati kerabat yang telah meninggal dunia.

Festival yang berlangsung selama tiga hari di bulan Oktober ini, dirayakan dengan pembuatan altar, bersama dengan atribut tengkorak, bunga marigold, dan barang peninggalan kerabat. Selain mendoakan di altar, persembahan berupa makanan kesukaan kerabat yang telah meninggal, dan kunjungan ke makam adalah wajib.

Festival Dia de Muertos dilakukan selama tiga hari, mulai dari 31 Oktober hingga 2 November. Bertepatan dengan perayaan halloween dan hari roh. Awalnya festival ini telah dilakukan sejak zaman Aztec kuno, didedikasikan untuk Dewi Mictecacihuatl.

Setelah Spanyol dan ajaran Kristiani menyebar, festival tersebut mengalami penyesuaian. Anda akan dengan mudah menemukan berbagai atribut Haloween, sampai orang yang berkostum seperti tengkorak. Atas keunikannya, 10 persen pembaca memilih festival ini.
Halaman 2 dari 5
Bagi masyarakat dari Jawa, tentu sudah tidak asing dengan festival Sekaten yang populer di Kota Yogyakarta. Perayaan yang dilangsungkan selama seminggu ini, bervariasi dari upacara, festival, hingga pasar malam. Sekaten dibagi dalam beberapa tahapan.

Tahap pertama adalah Gamelan Sekaten, parade gamelan sakral yang dibawa oleh rombongan abdi dalem keraton. Tahap kedua adalah Tumplak Wajib, malam tembang Jawa. Event puncak adalah Grebeg Mulud, pada hari ke-12 Sekaten. Arak-arakan gunungan yang terbuat dari hasil panen, yang diberkati dan dibagikan.

Festival Sekaten dirayakan untuk memperingati Maulid Nabi, atau hari lahir Nabi Muhammad. Festival tersebut rutin diadakan setiap tahunnya dii Alun-alun Utara, dekat Keraton Yogyakarta. Sebanyak 25 persen pembaca memilih festival ini.

Apabila Anda berencana liburan ke Thailand, cobalah untuk datang pada bulan April. Karena, pada 13-15 April, masyarakat Thailand merayakan tahun baru Thailand, atau biasa disebut Songkran. Festival Songkran dirayakan dengan basah-basahan, atau main air.

Siapapun yang mau mengikuti Songkran, harus membawa air, dan disiramkan ke orang lain. Hal tersebut merupakan tradisi yang biasa dilakukan pada bulan terhangat di Thailand.

Kegiatan menyiram dan basah-basahan saat Songkran, tidak terlepas dari tradisi. Pada awalnya, menyiram air merupakan cara memberi hormat kepada orang lain. Air bertuah yang sudah dicurahkan untuk membersihkan patung Buddha, dicurahkan kepada orang tua sebagai berkat untuk satu keluarga. Intinya adalah upaya membalas budi pada orang tua. Festival ini dipilih oleh 25 persen pembaca, sama dengan festival sebelumnya.

Tanah Papua tidak hanya memiliki keindahan alam yang luar biasa, namun
juga kaya akan budaya. Lembah Baliem yang terletak di Wamena, merupakan rumah dari suku asli Dani, Yali dan Lani. Suku-suku tersebut masih sangat menjunjung tinggi budaya leluhur mereka. Terlihat dari koteka dan pakaian adat yang dikenakan.

Dalam festival ini ada tari peperangan dari setiap suku. Para prajurit dari tiap suku menunjukkan kebolehan aksi, sampai pakaian adat, lengkap dengan senjata. Mungkin akan ada luka, tapi tidak sampai terjadi pertumpahan darah.

Tari perang oleh Suku Dani di Lembah Baliem terbuka untuk umum, dan dapat disaksikan selama bulan Agustus. Festival Baliem juga diramaikan dengan berbagai kuliner setempat, tarian musik tradisional, sampai produk kerajinan tangan. Ayo berkunjung dan lihat langsung, dimana lagi kita dapat melihat suku asli unjuk gigi, lengkap dengan atributnya? 20 persen pembaca memilih festival ini.

Selain telenovela, Meksiko terkenal memiliki festival yang tergolong tidak biasa, Festival Dia de Muertos, atau Festival Orang Mati. Jangan ketakutan dulu, festival ini dimaksudkan untuk mengenang dan memperingati kerabat yang telah meninggal dunia.

Festival yang berlangsung selama tiga hari di bulan Oktober ini, dirayakan dengan pembuatan altar, bersama dengan atribut tengkorak, bunga marigold, dan barang peninggalan kerabat. Selain mendoakan di altar, persembahan berupa makanan kesukaan kerabat yang telah meninggal, dan kunjungan ke makam adalah wajib.

Festival Dia de Muertos dilakukan selama tiga hari, mulai dari 31 Oktober hingga 2 November. Bertepatan dengan perayaan halloween dan hari roh. Awalnya festival ini telah dilakukan sejak zaman Aztec kuno, didedikasikan untuk Dewi Mictecacihuatl.

Setelah Spanyol dan ajaran Kristiani menyebar, festival tersebut mengalami penyesuaian. Anda akan dengan mudah menemukan berbagai atribut Haloween, sampai orang yang berkostum seperti tengkorak. Atas keunikannya, 10 persen pembaca memilih festival ini.

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads