Kansai International Airport diberi kode KIX oleh International Air Transport Association (IATA). detikTravel terbang dari bandara ini beberapa waktu lalu untuk pulang ke Indonesia bersama beberapa wartawan se-ASEAN.
Dari Kota Sakai, kami naik kereta Rapi:t menuju KIX. Selain dengan kereta bandara, KIX bisa dijangkau dengan bus bandara 'Airport Limousine'.
Baik kereta dan bus melewati jembatan jalan tol yang di bawahnya rel kereta bernama Sky Gate Bridge R sepanjang 3,75 km yang menghubungkan KIX ke daratan Pulau Honshu, dengan kota terdekat Rinku Town. Ada pula kapal ferry yang menghubungkan KIX dengan Bandara Kobe dan Pulau Awaji melintasi Teluk Osaka.
KIX dibangun saat Bandara Internasional Osaka (Osaka International Airport/kode IATA: ITM) dinilai sudah terlalu padat. KIX ini adalah bandara lepas pantai pertama di Jepang yang dibangun di atas pulau buatan. Ada 2 pulau buatan yang dibangun di atas Teluk Osaka untuk KIX ini.
Pulau pertama mulai dibangun tahun 1987 dan kemudian dibuka tahun 1994. Luas pulau pertama ini adalah 510 hektar dengan runway atau landas pacu sepanjang 3.500 meter dengan lebar 60 meter. Pembangunan terus berlanjut hingga pulau kedua seluas 545 hektar dengan landas pacu sepanjang 4.000 meter dengan lebar 60 meter dibuka tahun 2007.
Kini KIX beroperasi 24 jam menjadi bandara hub penerbangan internasional. Bandara ini menampung sekitar 16 juta penumpang per tahun, dan volume kargo 700 ribu ton dengan lalu lintas pergerakan 124 ribu pesawat. Sementara ITM menjadi hub penerbangan domestik di Osaka. Kedua bandara ini kini dikelola New Kansai International Airport Company, yang baru dibentuk pada 2012 lalu.
Sebagai hub penerbangan internasional, jangan ditanya fasilitasnya, sangat lengkap dan megah. KIX memiliki 2 terminal. Saat detikTravel berkeliling, Terminal 1 terdiri dari 4 lantai, menampung kedatangan dan keberangkatan internasional, kedatangan dan keberangkatan domestik, toko-toko, restoran dan food court yang beroperasi 24 jam.
Oh ya, di sini juga ada restoran bersertifikat halal dan bahkan musala. Bila bingung cari saja Tourist Informartion Center yang beroperasi 24 jam plus fasilitas money changer.
Bila sedang transfer dan ingin jalan-jalan, ada fasilitas loker penitipan barang yang bisa disewa per hari. Sewanya tidak mahal, untuk loker ukuran S sewanya JPY 300 (Rp 30 ribu), ukuran M JPY 400 (Rp 40 ribu) dan ukuran L JPY 600 (Rp 60 ribu). Loker ini bermesin otomatis, jadi masukkan koin dalam mesin loker yang diinginkan, kemudian kunci otomatis bisa terbuka, masukkan tas Anda dan kunci loker itu dan bawa kuncinya.
Bila ingin menunggu dengan nyaman, bisa mencoba KIX Airport Lounge yang fasilitasnya komplet. Mulai dari internet, minuman gratis (untuk minuman beralkohol membayar lagi), komik dan majalah berjejer di rak-rak bak toko buku dan bisa dibaca gratis, ruang rapat, kursi pijat, ruang permainan anak, kamar perawatan bayi hingga kamar mandi.
Tentu ada sejumlah biaya yang perlu dirogoh bila ingin menikmati kenyamanan ini. Harganya JPY 300 per 30 menit, JPY 100 per 10 menit, dan JPY 1.500 untuk lebih dari 3 jam. Untuk anak-anak cukup membayar setengah dari harga dewasa itu dan anak-anak di bawah usia 3 tahun gratis.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru