10 Atraksi Wisata yang Bisa Membunuh Anda (1)
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

10 Atraksi Wisata yang Bisa Membunuh Anda (1)

- detikTravel
Senin, 10 Feb 2014 12:51 WIB
10 Atraksi Wisata yang Bisa Membunuh Anda (1)
(Thinkstock)
Jakarta - Sebut saja pecinta adrenalin, atau sebenarnya gila. Beberapa wisatawan rela membahayakan nyawanya untuk merasakan sensasi di sebuah tempat wisata. Berikut 10 atraksi wisata yang bisa saja membunuh Anda.

Dikejar banteng ngamuk, atau menjejaki kawah gunung berapi hanyalah segelintir hal gila yang bisa dilakukan para traveler saat liburan mereka. Ditengok dari The Sidney Morning Herald, Senin (10/2/2014), inilah 10 atraksi wisata yang bisa membunuh Anda, bagian pertama:

(Thinkstock)

1. Death Road, Bolivia

(Tripadvisor)
Dari namanya saja sudah tergambarkan dengan jelas betapa berbahayanya atraksi wisata yang satu ini. Death Road di Bolivia, tepatnya tak jauh dari La Paz telah menelan sekitar 25.000 korban jiwa setiap tahunnya. Angka ini termasuk masyarakat setempat dan para turis.

Kebanyakan korban melintasi jalan tersebut dengan mobil, berakhir tergelincir dan jatuh ke jurang. Sementara ada juga turis yang dengan gagah berani melintasi jalan paling berbahaya di dunia tersebut, dengan menggunakan sepeda. Jalur ini dianggap berbahaya karena ruas jalannya sangat kecil, tidak ada pagar pengaman, dan berada di tepi jurang.

1. Death Road, Bolivia

(Tripadvisor)
Dari namanya saja sudah tergambarkan dengan jelas betapa berbahayanya atraksi wisata yang satu ini. Death Road di Bolivia, tepatnya tak jauh dari La Paz telah menelan sekitar 25.000 korban jiwa setiap tahunnya. Angka ini termasuk masyarakat setempat dan para turis.

Kebanyakan korban melintasi jalan tersebut dengan mobil, berakhir tergelincir dan jatuh ke jurang. Sementara ada juga turis yang dengan gagah berani melintasi jalan paling berbahaya di dunia tersebut, dengan menggunakan sepeda. Jalur ini dianggap berbahaya karena ruas jalannya sangat kecil, tidak ada pagar pengaman, dan berada di tepi jurang.

2. Gunung Everest

(mountainguides.com)
Anda tak perlu sampai ke puncak untuk bisa membahayakan nyawa. Cukup mencoba trekking ke Base Campnya saja dan rasakan sendiri betapa berbahaya pendakian tersebut. Banyak traveler yang tumbang meski hanya baru sampai di sana, yang ketinggiannya mencapai 5.000 mdpl.

Sebagian dari mereka sudah butuh bantuan evakuasi saat sampai di Base Camp baik itu yang berada di Nepal atau di Tibet. Sebagian lagi mengalami mabuk ketinggian. Malah, kalaupun Anda berhasil sampai puncak, kemungkinan kembali ke bawah dengan selamat hanyalah 1 banding 10.

2. Gunung Everest

(mountainguides.com)
Anda tak perlu sampai ke puncak untuk bisa membahayakan nyawa. Cukup mencoba trekking ke Base Campnya saja dan rasakan sendiri betapa berbahaya pendakian tersebut. Banyak traveler yang tumbang meski hanya baru sampai di sana, yang ketinggiannya mencapai 5.000 mdpl.

Sebagian dari mereka sudah butuh bantuan evakuasi saat sampai di Base Camp baik itu yang berada di Nepal atau di Tibet. Sebagian lagi mengalami mabuk ketinggian. Malah, kalaupun Anda berhasil sampai puncak, kemungkinan kembali ke bawah dengan selamat hanyalah 1 banding 10.

3. San Fermin Festival, Spanyol

(latimes.coms)
Mati konyol saat liburan kemungkinan jadi impian bagi sebagian traveler. Seperti mereka yang mengikuti San Fermin Festival di Pamplona, Spanyol. Festival yang berlangsung setiap tanggal 7-14 Juli ini selalu dipadati pengunjung... yang ingin dikejar banteng ngamuk.

Bukan rahasia lagi ada banyak traveler yang mati diseruduk atau terinjak saat mengikuti festival ini. Bantuan medis selalu siap sedia untuk menyelamatkan para traveler berani (atau gila?) ini. Setidaknya, sepanjang festival, sudah ada 15 korban meninggal, dan ratusan korban luka-luka. Penasaran ingin mencoba?

3. San Fermin Festival, Spanyol

(latimes.coms)
Mati konyol saat liburan kemungkinan jadi impian bagi sebagian traveler. Seperti mereka yang mengikuti San Fermin Festival di Pamplona, Spanyol. Festival yang berlangsung setiap tanggal 7-14 Juli ini selalu dipadati pengunjung... yang ingin dikejar banteng ngamuk.

Bukan rahasia lagi ada banyak traveler yang mati diseruduk atau terinjak saat mengikuti festival ini. Bantuan medis selalu siap sedia untuk menyelamatkan para traveler berani (atau gila?) ini. Setidaknya, sepanjang festival, sudah ada 15 korban meninggal, dan ratusan korban luka-luka. Penasaran ingin mencoba?

4. Kokoda Track, Papua Nugini

(kokodatrack.com.au)
Saat trekking di jalur biasa sudah terasa membosankan, para traveler akan mencari jalur trek yang lebih gila. Salah satunya adalah Kokoda Track di Papua Nugini. Jalur trek sepanjang 96 km ini digadang sebagai trek yang takkan terlupakan seumur hidup.

Di sana, Anda akan melewati hutan sulit di gunung, menyeberang sungai di atas jembatan reyot dan aneka tantangan gila lainnya. Selama dibuka, sudah ada setidaknya 6 traveler yang sudah kehilangan nyawa. Namun agaknya, mereka tidak terlalu kuatir karena tetap banyak yang penasaran dengan trek ini.

4. Kokoda Track, Papua Nugini

(kokodatrack.com.au)
Saat trekking di jalur biasa sudah terasa membosankan, para traveler akan mencari jalur trek yang lebih gila. Salah satunya adalah Kokoda Track di Papua Nugini. Jalur trek sepanjang 96 km ini digadang sebagai trek yang takkan terlupakan seumur hidup.

Di sana, Anda akan melewati hutan sulit di gunung, menyeberang sungai di atas jembatan reyot dan aneka tantangan gila lainnya. Selama dibuka, sudah ada setidaknya 6 traveler yang sudah kehilangan nyawa. Namun agaknya, mereka tidak terlalu kuatir karena tetap banyak yang penasaran dengan trek ini.

5. Bermain ski

(telegraph.co.uk)
Bermain ski, di mana saja, bisa membahayakan nyawa Anda. Ya, mungkin terdengar terlalu menakutkan. Tapi itu benar adanya. Salah seorang turis yang celaka baru-baru ini karena bermain ski adalah pembalap legendaris, Michael Schumacher. Ditambah dengan ratusan korban meninggal lainnya karena kecelakaan fatal dari olahraga seru di salju ini.

Jalur yang tidak selamanya aman, tabrakan dengan antar pemain ski, atau jatuh dan hilang di tengah hutan bersalju menjadikan olahraga ini cukup berbahaya. Tapi, keseruannya kadang membuat orang tidak peduli dengan bahaya yang mengintai.

5. Bermain ski

(telegraph.co.uk)
Bermain ski, di mana saja, bisa membahayakan nyawa Anda. Ya, mungkin terdengar terlalu menakutkan. Tapi itu benar adanya. Salah seorang turis yang celaka baru-baru ini karena bermain ski adalah pembalap legendaris, Michael Schumacher. Ditambah dengan ratusan korban meninggal lainnya karena kecelakaan fatal dari olahraga seru di salju ini.

Jalur yang tidak selamanya aman, tabrakan dengan antar pemain ski, atau jatuh dan hilang di tengah hutan bersalju menjadikan olahraga ini cukup berbahaya. Tapi, keseruannya kadang membuat orang tidak peduli dengan bahaya yang mengintai.
Halaman 2 dari 12
Dari namanya saja sudah tergambarkan dengan jelas betapa berbahayanya atraksi wisata yang satu ini. Death Road di Bolivia, tepatnya tak jauh dari La Paz telah menelan sekitar 25.000 korban jiwa setiap tahunnya. Angka ini termasuk masyarakat setempat dan para turis.

Kebanyakan korban melintasi jalan tersebut dengan mobil, berakhir tergelincir dan jatuh ke jurang. Sementara ada juga turis yang dengan gagah berani melintasi jalan paling berbahaya di dunia tersebut, dengan menggunakan sepeda. Jalur ini dianggap berbahaya karena ruas jalannya sangat kecil, tidak ada pagar pengaman, dan berada di tepi jurang.

Dari namanya saja sudah tergambarkan dengan jelas betapa berbahayanya atraksi wisata yang satu ini. Death Road di Bolivia, tepatnya tak jauh dari La Paz telah menelan sekitar 25.000 korban jiwa setiap tahunnya. Angka ini termasuk masyarakat setempat dan para turis.

Kebanyakan korban melintasi jalan tersebut dengan mobil, berakhir tergelincir dan jatuh ke jurang. Sementara ada juga turis yang dengan gagah berani melintasi jalan paling berbahaya di dunia tersebut, dengan menggunakan sepeda. Jalur ini dianggap berbahaya karena ruas jalannya sangat kecil, tidak ada pagar pengaman, dan berada di tepi jurang.

Anda tak perlu sampai ke puncak untuk bisa membahayakan nyawa. Cukup mencoba trekking ke Base Campnya saja dan rasakan sendiri betapa berbahaya pendakian tersebut. Banyak traveler yang tumbang meski hanya baru sampai di sana, yang ketinggiannya mencapai 5.000 mdpl.

Sebagian dari mereka sudah butuh bantuan evakuasi saat sampai di Base Camp baik itu yang berada di Nepal atau di Tibet. Sebagian lagi mengalami mabuk ketinggian. Malah, kalaupun Anda berhasil sampai puncak, kemungkinan kembali ke bawah dengan selamat hanyalah 1 banding 10.

Anda tak perlu sampai ke puncak untuk bisa membahayakan nyawa. Cukup mencoba trekking ke Base Campnya saja dan rasakan sendiri betapa berbahaya pendakian tersebut. Banyak traveler yang tumbang meski hanya baru sampai di sana, yang ketinggiannya mencapai 5.000 mdpl.

Sebagian dari mereka sudah butuh bantuan evakuasi saat sampai di Base Camp baik itu yang berada di Nepal atau di Tibet. Sebagian lagi mengalami mabuk ketinggian. Malah, kalaupun Anda berhasil sampai puncak, kemungkinan kembali ke bawah dengan selamat hanyalah 1 banding 10.

Mati konyol saat liburan kemungkinan jadi impian bagi sebagian traveler. Seperti mereka yang mengikuti San Fermin Festival di Pamplona, Spanyol. Festival yang berlangsung setiap tanggal 7-14 Juli ini selalu dipadati pengunjung... yang ingin dikejar banteng ngamuk.

Bukan rahasia lagi ada banyak traveler yang mati diseruduk atau terinjak saat mengikuti festival ini. Bantuan medis selalu siap sedia untuk menyelamatkan para traveler berani (atau gila?) ini. Setidaknya, sepanjang festival, sudah ada 15 korban meninggal, dan ratusan korban luka-luka. Penasaran ingin mencoba?

Mati konyol saat liburan kemungkinan jadi impian bagi sebagian traveler. Seperti mereka yang mengikuti San Fermin Festival di Pamplona, Spanyol. Festival yang berlangsung setiap tanggal 7-14 Juli ini selalu dipadati pengunjung... yang ingin dikejar banteng ngamuk.

Bukan rahasia lagi ada banyak traveler yang mati diseruduk atau terinjak saat mengikuti festival ini. Bantuan medis selalu siap sedia untuk menyelamatkan para traveler berani (atau gila?) ini. Setidaknya, sepanjang festival, sudah ada 15 korban meninggal, dan ratusan korban luka-luka. Penasaran ingin mencoba?

Saat trekking di jalur biasa sudah terasa membosankan, para traveler akan mencari jalur trek yang lebih gila. Salah satunya adalah Kokoda Track di Papua Nugini. Jalur trek sepanjang 96 km ini digadang sebagai trek yang takkan terlupakan seumur hidup.

Di sana, Anda akan melewati hutan sulit di gunung, menyeberang sungai di atas jembatan reyot dan aneka tantangan gila lainnya. Selama dibuka, sudah ada setidaknya 6 traveler yang sudah kehilangan nyawa. Namun agaknya, mereka tidak terlalu kuatir karena tetap banyak yang penasaran dengan trek ini.

Saat trekking di jalur biasa sudah terasa membosankan, para traveler akan mencari jalur trek yang lebih gila. Salah satunya adalah Kokoda Track di Papua Nugini. Jalur trek sepanjang 96 km ini digadang sebagai trek yang takkan terlupakan seumur hidup.

Di sana, Anda akan melewati hutan sulit di gunung, menyeberang sungai di atas jembatan reyot dan aneka tantangan gila lainnya. Selama dibuka, sudah ada setidaknya 6 traveler yang sudah kehilangan nyawa. Namun agaknya, mereka tidak terlalu kuatir karena tetap banyak yang penasaran dengan trek ini.

Bermain ski, di mana saja, bisa membahayakan nyawa Anda. Ya, mungkin terdengar terlalu menakutkan. Tapi itu benar adanya. Salah seorang turis yang celaka baru-baru ini karena bermain ski adalah pembalap legendaris, Michael Schumacher. Ditambah dengan ratusan korban meninggal lainnya karena kecelakaan fatal dari olahraga seru di salju ini.

Jalur yang tidak selamanya aman, tabrakan dengan antar pemain ski, atau jatuh dan hilang di tengah hutan bersalju menjadikan olahraga ini cukup berbahaya. Tapi, keseruannya kadang membuat orang tidak peduli dengan bahaya yang mengintai.

Bermain ski, di mana saja, bisa membahayakan nyawa Anda. Ya, mungkin terdengar terlalu menakutkan. Tapi itu benar adanya. Salah seorang turis yang celaka baru-baru ini karena bermain ski adalah pembalap legendaris, Michael Schumacher. Ditambah dengan ratusan korban meninggal lainnya karena kecelakaan fatal dari olahraga seru di salju ini.

Jalur yang tidak selamanya aman, tabrakan dengan antar pemain ski, atau jatuh dan hilang di tengah hutan bersalju menjadikan olahraga ini cukup berbahaya. Tapi, keseruannya kadang membuat orang tidak peduli dengan bahaya yang mengintai.

(shf/shf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads