Berdasarkan sejarah, Petirtaan Jolotundo dibangun untuk memeringati hari kelahiran Airlangga pada 991 M. Dia adalah putra dari Raja Bali, yakni Udayana. Kemudian tahun 1009, Airlangga yang telah dewasa membuat candi yang berdekatan dengan Petirtaan Jolotundo.
Nama candi itu adalah Candi Belahan, atau Candi Sumber Tetek. Dinamakan begitu karena terdapat arca Dewi Laksmi yang mengeluarkan air dari kedua payudaranya. Candi ini terletak di lereng timur Gunung Penanggungan, tepatnya di Dusun Belahan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Anda harus berjalan sekitar 5 km ke arah barat dari jalan raya Surabaya-Gempol.
Dihimpun detikTravel dari berbagai sumber Kamis (3/4/2014), Dewi Laksmi dan Dewi Sri adalah istri dari Prabu Airlangga. Arca keduanya melambangkan kesuburan. Sebagian besar candi berukuran sekitar 5x5 m, dibuat dari susunan bata merah.
Air yang keluar dari kedua payudara Dewi Laksmi langsung mengalir ke kolam di bawahnya. Sejarahnya, kolam ini adalah tempat mandinya para istri dan selir Prabu Airlangga. Konon, mandi di sini bisa membuat wisatawan awet muda!
Namun nama lain candi ini yaitu Candi Belahan, bukan berasal dari belahan dada, lho! Nama 'Belahan' merupakan simbol pembagian Kerajaan Kahuripan menjadi dua wilayah.
Selain nilai historis, Petirtaan Jolotundo punya keunikan lain. Debit airnya besar dan tak pernah kering, bahkan pada musim kemarau sekalipun. Konon, air di petirtaan ini punya kandungan mineral yang sangat tinggi.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong