Jakarta? Bukan Ini di Manila, Filipina

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Filipina

Jakarta? Bukan Ini di Manila, Filipina

- detikTravel
Senin, 26 Mei 2014 08:58 WIB
Jakarta? Bukan Ini di Manila, Filipina
Kota Manila tak ubahnya Jakarta (Sukma/detikTravel)
Manila - Kota Manila, Filipina tak banyak dilirik wisatawan dibanding beberapa kota di Asia Tenggara lainnya. Kondisi macetnya seperti Jakarta, dengan suasana lebih kuno, gersang, tak terawat, tapi menantang untuk dijelajahi.

detikTravel atas undangan AirAsia berkesempatan mengunjungi Kota Manila pada Kamis (22/5/2014) lalu. Mendarat pada sore hari yang bertepatan dengan jam pulang kerja, tak ubahnya dengan Jakarta, terancam kena macet.

Beberapa titik ruas jalan, kemacetan terjadi. Bunyi klakson bersahutan. Kemacetan pun masih terjadi di jalan tol layang yang kami lalui untuk menuju ke kawasan Makati City.

Di Filipina, kendaraan melaju di sebelah kanan, berkebalikan dengan Indonesia. Masih banyak mobil-mobil keluaran awal 2000 yang melaju di jalanan Manila. Bus-bus umum juga tampak lawas.

Namun, Filipina telah selangkah lebih maju dengan memiliki sistem MRT yang terhubung dengan pusat kota. MRT di Filipina memang sudah ada sejak 1984 dan menjadi yang pertama di Asia Tenggara.

Ada 31 stasiun mencakup 31 km dan sedang terus berkembang. MRT di Manila mayoritas layang dan hanya satu yang berada di bawah tanah.

Selain MRT, ada satu alat transportasi yang menjadi icon Filipina yaitu Jeepney, bekas jeep yang bagian belakangnya dipanjangkan untuk mengangkut penumpang. Jeepney dengan berpenumpang penuh, masih banyak berlalu lalang di jalanan kota Manila.

Menyeberang di zebra cross kota Manila juga harus ekstra hati-hati, karena pengendara di sana tak disiplin. Sejumlah taman kota terlihat tak terawat. Tanaman-tanamannya kering bahkan mati. Trotoar, pembatas jalan, dan jembatan penyeberangan tampak usang karena sepertinya lama tak tersentuh perbaikan.

Tata kota Manila juga mirip di Jakarta. Di beberapa titik kumuh, di beberapa titik lainnya tampak berkelas dan rapi.

Kami sempat berjalan-jalan menyusuri deretan mal-mal di kawasan Makati. Makati memang menjadi pusat perekonomian Filipina. Di sana terdapat Ayala Evenue yang bisa dikatakan sebagai pusat gaulnya warga Manila.

Mal-mal di sana hanya buka sampai pukul 21.00 di hari kerja. Baru pada akhir pekan, mereka tutup lebih malam.

Sedangkan untuk pusat hiburan di malam hari, wisatawan biasanya mendatangi Greenbelt di yang masih berada kawasan ini. Di Greenbelt, terdapat banyak cafe dan restoran yang menyajikan hiburan live music.

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads