Hati-hati! Ini 6 Pulau Paling Berbahaya di Dunia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Pulau

Hati-hati! Ini 6 Pulau Paling Berbahaya di Dunia

- detikTravel
Kamis, 30 Jan 2014 16:26 WIB
Hati-hati! Ini 6 Pulau Paling Berbahaya di Dunia
(skyscrapercity.com)
Jakarta -

1. Ilha da Queimada, Brazil

(skyscrapercity.com)
Ilha da Queimada di Brazil memiliki julukan Pulau Ular. Ini karena pulau yang terletak di lepas pantai Brazil merupakan rumah bagi ribuan jenis ular Golden Lancehead viper. Ular jenis ini adalah salah satu dunia yang paling berbisa.

Jangan harap Anda bisa menjadikan pulau ini destinasi wisata. Sebab, menurut legenda setempat, di tiap meter perseginya terdapat sekitar 5 ekor ular yang akan mengintai siapa saja.

Selama bertahun-tahun, satu-satunya penghuni manusia adalah penjaga mercusuar. Tapi sekarang Angkatan Laut Brazil telah melarang keberadaan semua warga sipil dari pulau ular ini.

2. Saba, Karibia

(Telegraph.co.uk)
Pulau Saba berada di Karibia dan menjadi salah satu pulau milik Netherland Antilles. Mengapa pulau ini berbahaya? Karena, pulau kecil ini sering terkena badai lebih sering dibanding seluruh area lain di bumi.

Dalam kurun waktu 150 tahun, Pulau Saba sudah dihantam 15 badai kategori 3 dan 7 badai kategori 5. Badai yang paling parah menghantam pulau ini saat musim dingin. Berani ke sana?

3. Gruinard Island, Skotlandia

(environmentalgraffiti.com)
Dahulu, Pulau Gruinard yang kecil di utara Skotlandia ini digunakan pemerintah Inggris untuk pengujian senjata biologis selama Perang Dunia II. Percobaan dilakukan di pulau tak berpenghuni ini dengan menggunakan virus anthrax yang sangat mematikan.

Akibat dari tes uji senjata, ratusan domba tewas dan kemudian Pulau Gruinard pun dikarantina. Pulau ini pernah didekontaminasi pada 1980-an, menggunakan ratusan ton formalin, serta bahan lain yang berpotensi bahaya.

4. Farallon Islands, AS

(science.kqed.org)
Dahulu, antara tahun 1946-1970, laut di sekitar Kepulauan Farallon lepas pantai San Francisco, AS digunakan sebagai tempat pembuangan limbah radioaktif. Diperkirakan 47.500 galon drum baja beracun dibuang di sini. Tapi lokasi yang mereka jadikan pembuangan tidak tepat dan merusak lingkungan pantai dan laut.

Selain limbah radio aktif, di sini juga terdapat juga populasi anjing laut yang besar dan menarik minat puluhan hiu putih besar. Berpikirlah dua kali sebelum Anda ingin snorkeling di Farallon Islands.

5. Ramree Island, Myanmar

(ramree.com)
Pulau Ramree, di lepas pantai Myanmar, terkenal dengan insiden mengerikan yang terjadi selama Perang Dunia II. Tahun 1945, setelah pertempuran antara pasukan Inggris dan Jepang, diperkirakan 400 tentara Jepang terpaksa mengungsi ke rawa-rawa yang mengelilingi pulau.

Namun kemudian mereka tewas dihabisi buaya air asin yang menghuni pulau ini. Bahkan kejadian tragis ini dicatat Guinness Book of Records, sebagai "The Greatest Disaster Suffered by humans from Animals".

6. Danger Island, Maladewa

(telegraph.co.uk)
Ditemukan 500 km sebelah selatan dari Maladewa, Danger Island membuat namanya menjelaskan keseraman dari pulau tersebut. Nama ini diduga berasal dari kurangnya pelabuhan yang aman, yang membuat perjalanan ke pulau sangat berisiko bagi penjelajah amatir.

Sehingga bila Anda tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan saat liburan, lebih baik mengunjungi Kepulauan Maladewa yang banyak dikunjungi wisatawan saja, ya!
Halaman 2 dari 7
Ilha da Queimada di Brazil memiliki julukan Pulau Ular. Ini karena pulau yang terletak di lepas pantai Brazil merupakan rumah bagi ribuan jenis ular Golden Lancehead viper. Ular jenis ini adalah salah satu dunia yang paling berbisa.

Jangan harap Anda bisa menjadikan pulau ini destinasi wisata. Sebab, menurut legenda setempat, di tiap meter perseginya terdapat sekitar 5 ekor ular yang akan mengintai siapa saja.

Selama bertahun-tahun, satu-satunya penghuni manusia adalah penjaga mercusuar. Tapi sekarang Angkatan Laut Brazil telah melarang keberadaan semua warga sipil dari pulau ular ini.

Pulau Saba berada di Karibia dan menjadi salah satu pulau milik Netherland Antilles. Mengapa pulau ini berbahaya? Karena, pulau kecil ini sering terkena badai lebih sering dibanding seluruh area lain di bumi.

Dalam kurun waktu 150 tahun, Pulau Saba sudah dihantam 15 badai kategori 3 dan 7 badai kategori 5. Badai yang paling parah menghantam pulau ini saat musim dingin. Berani ke sana?

Dahulu, Pulau Gruinard yang kecil di utara Skotlandia ini digunakan pemerintah Inggris untuk pengujian senjata biologis selama Perang Dunia II. Percobaan dilakukan di pulau tak berpenghuni ini dengan menggunakan virus anthrax yang sangat mematikan.

Akibat dari tes uji senjata, ratusan domba tewas dan kemudian Pulau Gruinard pun dikarantina. Pulau ini pernah didekontaminasi pada 1980-an, menggunakan ratusan ton formalin, serta bahan lain yang berpotensi bahaya.

Dahulu, antara tahun 1946-1970, laut di sekitar Kepulauan Farallon lepas pantai San Francisco, AS digunakan sebagai tempat pembuangan limbah radioaktif. Diperkirakan 47.500 galon drum baja beracun dibuang di sini. Tapi lokasi yang mereka jadikan pembuangan tidak tepat dan merusak lingkungan pantai dan laut.

Selain limbah radio aktif, di sini juga terdapat juga populasi anjing laut yang besar dan menarik minat puluhan hiu putih besar. Berpikirlah dua kali sebelum Anda ingin snorkeling di Farallon Islands.

Pulau Ramree, di lepas pantai Myanmar, terkenal dengan insiden mengerikan yang terjadi selama Perang Dunia II. Tahun 1945, setelah pertempuran antara pasukan Inggris dan Jepang, diperkirakan 400 tentara Jepang terpaksa mengungsi ke rawa-rawa yang mengelilingi pulau.

Namun kemudian mereka tewas dihabisi buaya air asin yang menghuni pulau ini. Bahkan kejadian tragis ini dicatat Guinness Book of Records, sebagai "The Greatest Disaster Suffered by humans from Animals".

Ditemukan 500 km sebelah selatan dari Maladewa, Danger Island membuat namanya menjelaskan keseraman dari pulau tersebut. Nama ini diduga berasal dari kurangnya pelabuhan yang aman, yang membuat perjalanan ke pulau sangat berisiko bagi penjelajah amatir.

Sehingga bila Anda tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan saat liburan, lebih baik mengunjungi Kepulauan Maladewa yang banyak dikunjungi wisatawan saja, ya!

(sst/sst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads