Machu Picchu bukanlah satu-satunya peninggalan Suku Inca di Peru. Ada pula Sacsayhuaman, tembok besar nan megah yang tak kalah menakjubkan. Tembok ini berada di sekitar Cusco yang dulu menjadi ibukota Kerajaan Inca.
Seperti Tembok Besar China, Sacsayhuaman juga berbentuk layaknya benteng. Namun, yang tersisa dari Sacsayhuaman adalah tiga lapis benteng berbentuk zig-zag yang terletak di ketinggian berbeda. Semua bangunan benteng terbuat dari batu yang sangat lekat, bahkan satu helai kertas pun tak bisa masuk di antara bebatuan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada masa Kerajaan Inca, Sacsayhuaman diperkirakan dibuat sekitar tahun 900-1200. Meski disebut-sebut sebagai benteng, ada yang berpendapat Sacsayhuaman merupakan kuil yang dibangun untuk memuja Dewa Matahari.
Saat Spanyol menginvasi Cusco sekitar tahun 1500-an, mereka mulai memperbaharui Sacsayhuaman dan menggunakan bebatuannya untuk membuat kota yang baru. Termasuk, rumah-rumah untuk para pejabat dari Spanyol.
Oleh karena itu, tembok yang tersisa kini sengaja ditinggalkan karena batunya terlalu besar. Meski begitu, tak sedikit wisatawan yang takjub dengan kemegahan Sacsayhuaman. Walau tak setenar Machu Picchu, tembok besar ini menjadi salah satu peninggalan paling menakjubkan dari Suku Inca.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, MTI: Momentum Perbaiki Perlintasan Kereta
Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah, Setuju?
Kecelakaan Argo Bromo Anggrek-KRL, DPR: Ada yang Nggak Beres di Tata Kelola KA