Seperti Apa Museum Kontrasepsi & Aborsi di Austria?
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Seperti Apa Museum Kontrasepsi & Aborsi di Austria?

- detikTravel
Senin, 21 Apr 2014 07:13 WIB
Seperti Apa Museum Kontrasepsi & Aborsi di Austria?
Bagian dalam Museum Kontrasepsi dan Aborsi (de.muvs.org)
Wina - Museum Kontrasepsi dan Aborsi adalah destinasi wisata yang tak biasa di Wina, Austria. Di sini Anda akan melihat sejarah seksualitas dan praktik aborsi di dunia. Jangan berpikir aneh-aneh dulu, mari melihatnya dari dekat.

Rasanya ada banyak museum dengan tema-tema aneh di dunia. Seperti di Kota Wina, Anda bakal kaget mendengar nama Museum fuer Verhutung und Schwangerschaftsabbruch alias Museum Kontrasepsi dan Aborsi yang letaknya ada di Mariahilfer Gurtel 37. Dari namanya saja Anda pasti bertanya-tanya, apa sih isi dan koleksi museumnya?

Dilongok dari situs resmi Museum Kontrasepsi dan Aborsi, Senin (21/4/2014) museum ini didirikan tahun 2003 oleh Christian Fiala yang merupakan seorang pakar medis dan ginekolog. Tujuannya mendirikan museum adalah untuk menjelaskan hubungan antara seksualitas dan kesuburan, serta mendidik generasi muda seputar hal itu.

Masih bicara soal sejarah, awal pembangunan Museum Kontrasepsi dan Aborsi menuai kontroversi. Asal tahu saja, Austria pernah tercatat sebagai negara dengan tingkat aborsi tertinggi di Eropa dan paling tidak toleran terhadap kontrasepsi. Namun, Fiala tetap berani mendirikan museum tersebut atas tujuan sebagai tempat pendidikan.

Museumnya dibagi dalam dua bagian, pertama bagian kontrasepsi dan bagian aborsi. Pertama, pengunjung akan diajak ke bagian kontrasepsi yang berisi sejarah metode dan dokumen seputar kontrasepsi. Di sini dijelaskan bahwa rata-rata wanita bisa hamil hingga 15 kali dan melahirkan sampai 10 kali seumur hidup!

Di zaman dulu, hanya 7 bayi yang selamat dari 10 kelahiran. Faktor ekonomi, pendidikan dan kesehatan menjadi hal penting bagi keselamatn sang bayi. Oleh sebab itu, kontrasepsi merupakan suatu cara untuk pembatasan kelahiran. Tapi jangan heran, di zaman dulu prakter kontrasepsi terkenal ekstrem dan berbahaya.

Salah satunya adalah metode membersihkan vagina setelah melakukan hubungan seksual. Caranya yaitu memasukan selang ke dalam vagina dari irrigator yang berisi air murni dan asam karbol sebanyak 2%. Beberapa cara lainnya yang lebih kuno adalah dengan tidur pada posisi tertentu hingga mengkonsumsi banyak minuman bersoda.

Kini, cara kontrasepsi yang dianggap paling aman adalah dengan menggunakan kondom. Namun kondom juga punya sejarah panjang, yang rupanya sudah ada sejak 100 tahun lalu. Tahukah Anda, zaman dulu kondom terbuat dari ikan dan usus domba yang bentuknya tebal.

Beralih ke bagian aborsi, di sini tersimpan alat aborsi berabad-abad yang tak kalah ekstrem. Ada alat aborsi yang terbuat dari jarum rajut, kawat gantungan baju, kateter urine dan masih banyak lagi. Itu adalah alat aborsi yang dianggap membahayakan untuk rahim dan sang ibu. Buktinya, di dalam bagian aborsi juga terdapat film tiga dimensi tentang praktik aborsi dengan alat-alat itu. Hii...

Aneka koleksi di dalam museum, sekali lagi ditujukan untuk pendidikan. Masih banyak sejarah kontrasepsi dan catatan praktik aborsi di dalam museumnya. Pemandu museum pun akan menjelaskan secara rinci kepada Anda.

Museum ini buka hari Rabu sampai Minggu pukul 14.00-18.00 Waktu setempat. Tiket masuknya sebesar 5 Euro atau sekitar Rp 78 ribu. Saat ini museum sedang ditutup dan akan kembali dibuka pada 12 Agustus 2014 mendatang.

"Sebagai dokter, saya hanya bisa mendidik orang tentang kesuburan dan bagimana cara menanganinya. Tapi melalui museum inilah saya bisa menyebarkan pengetahuan tentang kontrasepsi dan aborsi medis yang aman," ujar pendiri Museum Kontrasepsi dan Aborsi, Christian Fiala.

(shf/shf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads